DELISERDANG I SUMUT24.co
Belum tercapainya percepatan pembangunan dan kesejahteraan secara merata, masyarakat Deliserdang kembali menggulirkan isu pemekaran, Isu itu diutarakan Tokoh Deliserdang Syarifuddin Rosa. dan berharap pemekaran itu segera dilakukan karena sudah saatnya.
Baca Juga:
Tokoh Pemekaran Deliserdang Syarifuddin Rosa kepada Wartawan, Selasa (18/2) mengatakan, selama ini kita sudah bosan mendengar janji perecepatan pembangunan dan kesejahteraan yang akan diberikan kepada masyarakat di deliserdang khususnya daerah dapil 6 dan pegunungan. sampai saat ini pemerataan pembangunan dan kesejahteraan belum dirasakan masyarakat secara merata. Untuk itu, pria yang pernah jadi wakil rakyat tersebut  lebih mendukung Deliserdang segera dimekarkan.
Kata Bung Rosa, tidak perlu lagi diuji persyaratannya. Alasannya, dalam UU No. 23 Tahun 2014, daerah dapil 6 telah memenuhi syarat untuk dimekarkan dan tidak perlu lagi minta percepatan pembangunan dari Deliserdang. Sebab, percepatan pembangunan itu murni kewajiban pemerintah untuk masyarakatnya, sedangkan pemekaran adalah hak rakyat dengan tidak melanggar dari undang – undang tersebut.
Lebihlanjut Rosa, Pro kontra itu biasa. Mari saling membuka diri untuk mendiskusikannya selagi masih dalam lingkaran NKRI . Kita harus beŕpikir untuk anak cucu kedepan bukan hanya saat ini saja. Karena Deli Serdang ini bukan pusaka kita tetapi titipan generasi yang akan datang.
Itulah ungkapan mantan politisi dua periode 2004-2014 Syafruddin Rosa atau lebih akrab di panggil Bung Rosa, saat kami bincang bincang terkait alasannya untuk pemekaran Deli Serdang menjadi tiga Kabupaten. Rabu (19/2/2920) di teras rumahnya Jalan Batang Kuis- Lubuk Pakam Deli Serdang.
Menurut Bung Rosa, ada 7 hal penting yang kita ketahui dan segera diterapkan. Yang pertama,Camat, Kepala Desa dan Kepala Dusun wajib punya data penduduk Miskin di daerahnya. Jika perlu ada tanda / stiker  di depan rumahnya. Dengan demikian masyarakatpun mudah memantau dan membantunya.Data ini sangat penting. Sebab dengan data itulah kita melihat sampai sejauh mana proteksi negara kepada mereka.
Bung Rosa beralasan, dengan data itulah akan bisa dibuat rumusan, kenapa mereka makin miskin dan bagaimana agar tidak miskin lagi.Untuk cros program, data ini juga sebagai dasar warga untuk menerima manfaat termasuk yang rawan saat ini banyak orang miskin yang belum punya KIS.
Kalau dulu tak ada masalah karena masih ada JAMKESDA tuturnya.
Hal yang kedua tambahnya,
Dalam rangka merealisasikan RPJMD  khususnya  visi Bupati tentang mewujutkan manusia Deli Serdang yang RELIGIUS, maka diperlukan aksi atau program di setiap desa berupa ; setiap desa wajib membuat pusat pembelajaran ALQUR AN  .
Program ini juga berhubungan dengan program Nasional tentangt MTQ yang sebentar lagi akan digelar ditingkat kabupaten. Urainya.
Lanjutnya lagi hal yang ke tiga, Perlu diberdayakan secara optimal dan profesional Polisi Desa ( Poldes) Mereka sudah ditugaskan didesa, tetapi perlu perubahan kinerja guna membasmi penyakit masyarakat. Berupa Judi yang ada bandar maupun judi permainan. Polisi Desa dengan seragamnya terus berkomunikasi dengan anak anak muda di dusun dusun dan menjadi contoh dusun ke dusun. Beliau kampanye membasmi penyakit masarakat tersebut dengan demikian Masyarakat / pemuda pasti takut melakukakan kesalahan dimaksud. Poldes sudah tau itu , apakah judi maupun sabu. Masyarakat siap mendukung tetapi poldes yang didepan. “Jangan pula  “tongkat yang membawa rebah ”  ha ha ha ungkapnya tertawa.
Ditambahkannya lagi hal yang Keempat, Pemerintah / Negara perlu membuat terobosan bagaimana Assimilasi antara Cina dgn Pribumi bisa terjadi.
Kalau saat ini hal itu semakin hari semakin jauh. Dan jurang kesenjangan semakin hari semakin lebar. Masalah ini seperti api dalam sekam. Kalau hal ini terus di biarkan kita tinggal Menunggu waktu untuk meledaknya. “Ini masalah sangat serius Bagi anak bangsa kedepan. Jangan di anggap sepele, Ungkapnya dengan mimik muka sedikit agak tegang.
Lanjutnya yang Kelima, Lapangan pekerjaan semakin hari semakin sulit. Dilain pihak waktu masyarakat banyak terbuang, alam subur dan menjanjikan tetapi Mental Kewiraswastaan generasi muda  sangat minim. Mindset mereka hanya makan gaji dan makan gaji.
Sehingga tamatan sekolah dengan lapangan pekerjaan jaraknya semakin lebar. Yang lebih parahnya belum ada terobosan pemerintah  untuk merobah mindset tersebut.
“Bagaimana mental enterprenius generasi muda (siswa ) kita meningkat”, Terang ber-argumen. Sambungnya lagi yang Keenam,
Untuk Pertanian Batang Kuis ,Beringin dan sebahagian P.Labu saat ini kami berdoa semoga proyek WADUK Sei Serdang bisa cepat selesai sesuai dengan rencana, dapat mengairi sawah di kiri kanan sungai  yang saat ini lagi tahap pengerjaan. Ini harapan masyarakat yangg sudah puluhan tahun. Dan yang ketujuh, Masyarakat berharap agar Perda RTRW bisa segera diterapkan, khususnya di dapil 6 ini. Kami berharap UU Perlindungan tanaman pangan dà pat terealisasi dan perubahan peruntukan juga bisa dihindari.
Di dapil 6 ini perlu ada ketegasan dimana saja areal tà naman pangan , berapa luasnya,
Denga demikian dapat diproteksi termasuk keringanan PBB nya sesuai amanat Perda.
Diakhir dialok dengan SUMUT24, Syafruddin berharap, Ketujuh Diagnosa tersebut kami yakin perubahannya akan terlihat di kabupaten Deli Serdang. Belajar dari Nias , Taput , Tapsel  dan lain sebagainya, sudah saatnya kita bersama menggagas deli serdang ini dimekarkan menjadi tiga Kabupaten guna percepatan kesejahteraan rakyatnya.
Adapun pembagian Kabupaten menurut pemikir perubahan ini, Kabupaten Deli Hulu dengan Pancur Batu ibukotanya, Deli Hilir dengan Saentis ibukotanya  dan Kabupaten Induk itu sendiri, tutupnya.( Hari’S).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News