Bapenda Sumut Luncurkan "GASKEN": Interaksi Langsung dan Hadirkan Beragam Kemudahan Pajak Kendaraan
Bapenda Sumut Luncurkan "GASKEN" Interaksi Langsung dan Hadirkan Beragam Kemudahan Pajak Kendaraan
kota
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co Ratusan pengunjukrasa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi demo menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan menuntut agar mengusut pengusung RUU tersebut, Jumat (3/7/2020) di DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.
Wasekjen MUI pusat Ustad Zulkarnaen yang hadir dalam aksi tersebut mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara sudah final dan tidak bisa diotak-atik. Munculnya RUU HIP merupakan tamparan keras bagi umat Islam, karenanya seluruh MUI pusat, provinsi dan Ormas besar Islam menolak RUU tersebut.
“Kami sepakat ini berbahaya, ketuhanan yang berkebudayaan ini baru dibuat RUU-nya, tapi di lapangam sudah 5 tahun dijalankan, mulai dari baca Alquran dengan lagu Jawa, jadi gerakannya sudah ada. Kalau jadi UU, kita takut, siapa yang protes akan ditangkap, jadi ini sangat berbahaya,†katanya.
Untuk itu, pihaknya tegas menolak RUU tersebut dibahas atau disahkan. “Kita minta partai pengusung RUU tersebut diusut dan ditangkap. Partainya dibubarkan karena menggerakkan perubahan Pancasila bahkan dijadikan sebagai Prolegnas,†katanya.
Perwakilan Ulama Kota Medan, Masri Sitanggang dalam orasinya juga menuntut penyusun naskah dan pengusung RUU tersebut diusut. Alasan para ulama ikut campur masalah ini, karena umat Islam berperan aktif sejak awal kemerdekaan, dan ikut mendirikan NKRI.
“Negara ini berdiri atas kesepakatan berbagai komponen umat yang ada di Indonesia, bukan warisan. Pancasila adalah kesepakatan bersama dari komponen bangsa. Mengapa bisa ada RUU HIP? Tuntut penyusun naskah, ini kesengajaan, bukan keteledoran. Pancasila tidak bisa diperas menjadi trisila atau ekasila,†katanya.
Ia juga mempertanyakan konsep ketuhanan yang berkebudayaan dalam UU tersebut. “Itu seperti apa? Apa ada tuhan yang berbudaya? Budaya siapa? Ada pihak-pihak yang masih mau mengubah Pancasila. Mereka dulu teriak-teriak Pancasila tapi mau mengubah Pancasila,†katanya.
Presidium From Antikomunis Penyelamat Pancasila, Indra Suhairi mengatakan ada banyak RUU lain yang penting untuk dibahas, tetapi DPR RI malah memanfaatkan situasi Covid-19 agar dapat dengan leluasa melakukan pembahasan hingga pengesahan.
“TAP MPRS XXV/MPRS/1966 Tentang Pembubaran PKI tidak dimasukkan. Apa ini upaya untuk membangkitkan PKI kembali. PKI jangan lagi diberi pintu. Stop jangan di otak-atik lagi Pancasila, karena ini bukan kesilapan tapi kesengajaan. Orang ini harus diusut, ini bukan hal yang sederhana, tapi upaya mengubah fondasi satu bangsa,†katanya.
Aksi tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Harun Nasution mengatakan, di tingkat pusat, PKS tegas menolak RUU HIP dan menyarankan dihilangkan dari Prolegnas. “Mudah-mudahan dengan desakan para ulama yang bergerak ini, kami yakin fraksi lain akan tergugah dan RUU tidak dibahas lagi,†katanya.
Sementara Harun Nasution menyebutkan Pancasila sudah final. Pancasila merupakam perekat bangsa, tidak ada istilah untuk membelah atau mengubah Pancasila. (red)
Bapenda Sumut Luncurkan "GASKEN" Interaksi Langsung dan Hadirkan Beragam Kemudahan Pajak Kendaraan
kota
Abai Siapkan Tiket Pulang, Biro Kesra Abu Kosim Dipersalahkan Bobby Nasution
kota
Tak berkutik, MA seorang Pria dibekuk Polsek Pantai Labu karena simpan Sabu
kota
Wabup Pakpak Bharat Hadiri HUT Bhayangkara Ke 80
kota
sumut24.co MedanAktivitas lalu lintas di inti Kota Medan diprediksi akan mengalami kepadatan luar biasa pada siang hari ini, Kamis (2/7/20
kota
Tobat Ekologis dari Kampus Membaca Darurat Sampah Indonesia
kota
Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke80, Bupati Simalungun Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah
kota
Wali Kota menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan HUT ke43 Kota Medan
kota
MEDAN, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irjen Pol. Dr. Mahmud Nazly Harahap,
News
Balitbang Golkar Gelar Diskusi dan Bedah Buku Revolusi Iran Karya Dr. Nasir Tamara
kota