Rabu, 01 Juli 2026

Puasa Tingkatkan Imunitas di Tengah Pandemi Covid-19

Administrator - Jumat, 24 April 2020 14:40 WIB
Puasa Tingkatkan Imunitas  di Tengah Pandemi Covid-19

Puasa Tingkatkan Imunitas

Baca Juga:

di Tengah Pandemi Covid-19

 

MEDAN  I Sumut24.co

Ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai wujud ketakwaan dan keimanan Umat Islam, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Apalagi di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) ini, sangat diperlukan kekebalan tubuh.

 

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) Aris Yudhariansyah saat memberikan keterangan pers di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Lantai 6 Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Jumat (24/4).

 

Dikatakan Aris, ada penelitan yang menyebutkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada penelitian yang menyebut berpuasa meningkatakan risiko infeksi Covid-19.

 

“Berpuasa juga dapat memperbaiki jaringan sel yang rusak dan bisa merangsang produksi sel-sel darah putih yang baru. Sistem kekebaan tubuh dapat melakukan regenerasi sehingga semakin memperkuat ketahanan tubuh. Jika ketahanan tubuh sudah kuat, maka infeksi bakteri maupun virus bisa dilawan,” kata Aris.

 

Selain itu, berpuasa juga dapat mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan di dalam tubuh. Misalnya zat adiktif yang berasal dari bahan pengawet dan pewarna makanan. Puasa dapat pula mengurangi masa lemak tubuh.

 

Lemak tubuh yang berlebih dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia dan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh. “Penyakit yang bisa timbul akibat lemak berlebih misalnya penyakit pembuluh darah. Berpuasa bisa mengurangi lemak tubuh sehingga imunitas dapat diperbaiki,” ujar Aris.

 

Meski begitu, Aris mengingatkan asupan gizi saat sahur dan buka puasa harus tetap dijaga. Jika kurang gizi, maka tubuh seseorang akan rentan dengan infeksi Covid-19. “Sementara orang yang gizinya baik dan tercukupi berpotensi besar dapat melawan Covid-19,” ungkap Aris.

 

Sementara itu, GTPP melaporkan data terkini tentang Covid-19, yaitu Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.176 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 157 orang, pasien positif dengan PCR Test berjumlah 102 orang, menggunakan rapid test jumlah 18 orang dan pasien yang sembuh 25 orang serta pasien yang meninggal dunia 12 orang.

 

Berdasarkan data tersebut, Aris menegaskan kembali kunci pemutusan penyebaran Covid-19 adalah menghindari keramaian atau tetap berada di rumah. Tidak mudik merupakan bagian dari upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

 

“Kita tidak pernah tahu siapa orang di luar yang membawa virus. Banyak orang tanpa gejala yang tidak bisa kita bedakan dengan mata biasa,” kata Aris. (red)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan 2026  Ahmad Afandi Harahap: Medan Harus Tumbuh Bukan Hanya Secara Fisik, Tapi Juga Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa
Bank Sumut Gelar Pojok Sehat, Program Rutin Bagi Nasabah Pensiunan
Selamat Hari Bhayangkara ke-80: Polri Semakin Presisi, Profesional, dan Pengabdian Dicintai Masyarakat
komentar
beritaTerbaru