Selasa, 31 Maret 2026

Direktur PECI Indonesia : Kedaulatan Rakyat Dasar Martabat Bangsa

Administrator - Selasa, 07 Januari 2020 02:54 WIB
Direktur PECI Indonesia : Kedaulatan Rakyat Dasar Martabat Bangsa

MEDAN I SUMUT24.co Bung Hatta sebagai seorang Proklamator dan Bapak bangsa ini mengatakan bahwa, Kedaulatan Rakyat itu sebagai” Jantung Bangsa”. Lebih dri itu , Rakyat merupakan “ Jantung Hati Bangsa” , artinya tanpa rakyat yang memiliki Kedaualatan & Kekuasaan ( SOVEREINITEIT ), Pemerintah maupun Suatu Negara tidak ada artinya apa apa, Ungkap Direktur PECI H Syahrir Nasution kepada Wartawan, Selasa (7/1). Menurutnya, Tinggi rendah nya derajat suatu bangsa itu ditentukan oleh Rakyat tersebut. Justru itu hidup mati nya Indonesia Merdeka ini akan ditentukan oleh semangat rakyat nya memperjuangkan Kedaulatan tersebut, seperti Kasus Natuna yang sudah diklaim bangsa china dan itu harus kita pertahankan demi kedaulatan NKRI, tegasnya. Penganjur penganjur orang-orang terpelajar / Intelektual nya “ Berarti dan Ada” bila ada kesadaran dan keinsyafan akan kedaulatan dirinya. Banyak pihak merupakan salah satu tonggak yang fundamental ini dalam kehidupan berbangsa & bernegara pada saat ini. Pihak-pihak itu adalah: ke 3 kekuasaan yang ada di NKRI ini yakni, Lembaga LEGISLATIF , EKSEKUTIF & JUDIKATIF. Mereka-mereka telah hampir melupakan fungsi nya masing-masing dalam menjalan kan roda kekuasaannya untuk melindungi rakyat. Kalaupun ada dri ketiga kekuasaan ini menjalankan nya secara konsekwen dan bijak hanya sekedar lipstiks belaka. Azas kerakyatan mengandung arti ; bahwa Kedaulatan ada ditangan Rakyat. Seluruh Hukum (Recht), UU , Peraturan-peraturann negara ini haruslah bersumber pada perasaan keadilan & Kebenaran yang hidup dlm hati rakyat yang banyak, dan aturan penghidupan haruslah sempurna dan membahagiakan rakyat jika ianya beralaskan Kedaulatan Rakyat. Azas kedaulatan rakyat inilah yang menjadi sendi pengakuan oleh semua jenis manusia yang beradab. Dimana bahwa tiap-tiap bangsa mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Agar tercapai suatu masyarakat yang berdasar Keadilan & Kebenaran itu , haruslah rakyat sadar akan Haknya & Harga Dirinya serta berhak menentukan nasibnya sendiri.Tanpa ketergantungan pd Negara lain. Menolak subordinasi dan humiliasi merupakan suatu keharusan bagi rakyat / bangsa yg Merdeka. Masa penjajahan dahulu adalah: masa subordinasi,, Diskriminasi ,& Humiliasi di segala bidang kehidupan. Mengakhiri masa penjajahan adalah mengakhiri Subordinasi dan Diskriminasi tersebut serta menegakkan Emansipasi. Kemandirian sudah menjadi suatu tuntutan Politis bagi Indonesia Merdeka. Kemandirian adalah bagian integral dari makna Merdeka itu sendiri. Tidak ada kemerdekaan yg Genuine tanpa kemandirian Oleh karena Kemandirian memberikan martabat bagi bangsa yang mengaku Kemerdekaan itu. Martabat bangsa Merdeka tidak tergantung pd Bangsa Asing/ Lain, tidak berada dlm Protektorat, Tersubordinasi , artinya : Tidak dalam Jeratan (Cengkeraman) Negara asing. Begitujuga Kemandirian: adalah martabat bangsa yang diraih sebagai hasil perjuangan berat menuntut Hak Kemerdekaan dari Humiliasi dan Diskriminasi. Mencapai kemandirian menjadi penegakan misi suci yang Kodrati.(Red)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
komentar
beritaTerbaru