Selasa, 31 Maret 2026

Kepala LLDikti Prof Dian  Sebut Unpab Tua-Tua Keladi  

Administrator - Senin, 06 Januari 2020 06:02 WIB
Kepala LLDikti Prof Dian  Sebut Unpab Tua-Tua Keladi   

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara (Sumut) Prof Dian Armanto menyebut Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) tua-tua keladi, yaitu makin tua makin menjadi.

“Kalau manusia di usia 58 sudah mulai digerogoti tanda-tanda ketuaan. Tapi beda dengan perguruan tinggi seperti Unpab, tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Mahasiswa makin banyak. Pembelajaran makin bagus dan tingkat kepercayaan masyarakat makin tinggi,” kata Prof Dian pada perayaan Milad (hari lahir) ke-58 Unpab, di Kampus Unpab, Sei Sikambing Medan,kemarin.

Hadir dalam acara itu, Pembina Yayasan Prof Haji Kadirun Yahya (pengelola Unpab) Hj Sri Hayati, Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM dan petinggi Unpab.

Dikatakan Dian, Unpab kini seperti mutiara. Semakin tua semakin berkilau. “Mutiara itu istimewa, semua orang suka. Permatalah satu-satunya perhiasan yang tak lekang oleh waktu. Dan Unpab adalah sebuah mutiara yang tak lekang oleh waktu. Dan di usia 58 tahun Unpab makin pesat dan tak lekang di masa depan,” katanya.

Dikatakannya, Unpab dibangun dari sebuah kepedihan. Seperti mutiara yang dibangun dari kerang yang dimasukkan sebutir pasir. Lalu kerang diramu sedemikian rupa dengan enzim-enzim yang ada di dalamnya, sehingga menjadi mutiara yang sangat luar biasa.

Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM mengatakan, pihaknya telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka menyongsong milad ke-58 Unpab. Dimulai dari bazar, jalan santai, fetival tari, MTQ antar mahasiswa, pesta makan ikan gratis bersama masyarakat sebanyak satu ton di Danau Siombak Marelan.

“Kemudian, Unpab bekerjasama dengan Kadin Sumut mengolah sampah rumah tangga menjadi gas O3 dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah lingkungan yang disebut ekoenzim. Hasil olahan sampah ini menghasilkan 2.000 liter gas 03 yang akan dipakai untuk membersihkan Sungai Sikambing,” kata rektor.

Selain itu, civitas akademika Unpab juga melakukan donor darah, khitan massal di sejumlah kecamatan di Sumut. Kemudian berbagi rezeki dengan 1.000 anak yatim dan duafa.

Kelahiran Unpab diawali pendirian yayasan oleh Prof Dr H Kadirun Yahya pada 1956. Prof Kadirun Yahya adalah guru Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), pernah manjadi staf persenjataan perang di Bukit Tinggi, dan seorang ahli kimia dan ahli tasauf majelis zikir Tariqat Naqshabandiyah. Kemudian Desember 1961 berdiri Sekolah Tinggi Metafisika berubah menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab). “Sekarang di Unpab ada sekitar 17 ribu mahasiswa,” kata Isa Indrawan.(C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
komentar
beritaTerbaru