
Dukung Program Pemerintah, Polsek Batunadua dan Warga Pudun Julu Padangsidimpuan Tanam Jagung Pipil
P. Sidimpuan sumut24.co Upaya mendukung ketahanan pangan (ketapang) terus digalakkan di berbagai daerah. Kali ini, jajaran Polsek Batunadu
kotaWako Solok Hadiri Forum Minang Maimbau
Baca Juga:
- Dukung Program Pemerintah, Polsek Batunadua dan Warga Pudun Julu Padangsidimpuan Tanam Jagung Pipil
- AKBP Wira Prayatna Tekankan Pentingnya Kualitas Panen di Program Jagung Ketapang kota Padangsidimpuan
- Kunjungan Wabup Madina ke desa Adianjior, Atika Nasution : Program PKK Benar-Benar Dirasakan Masyarakat
Solok I Sumut24
Berkaca pada masa lalu dan melihat kondisi saat ini, maka masa depan Sumatera Barat (Sumbar) ditentukan oleh bagaimana pengelolaan aspek-aspek karakter, pendidikan, dan ekonomi, serta menekan terjadinya penyakit masyarakat (pekat).
Demikian benang merah diskusi Whats App Grup (WAG) Forum Minang Maimbau (FMM), Sabtu (22/2), bertempat di Vila Kayu Putih, Alahan Panjang Kabupaten Solok. Diskusi yang dimulai pukul 21.30 dan berakhir lewat tengah malam ini, merupakan rangkaian Tour ke V dan Diskusi FMM.
Diskusi yang dipandu Prof Fasli Jalal dan diawali penyampaian pokok pikiran oleh Pembina FMM Fahmi Idris itu, dilanjutkan curah pikiran dari sejumlah tokoh ranah dan rantau, antara lain Andrinov Chaniago, Benny Wendry, Chairul Umaiya, Darul Siska, Wako Padang Panjang Fadly Amran, admin FMM Firdaus HB, Prof Ganefri, Ginta Wiryasenjaya, Guspardi Gaus, Prof Helmi, Joni, Buya Mas’oed Abidin, Nofrins Napilus, Norman Zainal, Siti Fatimah, Rafik Perkasa Alam, Surya Triharto, Siti Fatimah, Zairin Kasim, Wako Solok Zul Elfian serta Pemimpin Redaksi Minangsatu Taufik Effendi.
“Hasil diskusi ini akan kita serahkan untuk gubernur terpilih, siapapun nanti,” ujar Fahmi Idris, yang juga menyinggung soal ciri-ciri orang Minang, dan berbagi cerita perihal kiprahnya di dunia politik.
Dari banyak masukan itu, Fasli Jalal mengerucutkan menjadi empat aspek yang perlu didalami, dan kemudian diserahkan pada gubernur terpilih kelak.
Terkait karakter, yang menjadi fokus perhatian Fahmi Idris, Maso’ed Abidin, Andrinov Chaniago, Norman Zainal, Siti Fatimah, Surya Tri Harto, dan Fasli Jalal, umumnya mereka melihat betapa saat ini telah terjadi krisis karakter di Ranah Minang. Ditunjukkan dengan kian memudarnya kiprah orang Minang di tingkat nasional.
“Sejak dahulu, selalu ada orang Minang jadi menteri,” tutur Fahmi Idris.
Dengan tidak adanya tokoh Minangkabau di kabinet saat ini, banyak yang mengaitkan dengan Pilpres lalu. Namun Joni mengatakan,”Saya optimis itu akan segera berubah,” ucapnya sambil menyebut adanya kemungkinan tokoh Minang kembali bercokol di kabinet.
Terhadap fenomena memudarnya cahaya Minangkabau di kancah nasional, Rafik Perkasa Alam mengajak dilakukan pertemuan akbar,”Kalau perlu kita undang Presiden Jokowi dan Prabowo,” ujar Rafik.
Sejalan dengan Rafik, sejumlah tokoh menyokong gagasan itu. Termasuk kiprah FMM bisa lebih diperluas dan dilembagakan.
“Kita FMM siap untuk mengumpulkan tokoh-tokoh itu. Karena organisasi kita kan bukan parpol, anggotanya pun lintas profesi, jadi lebih gampang mengumpulkan tokoh-tokoh,” ujar Firdaus HB.
Pada kesempatan itu Wako juga mengatakan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi acara Forum ini sekaligus juga memupuk jalinan silaturahmi antara perantau sama Pemerintah daerah dan Masyarakat di Minangkabau.
Pokok diskusi dalam Forum keresahan terhadap Minangkabau, kini telah banyak terjadi permasalahan-permasalahan yang muncul di Sumatera Barat, Narkoba meraja lela, korupsi dan lain sebagainya, sebenarnya kita sudah lari dari nilai-nilai dasar kita yaitu “adaik basandi syara’ syara’ basandi Kitabullah” Itu adalah filosofi urang Minang kalau kita lari dari itu hancur kita,” ucap Zul Elfian.
Kita harus optimis bersama-sama mengembalikan nilai-nilai dasar kita lagi agar masyarakat Minang baik dikampung maupun di rantau bersinar kembali sampai ke kancah Nasional lagi,” tutup Wako Solok .(Yose)
P. Sidimpuan sumut24.co Upaya mendukung ketahanan pangan (ketapang) terus digalakkan di berbagai daerah. Kali ini, jajaran Polsek Batunadu
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMadina sumut24.co Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya implementasi program P
kotaWali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
kotaBAKOPAM Sumut Gelar Jumat Berkah, Santuni Anak Asuh dan Duafa
kotaSertijab Plt. Kadis PUTRHUB Kabupaten Pakpak Bharat, Momentum Peralihan Kepemimpinan
kotaGelar Rakernis Kehumasan, Bidhumas Polda Sumut Perkuat Peran Humas sebagai Ujung Tombak Citra Polri
kotaKetua Umum JMSI Jadi &lsquoTokoh Media Berpengaruh&rsquo Versi MAT 2025
kotasumut24.co ASAHAN, Dialog Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seAsahan bersama DPRD Kabupaten Asahan serta Forum Komunikasi
Newssumut24.co JAKARTA, Gerakan penguatan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) di Kabupaten Asahan mendapatkan pengakuan nasional. Dalam ajang BAZN
News