Di Muara Selat Malaka, Bupati Asahan Kibarkan Bendera Raksasa : Indonesia Jaya Juga di Lautan
sumut24.co ASAHAN, Semarak kemerdekaan Republik Indonesia ke81 tahun meluap hingga ke perairan Kabupaten Asahan. Selasa (11/08/2026), seki
News
LIMA PULUH | SUMUT24
Baca Juga:
Bakri (54) warga Dusun IX Desa Mangke Lama, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara memang tergolong prasejahtera. Duda tua yang hanya bekerja meraut lidi sawit dan mencari brondolan sawit ini sehari harinya berpenghasilan Rp 10- 15 ribu per hari.
Itulah yang dilakoninya untuk biaya hidup bersama seorang putrinya Sumiaty (11) yang baru duduk di Kelas II Sekolah Dasar (SD).
Penghasilan jauh di bawah UMR tak memungkinkan rasanya untuk bisa mengecam kemewahan. Apalagi saat ini ia tinggal di gubuk tua warisan orang tuanya yang kini kondisinya sudah nyaris rubuh termakan usia. Bahkan sebagian rumahnya tanpa dinding, atap mulai bocor dan dapur berlantaikan tanah. Kehidupan Bakri dilengkapi pula dengan menu makanan yang ala kadarnya.
Saat SUMUT24 (26/4) ke kediaman Bakri, terlihat sayur gori dan sambal tempe tersisa dalam steling tempatnya menyimpan makanan yang terletak di sudut dapurnya yang tidak berdinding.
Periuk dan kuali menghitam di atas tunggu perapian kayu bakar juga melengkapi ‘carut marut’ tatanan di dapurnya yang belum lama ini rubuh.
Bakri dan Sumiaty yang sedang meraut lidi sawit didekat dapur reotnya terkesan pasrah dengan ketidak mampuannya. “Gimana mau memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja pun tidak tercukupi. Kadang-kadang cuma makan sekali dalam sehari. Usaha cuma meraut lidi dan mencari brondolan sawit kampung dengan penghasilan Rp 10 – 15 ribu per hari. Itulah penghasilan yang harus kami pada-padai,” ucapnya.
Dia juga mengaku tidak mendapat dana PKH, tapi dia pernah dapat dana BLSM dan jatah raskin. “Nggak dapat dan nggak tau apa masalahnya, kalau kami tentulah berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Bakri juga mengaku kalau Pemerintahan Desa pernah mendata dirinya sebagai calon warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), namun lantaran surat tanah / tapak rumah yang ditempatinya ‘digadaikan keluarganya di Bank, itu menjadi kendala baginya untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah.
“Ya kepingin kali ditinjau pak bupati apalagi pak bupati punya keluasan rizki bisa membantu kami,” ungkap Bakri disambut senyum putrinya.
Kepala Desa Mangke Lama, Sardalisyah Purba membenarkan Bakri salah satu warga desanya yang tergolong miskin. Pihaknya sudah berusaha mendaftarkan Bakri sebagai calon penerima bantuan RTLH, namun persyaratannya ketika itu belum lengkap. “Kami akan terus berupaya agar bantuan bisa dia dapatkan,” kata Kades.(jo)
sumut24.co ASAHAN, Semarak kemerdekaan Republik Indonesia ke81 tahun meluap hingga ke perairan Kabupaten Asahan. Selasa (11/08/2026), seki
News
Platform Boleh Berubah, Karya Pers Harus Tetap Berpegang pada Kaidah JurnalistikOleh Dr Teguh Santosa, Ketua Umum PP JMSITikTok, Instagram,
Info
SIDANG SMARTBOARD LANGKAT JEJAK FEE Rp19 MILIAR, CHAT WHATSAPP DAN SPK &ldquoMISTERIUS&rdquo TERBONGKAR
kota
Tim Cara&rsquode BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
kota
KETUM PNPI SYAMSUL RIZAL BERIKAN APRESIASI TINGGI KEPADA MENKO POLKAM DJAMARI CHANIAGO
kota
GANNAS Jabar Apresiasi Razia Narkoba di THM Bandung, Serukan Perlawanan Bersama
News
sumut24.co Medan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia Medan terus meningkatkan pelayanan sebagai wujud nyata ditengah masyarakat yang keter
kota
Dana RDN Rp2,58 Miliar Dipersoalkan, Paramitra Alfa Sekuritas Gugat BCA ke PN Jakarta Pusat
kota
Simpan Shabu di Kantong Celana, 2 Warga Sergai Ditangkap Sat Narkoba Polresta Deli Serdang
kota
MEDAN SUMUT24.CO Perjalanan kepemimpinan duet Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap telah
News