Selasa, 31 Maret 2026

Mencuat Saat Reses Yusuf Tarigan SE, 700 Ha sawah terancam gagal Panen

Administrator - Senin, 06 Januari 2020 17:32 WIB
Mencuat Saat Reses Yusuf Tarigan SE, 700 Ha sawah terancam gagal Panen

 

Baca Juga:

LANGKAT l SUMUT 24 Mencuat saat reses Yusuf Tarigan SE  anggota DPRD Langkat dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) pada Senen, 06/01 di dusun Kampung Baru desa Sukarakyat kecamatan Bahorok- Langkat. Tidak ada pupuk subsidi diterima petani sawah untuk tahaf dua dibulan Desember dan tahaf tiga dibulan Januari tahun ini. Akibatnya tanaman padi saat ini di Daerah Irigasi (DI)  Timbang Lawan menguning tak terawat. Berdampak terhadap produksi serta 700 Ha lahan sawah terancam gagal panen. Pupuk bersubsidi seperti Urea,  NPK Ponskha, ZA dan SP 36 tak kunjung diterima petani. Hal demikian disampaikan ketua kelompok tani (poktan)  Makmur desa Timbang Lawan,  Mujahidin disaat reses. Selain itu,  Mujahidin juga menyampaikan agar pemkab Langkat membangun infrastuktur /jalan produksi pertanian dipersawahan untuk mempermudah jalur transportasi urainya. Kontan saja,  Yusuf Tarigan kaget dan berjanji secepatnya mempertanyakan dan berkordinasi dengan dinas pertanian serta kepala bagian (kabag) perekonomian pemkab Langkat tentang kelangkaan pupuk bersubsidi yang menjadi hak petani. Tarigan yang juga ketua komisi B DPRD Langkat meminta masyarakat untuk tidak perlu sungkan menyampaikan keluhan/aspirasi untuk pembangunan dan kemajuan bersama. Legislator partai berlambang kepala Banteng itu menegaskan kita kawal secara bersama usulan pembangunan sehingga ter-akomodir dan ter-ealisasi pungkasnya. Selain itu usulan juga disampaikan kepala desa Sukarakyat, Heriyanto dikatakannya hingga kini dusun Sebatu belum ada tiang PLN beton /besi sehingga kabel yang dialiri arus tegangan tinggi itu semberaut bahkan sebagian menyentuh tanah. Berbahaya bagi ternak dan anak -anak, sebelum jatuh korban selayaknya hal dimaksud secepatnya dibenahi pihak PLN ujar kades. Pengaspalan jalan desa /dusun serta prasarana pendukung juga diusulkan. Ditempat yang sama kades Perkebunan Bungara,Nuraini menyampaikan saat ini warga desa itu kesulitan jaringan sinyal akibat belum ada menara tower di daerah perkebunan London Sumatera (Lonsum) sehingga masyarakat belum bisa mengakses internet kata Nuraini. Sementara Ranjit warga Sukarakyat mengeluhkan debu dimusim kemarau dijalan utama. Pasalnya truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit perusahaan Lonsum Bungara setiap saat melintas. Tidak pernah disiram air akibatnya masyarakat hanya mendapatkan debu yang dapat mebgganggu kesehatan urai Ranjit. Bantuan ternak serta pelestarian seni budaya dan fasilitas seragam juga diusulkan warga termasuk ketentuan berobat bagi pemilik kartu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Diakhir reses Yusuf Tarigan menyimpulkan hal yang diusulkan akan diva has dan disampaikan pada  paripurna 13/01 mendatang pungkasnya. (mit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
komentar
beritaTerbaru