Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
kota
MEDAN I SUMUT24.co Bung Hatta sebagai seorang Proklamator dan Bapak bangsa ini mengatakan bahwa, Kedaulatan Rakyat itu sebagai†Jantung Bangsaâ€. Lebih dri itu , Rakyat merupakan “ Jantung Hati Bangsa†, artinya tanpa rakyat yang memiliki Kedaualatan & Kekuasaan ( SOVEREINITEIT ), Pemerintah maupun Suatu Negara tidak ada artinya apa apa, Ungkap Direktur PECI H Syahrir Nasution kepada Wartawan, Selasa (7/1). Menurutnya, Tinggi rendah nya derajat suatu bangsa itu ditentukan oleh Rakyat tersebut. Justru itu hidup mati nya Indonesia Merdeka ini akan ditentukan oleh semangat rakyat nya memperjuangkan Kedaulatan tersebut, seperti Kasus Natuna yang sudah diklaim bangsa china dan itu harus kita pertahankan demi kedaulatan NKRI, tegasnya. Penganjur penganjur orang-orang terpelajar / Intelektual nya “ Berarti dan Ada†bila ada kesadaran dan keinsyafan akan kedaulatan dirinya. Banyak pihak merupakan salah satu tonggak yang fundamental ini dalam kehidupan berbangsa & bernegara pada saat ini. Pihak-pihak itu adalah: ke 3 kekuasaan yang ada di NKRI ini yakni, Lembaga LEGISLATIF , EKSEKUTIF & JUDIKATIF. Mereka-mereka telah hampir melupakan fungsi nya masing-masing dalam menjalan kan roda kekuasaannya untuk melindungi rakyat. Kalaupun ada dri ketiga kekuasaan ini menjalankan nya secara konsekwen dan bijak hanya sekedar lipstiks belaka. Azas kerakyatan mengandung arti ; bahwa Kedaulatan ada ditangan Rakyat. Seluruh Hukum (Recht), UU , Peraturan-peraturann negara ini haruslah bersumber pada perasaan keadilan & Kebenaran yang hidup dlm hati rakyat yang banyak, dan aturan penghidupan haruslah sempurna dan membahagiakan rakyat jika ianya beralaskan Kedaulatan Rakyat. Azas kedaulatan rakyat inilah yang menjadi sendi pengakuan oleh semua jenis manusia yang beradab. Dimana bahwa tiap-tiap bangsa mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Agar tercapai suatu masyarakat yang berdasar Keadilan & Kebenaran itu , haruslah rakyat sadar akan Haknya & Harga Dirinya serta berhak menentukan nasibnya sendiri.Tanpa ketergantungan pd Negara lain. Menolak subordinasi dan humiliasi merupakan suatu keharusan bagi rakyat / bangsa yg Merdeka. Masa penjajahan dahulu adalah: masa subordinasi,, Diskriminasi ,& Humiliasi di segala bidang kehidupan. Mengakhiri masa penjajahan adalah mengakhiri Subordinasi dan Diskriminasi tersebut serta menegakkan Emansipasi. Kemandirian sudah menjadi suatu tuntutan Politis bagi Indonesia Merdeka. Kemandirian adalah bagian integral dari makna Merdeka itu sendiri. Tidak ada kemerdekaan yg Genuine tanpa kemandirian Oleh karena Kemandirian memberikan martabat bagi bangsa yang mengaku Kemerdekaan itu. Martabat bangsa Merdeka tidak tergantung pd Bangsa Asing/ Lain, tidak berada dlm Protektorat, Tersubordinasi , artinya : Tidak dalam Jeratan (Cengkeraman) Negara asing. Begitujuga Kemandirian: adalah martabat bangsa yang diraih sebagai hasil perjuangan berat menuntut Hak Kemerdekaan dari Humiliasi dan Diskriminasi. Mencapai kemandirian menjadi penegakan misi suci yang Kodrati.(Red)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
kota
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada
kota
sumut24.co ASAHAN, DPRD Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) B
News
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota