Selasa, 07 April 2026

Dua Pelajar Putri Tewas Hanyut Terbawa Arus Sungai

Administrator - Jumat, 04 September 2020 09:56 WIB
Dua Pelajar Putri Tewas Hanyut Terbawa Arus Sungai

Langkat l Sumut24.co Untung tak dapat di raih, malak tak dapat di tolak, Niat hati untuk mandi mandi akhirnya musibah itu menghampiri dua remaja putri. Lokasi wisata pemandian alam di Dusun Salang Pangeran, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memakan korban jiwa. Dua orang pelajar dikabarkan ditemukan tewas setelah terbawa arus sungai Pantai Salang Pangeran, Kamis (3/9/2020) sekitar 14.30 WIB.

Baca Juga:

Kedua korban yakni Renggi Pratama (15) pelajar kelas II SMP Negeri 10 Binjai, tercatat sebagai warga Dusun Melati, Desa Cinta Dapat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, dan Sintia Rama Sari (15) pelajar SMK 1 Swakarya Binjai, warga Stabor, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Informasi dihimpun, kedua korban dari sekolah berbeda itu mulanya datang ke lokasi wisata Landak River di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Puas menghabiskan waktu disana, kumpulan pelajar yang berjumlah 6 orang ini melanjutkan wisata menuju Pantai Salang Pangeran.

Di lokasi, para pelajar dari SMP Negeri dan Swasta ini kembali menghabiskan waktu dengan mandi-mandi dialiran sungai. “Saat mandi-mandi, korban Sintia terbawa arus ke arah lubuk paling dalam dan diketahui tidak pandai berenang,” kata Paur Humas Polres Langkat Bripka Andi Ginting.

Dijelaskan dia, dari keterangan warga dan saksi mata di lokasi kejadian. Ketika menikmati sungai, Sintia yang tidak bisa berenang terbawa arus ke arah lubuk yang dalam. Melihat temanya terbawa arus kencang. Renggi, berusaha menyelamatkan nyawa rekannya itu.

Bukan berhasil, keduanya malah terbawa arus yang cukup deras. Mereka tak sanggup melawan arus sungai yang sangat kencang itu. Sementara, teman-teman korban yang lain berteriak minta tolong kepada warga setempat. “Teriakan teman korban membuat warga langsung terjun dan berusaha menyelamatkan korban,” kata Andi Ginting.

Namun apa daya, usaha penyelamatan yang dilakukan para warga tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Meski berhasil dibawa ke tepi sungai dan berusaha memberikan pertolongan pertama. Kedua nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan. Sebab, sesaat berada di daratan keduanya sudah tidak bernapas lagi.

“Dari hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan dr Farida Sinuhaji. Kedua korban sudah tidak bernyawa saat tiba di Puskesmas,” tegas Andi. ( Hari’S)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
RUPS Bank Sumut 2026: Pemda Perkuat Modal, Bank Sumut Siap Akselerasi Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan Berlanjut, Rico Waas Hadiri Paripurna Jawaban Fraksi DPRD Medan
Beri Hunian Yang Lebih Layak, Wakil Wali Kota Medan Sarankan Apersi Bangun Rumah Susun Bagi Warga Pinggiran Sungai
Komandan Seskoad Tinjau Trauma Healing hingga Renovasi Fasilitas di KKL Wilhan Cisarua
Berbagi Berkah di Awal Syawal, PLN UIP SBU Dan YBM PLN Perkuat Sinergi Dan Kepedulian Sosial
Bupati Labuhanbatu Mutasikan Dokter Gigi Dari Puskesmas Negeri Lama, Warga Kecewa
komentar
beritaTerbaru