Kamis, 02 Juli 2026

Demo di DPRDSU, Massa Ormas Islam Tuntut Usut Pengusung RUU HIP  

Administrator - Jumat, 03 Juli 2020 14:24 WIB
Demo di DPRDSU, Massa Ormas Islam Tuntut Usut Pengusung RUU HIP  

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Ratusan pengunjukrasa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi demo menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan menuntut agar mengusut pengusung RUU tersebut, Jumat (3/7/2020) di DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.

Wasekjen MUI pusat Ustad Zulkarnaen yang hadir dalam aksi tersebut mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara sudah final dan tidak bisa diotak-atik. Munculnya RUU HIP merupakan tamparan keras bagi umat Islam, karenanya seluruh MUI pusat, provinsi dan Ormas besar Islam menolak RUU tersebut.

“Kami sepakat ini berbahaya, ketuhanan yang berkebudayaan ini baru dibuat RUU-nya,  tapi di lapangam sudah 5 tahun dijalankan, mulai dari baca Alquran dengan lagu Jawa,  jadi gerakannya sudah ada. Kalau jadi UU, kita takut, siapa yang protes akan ditangkap,  jadi ini sangat berbahaya,” katanya.

Untuk itu, pihaknya tegas menolak RUU tersebut dibahas atau disahkan. “Kita minta partai pengusung RUU tersebut diusut dan ditangkap. Partainya dibubarkan karena menggerakkan perubahan Pancasila bahkan dijadikan sebagai Prolegnas,” katanya.

Perwakilan Ulama Kota Medan, Masri Sitanggang dalam orasinya juga menuntut penyusun naskah dan pengusung RUU tersebut diusut. Alasan para ulama ikut campur masalah ini, karena umat Islam berperan aktif sejak awal kemerdekaan, dan ikut mendirikan NKRI.

“Negara ini berdiri atas kesepakatan berbagai komponen umat yang ada di Indonesia,  bukan warisan. Pancasila adalah kesepakatan bersama dari komponen bangsa. Mengapa bisa ada RUU HIP? Tuntut penyusun naskah, ini kesengajaan, bukan keteledoran.  Pancasila tidak bisa diperas menjadi trisila atau ekasila,” katanya.

Ia juga mempertanyakan konsep ketuhanan yang berkebudayaan dalam UU tersebut. “Itu seperti apa? Apa ada tuhan yang berbudaya? Budaya siapa? Ada pihak-pihak yang masih mau mengubah Pancasila. Mereka dulu teriak-teriak Pancasila tapi mau mengubah Pancasila,” katanya.

Presidium From Antikomunis Penyelamat Pancasila, Indra Suhairi mengatakan ada banyak RUU lain yang penting untuk dibahas, tetapi DPR RI malah memanfaatkan situasi Covid-19 agar dapat dengan leluasa melakukan pembahasan hingga pengesahan.

“TAP MPRS XXV/MPRS/1966 Tentang Pembubaran PKI tidak dimasukkan. Apa ini upaya untuk membangkitkan PKI kembali. PKI jangan lagi diberi pintu. Stop jangan di otak-atik lagi Pancasila, karena ini bukan kesilapan tapi kesengajaan. Orang ini harus diusut, ini bukan hal yang sederhana, tapi upaya mengubah fondasi satu bangsa,” katanya.

Aksi tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Harun Nasution mengatakan, di tingkat pusat, PKS tegas menolak RUU HIP dan menyarankan dihilangkan dari Prolegnas. “Mudah-mudahan dengan desakan para ulama yang bergerak ini, kami yakin fraksi lain akan tergugah dan RUU tidak dibahas lagi,” katanya.

Sementara Harun Nasution menyebutkan Pancasila sudah final. Pancasila merupakam perekat bangsa, tidak ada istilah untuk membelah atau mengubah Pancasila. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bapenda Sumut Luncurkan "GASKEN": Interaksi Langsung dan Hadirkan Beragam Kemudahan Pajak Kendaraan
Abai Siapkan Tiket Pulang, Biro Kesra Abu Kosim Dipersalahkan Bobby Nasution
Tak berkutik, MA seorang Pria dibekuk Polsek Pantai Labu karena simpan Sabu
Wabup Pakpak Bharat Hadiri HUT Bhayangkara Ke 80
Siang Ini, 55 Ruas Jalan Protokol di Medan Ditutup Total Imbas Colorful Medan Carnival 2026
Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia
komentar
beritaTerbaru