Rabu, 01 Juli 2026

Ujian Bagi Pemimpin"

Administrator - Rabu, 22 April 2020 06:31 WIB
Ujian Bagi Pemimpin

“Ujian Bagi Pemimpin”

Baca Juga:

Oleh : Hasan Basri Siregar

Seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya di dalam suatu organisasi membutuhkan banyak hal yang penting, salah satunya yaitu  kecerdasan…….. Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, mengidentifikasi, dan berhasil mengelola emosi dalam diri dan orang lain.

Sekarang ini terkait merebaknya virus Covid 19 disentero negeri maupun dunia, ada beberapa pengkritisi dengan penilaian para pemimpin bagaimana mereka melihat, mendengar,menyapa dan mengambil kebijakan. Selanjutnya keputusan apa yang di ambilnya, setelah melakukan peninjauan langsung di tengah- tengah lapisan masyarakat yang terdampak.

Salah seorang penulis dalam kritikan nya ( tanpa menyebut nama) dikatakan bahwa para stekholder ada yang mengambil keputusan seperti orang ” Mengigau”. Diuraikannya juga mengigau yang dimaksud itu adalah gambaran pemimpin yang Ngawur alias berbicara asal keluar tanpa ada perhitungan yang cermat.

Begitu juga dengan kritisi lainnya, ( yang tak bisa disebut satu persatu) Intinya dalam tulisannya ” para pemimpin sekarang, inilah saatnya teruji, apakah mereka bertindak dengan kedunguannya atau dengan kecerdasannya.

Melihat fenomena tersebut, antara para kritisi dan pemimpin. Tak ubahnya kita lihat hukum sebab akibat. ” Ada api tentu ada asap”. Hanya sebatas mengingatkan aja bukan dengan solusi jalan keluarnya.

Tiori sederhana agar mudah kita pahami adalah berkaca pada ” Lampu”. Sebuah lampu pijar tak akan bisa serta merta hidup terang, tanpa ada hubungan negatif dan positif yang tersambung untuk saling mendekati melalui kabel ( Wayar).

Oleh karenanya, secerdas apapun pemimpin dan setajam apapun pengkritik, kalau tak ada alat penyambung sebagaimana wayar itu, apa yang diangkat dalam “Topik Masalah” tak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Pemimpin yang baik adalah yang mau mendengarkan keluh kesah masyarakat kemudian menerapkannya demi kepentingan rakyat banyak, bukan mendengar kepentingan dirinya, kolega dan golongan.

Apa yang di sampaikan Abu Bakar RA, Sang fenomenal, ketika menggantikan suksesi setelah meninggal Nabi Muhammad SAW di atas podium pertamanya, patut untuk kita simak. Seperti katanya berikut ini di masa Kekhalifahan.

“Saudara-saudara, hari ini kalian telah mempercayakan kepada saya sebagai pemimpin kalian meski saya bukanlah yang terbaik di antara kalian. jika saya bertindak benar, bantulah, tetapi jika saya bertindak salah luruskanlah. Kejujuran adalah kepercayaan dan kebohongan adalah penghianatan.

Orang-orang yang lemah di antara kalian, akan menjadi kuat di mata saya. saya akan memberikan hak mereka, insya Allah. Orang-orang yang kuat di mata kalian, adalah lemah di mata saya, saya akan mengambil hak-hak mereka, insya Allah.***.

#penulis adalah Wartawan Harian SUMUT24

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan 2026  Ahmad Afandi Harahap: Medan Harus Tumbuh Bukan Hanya Secara Fisik, Tapi Juga Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa
Bank Sumut Gelar Pojok Sehat, Program Rutin Bagi Nasabah Pensiunan
Selamat Hari Bhayangkara ke-80: Polri Semakin Presisi, Profesional, dan Pengabdian Dicintai Masyarakat
komentar
beritaTerbaru