Kamis, 14 Mei 2026

Kunjungi WCC Sinceritas, Dubes Australia Apresiasi Inovasi Layanan Satu Atap (OSS&L) untuk Korban Kekerasan

Administrator - Rabu, 13 Mei 2026 22:39 WIB
Kunjungi WCC Sinceritas, Dubes Australia Apresiasi Inovasi Layanan Satu Atap (OSS&L) untuk Korban Kekerasan
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier bersama PERMAMPU-PESADA dan Women’s Crisis Centre (WCC) Sinceritas. Foto. Ist
sumut24.co - Medan

Baca Juga:
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan resmi ke kantor PERMAMPU-PESADA dan Women's Crisis Centre (WCC) Sinceritas di Medan hari ini. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kontribusi organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat perlindungan perempuan, mencegah kekerasan berbasis gender, serta menyediakan layanan inklusif bagi kelompok rentan di Sumatera Utara.


Kegiatan ini merupakan bagian dari Program INKLUSI, sebuah kemitraan strategis antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang berfokus pada kesetaraan gender, hak disabilitas, dan inklusi sosial.


Dalam kunjungannya, Dubes Rod Brazier meninjau fasilitas penanganan kasus di WCC Sinceritas dan berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Perwakilan PERMAMPU-PESADA, Kader One Stop Service and Learning (OSS&L), Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Kepolisian dan Tim Respons Bencana PERMAMPU.


"Program seperti PERMAMPU membuktikan bahwa kerja sama lintas sektor mampu mendorong perubahan nyata. Kemitraan melalui program INKLUSI adalah wujud komitmen bersama Indonesia dan Australia untuk pembangunan yang lebih adil dan inklusif," ujar Rod Brazier.

WCC Sinceritas, sebagai divisi dari PESADA, fokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender. Selain memberikan pendampingan bagi korban KDRT dan kekerasan seksual, lembaga ini aktif mengadvokasi implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Di Sumatera Utara, PESADA beroperasi di enam wilayah (Medan, Langkat, serta empat kabupaten di Kepulauan Nias). Salah satu inovasi unggulannya adalah OSS&L berbasis Puskesmas. Hingga tahun 2026, PERMAMPU telah menginisiasi 31 titik OSS&L di delapan provinsi, di mana enam di antaranya berada di Sumatera Utara.


Koordinator PERMAMPU, Dina Lumbantobing, menegaskan bahwa perlindungan perempuan harus dilakukan secara menyeluruh yaitu Pemberdayaan membangun kepemimpinan perempuan dan memperkuat jejaring komunitas serta advokasi mendorong perubahan kebijakan dan norma sosial guna mencegah kekerasan sejak dini.

Selain isu kekerasan, PERMAMPU-PESADA juga aktif dalam respons bencana hidrometeorologi di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Aksi tanggap darurat mereka mengedepankan perspektif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), memastikan distribusi bantuan seperti dignity kits, ruang ramah anak, dan layanan kesehatan menjangkau kelompok yang paling rentan. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KGSI di USU, Bertemunya Gagasan dan Kreativitas Mahasiswa Bersama Najwa Shihab dan Dubes Australia
Perkuat Kemitraan dengan Media, DPMPTSP Optimistis Tarik Investor ke Kota Medan
Dispar Medan Libatkan PWPM Genjot Promosi Wisata Berkelas Dunia
PWPM Perkuat Sinergitas dengan Pemko Medan, Bapenda Sambut Hangat Pengurus Baru
PWPM dan Dispora Medan Siap Bergandengan Tangan Memasyarakatkan Olahraga
Women Leader Festival 2026, Menggaungkan "She Power The Crisis" di Medan
komentar
beritaTerbaru