Selasa, 07 April 2026

Memang Lidah Tak Bertulang Tapi Pasti "Bertuan"

Administrator - Jumat, 04 September 2020 11:49 WIB
Memang Lidah Tak Bertulang Tapi Pasti

Oleh : Syahrir Nasution

Baca Juga:

Dahlan Hasan Nasution Bupati Madina sewaktu melakukan kunjungan kerjanya ke Kecamatan Batang Natal pernah mengatakan bahwa : “ Selama ini hatinya ada di Batang Natal. Seolah-olah Pak Bupati bak seorang Penyair Sejati yg pintar memainkan peran PUISI nya diatas Panggung. Wajar saja seorang Dahlan Hasan Nasution yah kebetulan juga seorang Penyanyi handal bila diatas panggung, sampai-sampai karirnya ini membawanya disayangi dulu oleh seorang Pejabat Teras di Sumut ini. Ancung jempol buat dia. Justru bila dikaitkan dengan Jabatannya sekarang yang mungkin hampir habis, kata-kata yang keluar dari bahasanya yang menyejukkan hati ibarat seorang Penyair sedang mengeluarkan “ CURHAT” nya pada masyarakat Batang Natal, apalagi ianya juga putra daerah tersebut persisnya Desa Sopo Tinjak yang sejuk bak Kota Bogornya Madina (Kota Hujan), begitu pula desa tersebut.

Pantaslah sosok Pak Bupati yang satu ini sangat jeli memainkan lidahnya untuk “ PABORGO” hati masyarakat setempat. Begitujuga sehubungan dengan maraknya penambangan di DAS Batang Natal, kalau mendengarkan ucapan Pak Bupati ini yang khabarnya dulu mau “ mundur” tapi diurungkan niatnya, akhir nya hatinya benar-banar “ TERPAUT” lagi ingin ikut di Pilkada 2020 tahun ini. Namun hingga kini ucapannya tersebut sebatas “ OMDO” alias Omong Doank” saja.

Mengenai penambangan tersebut masih jalan terus menciptakan tontonan “ Gratis” bagi masyarakat yang lewat maupun masyarakat setempat.

Kata-kata terpaut yang diucapkan pak Bupati itu ibarat peribahasa Mandailing “ Aek Lalu Batu So”. Memang lidah tak bertulang tapi lidah itu pasti “ BERTUAN” .

Lidah yang mengatakan mau “ MUNDUR” itu keluar dari mulut Tuannya yang juga mengatakan terpaut di Batang Natal , tapi lacur hingga kini?

Rakyat Madina bisa menilai , mana yang Berpuisi “ se olah olah” dan yang mana “ sungguhan “ . Diatas panggung para penyair atau diatas “ PANGGUNG SANDIWARA”? Justru itu masyarakat harus jeli melihat, Puisi Asli mana Puisi Palsu, apalagi sebentar lagi akan ada kompetisi mencari Pemimpin dan bukan mencari “ Penyair” .

Oleh karena itu , kalau masyarakat Madina tidak mau lagi termakan dan terbuai oleh rayuan seorang Penyair yang konon pula “ Penyair Palsu”, pilihlah seorang pemimpin yang memiliki sense of belonging pada rakyat Madina serta tanah leluhurnya.

Penulis : H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan. Wakil Ketua HIKMA – Sumut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Maknai Kasih Paskah, PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan
RUPS Bank Sumut 2026: Pemda Perkuat Modal, Bank Sumut Siap Akselerasi Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan Berlanjut, Rico Waas Hadiri Paripurna Jawaban Fraksi DPRD Medan
Beri Hunian Yang Lebih Layak, Wakil Wali Kota Medan Sarankan Apersi Bangun Rumah Susun Bagi Warga Pinggiran Sungai
Komandan Seskoad Tinjau Trauma Healing hingga Renovasi Fasilitas di KKL Wilhan Cisarua
Berbagi Berkah di Awal Syawal, PLN UIP SBU Dan YBM PLN Perkuat Sinergi Dan Kepedulian Sosial
komentar
beritaTerbaru