Selasa, 31 Maret 2026

Seorang Ibu Wakili Wisuda Putrinya yang Wafat, Wisuda 803 Lulusan Unpab 

Administrator - Minggu, 19 Januari 2020 14:02 WIB
Seorang Ibu Wakili Wisuda Putrinya yang Wafat,  Wisuda 803 Lulusan Unpab 

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Suasana gembira di saat prosesi wisuda 803 lulusan Universitas Pancabudi (Unpab), Sabtu (18/1), di Gedung Selecta Medan, mendadak sedih. Pasalnya, seorang ibu maju ke depan di saat nama putrinya dipanggil. Ibu tersebut mewakili putrinya bernama Novi Widiyanti, program studi sistem komputer yang wafat pada November lalu.

Novi Widiyanti telah mampu menyelesaikan skripsi dan harusnya diwisuda bersama ratusan teman-temannya.

Tampak, ibu yang bernama Aminah itu tidak bisa membendung air matanya hingga tumpah di hadapan Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM dan Pembina Yayasan Profesor Haji Kadirun Yahya Hj Sri Hayati.

Sontak seluruh wisudawan beserta orang tua mahasiswa terharu dan tidak sedikit yang meneteskan air mata. “Anak saya meninggal dunia pada 8 November 2019 lalu. Anak saya sakit sejak September setelah ia menyelesaikan skripsi,” jelas Aminah sembari tak mampu menahan tangis.

Aminah mengatakan bahwa sakitnya hanya sebentar, anaknya mengalami demam kemudian dengan waktu yang tidak lama juga mengakibatkan komplikasi.

“Mewakilinya pada acara wisuda ini perasaan saya campur aduk, saya tidak tau apakah saya senang atau saya sedih, saya tidak tau,” katanya sambil terisak.

Pihak universitas memberikan penghargaan khusus buat mahasiswi yang selama hidupnya mengenyam pendidikan di Unpab termasuk anak yang baik itu.

Piagam langsung diserahkan Rektor Unpab kepada ibu Aminah dan dilanjutkan dengan memberikan bunga agar ibu Aminah semangat dan juga sebagai simbol penghargaan buat putrinya yang telah mampu menyelesaikan skripsi dan lulus dengan baik.

“Kita apresiasi mahasiswi kita yang telah meninggal dunia dimana ibunya yang mewakilinya pada wisudanya hari ini,” kata Rektor.

Sebelumnya, Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM di depan wisudawan mengingatkan, bahwa tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan tinggi. Ini agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan.

“Pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 sangat berpengaruh terhadap karakteristik pekerjaan yang ada saat ini, dimana ketrampilan dan kompetensi menjadi hal pokok yang perlu diperhatikan. Karena di era revolusi industri 4.0 integrasi pemanfaatan teknologi serta internet yang begitu canggih dan masif juga sangat mempengaruhi adanya perubahan perilaku dunia usaha dan dunia industri, perilaku masyarakat dan konsumen pada umumnya,” kata Isa.

Dikatakannya, karakteristik di era revolusi industri tersebut meliputi digitalisasi, optimation dan cutomization produksi, otomasi dan adaptasi, interaksi antara manusia dengan mesin, value added services and business, automatic data exchange and communication, serta penggunaan teknologi informasi.

“Oleh karena itu, dunia pendidikan dan industri harus mampu mengembangkan strategi transformasi industri dengan mempertimbangkan sektor sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya. Tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pendidikan Tinggi agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan,” kata rektor.

Di sela-sela wisuda, Rektor Unpab HM Isa Indrawan juga menandatangani notakesepahaman kerjasama dengan sejumlah Kesultanan di Sumut. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GARUDA 08, SYAMSUL RIZAL : MENGECAM SIKAP AGRESIF TENTARA ISRAEL ATAS KEMATIAN ANGGOTA TNI DI LIBANON
DPRD Padangsidimpuan Bedah Kinerja Pemko 2025, LKPJ dan Pasar Sangkumpal Bonang Disorot Tajam
Musrenbang RKPD 2027 Tapsel Digelar, Kapolres Yon Edi Winara: Stabilitas Keamanan Kunci Sukses Pembangunan
Resmi! Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan Resmikan Kantor Bupati Padang Lawas yang Baru, Era Pelayanan Publik Lebih Modern Dimulai
Masuk RS karena Lambung, Pulang Tanpa Tangan: RS Permata Madina Disomasi Diduga Malapraktik
Tapsel Bangkit! Musrenbang 2027 Jadi Titik Awal Ekspansi, Ini Penegasan Staf Ahli Gubernur Sumut Dr. Achmad Fadly Dalimunthe
komentar
beritaTerbaru