Selasa, 31 Maret 2026

Distan Tapsel Terus Galakkan Tanam Padi Sistim Jarwo

Administrator - Senin, 06 Januari 2020 14:23 WIB
Distan Tapsel Terus Galakkan Tanam Padi Sistim Jarwo

 

Baca Juga:

Tapsel | Sumut24

Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan terus menggalakkan pola tanam padi dengan sistim Jarwo (Jajar Legowo), bahwa dengan gerakan tanam padi dengan sistem jajar legowo ini bertujuan meningkatkan produktifitas padi.

Demikian dikatakan Kadis Pertanian Daerah Kabupaten Tapsel, Ir.Bismark M Siregar didampingi Kabid Tanaman Pangan,Iswal P Siregar.SP diruang Kerjanya Senin (6/1). Dikatakan Bismark, Cara tanam seperti ini merupakan salah satu teknik yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi.

“Selain itu, penanaman padi dengan sistem jajar legowo ini dapat memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian hama pengganggu tanaman,” ujar Bismark.

Kegiatan pola tanam jajar legowo ini sebenarnya sudah lama disosialisasikan, namun masih banyak masyarakat yang enggan beralih dari pola lama. “Kiranya masyarakat Petani Kabupaten Tapsel dapat menerapkan sistem jajar legowo demi keberhasilan swasembada pangan,” kata Bismark.

Bismark juga mengucapkan terimakasih kepada warga petani yang telah menerapkan penanaman padi dengan sistem legowo selama ini.

“Kami tidak akan letih memberikan motivasi dan secara fokus membantu petani dalam mewujudkan keberhasilan pangan di daerah ini,” jelasnya.

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan, Iswal P Siregar SP, mengatakan, ada 4 Metode Pola Tanam di Tapsel, yang pertama, Jajar Legowo, Metode Aston, Metode SRI dan Metode Tabela, namun yang paling banyak diterapkan adalah Metode Jajar Legowo,” ucap Iswal.

Selain itu, keunggulan Metode Jarwo adalah meningkatnya produktivitas padi secara otomatis 30 Persen dibanding pola lama. Kata Iswal lagi, Metode Jarwo menggunakan 4:1, 2:1, dan 3:1.

Kemudian untuk Bibit Iswal menyarankan menggunakan label Biru karena sudah disertifikasi BPSB. Sedangkan untuk Pupuk dianjurkan Pupuk Urea denga dosis 250 Kg/ Hektare, TSP 150 Kg/Hektare dan KCL 150 Kg/Hektare.

Untuk Kabupaten Tapsel ada 4 Kecamatan penyangga Padi yaitu Kecamatan Batang Angkola, Sayurmatinggi, Tantom Angkola dan Kecamatan Angkola Timur dan Kabupaten Tapsel surplus,” pungkas Iswal.(mat)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
komentar
beritaTerbaru