Minggu, 28 Juni 2026

Administrator - Selasa, 19 November 2019 14:18 WIB

Dr. Muryanto : Media dan Perguruan Tinggi Harus Ikuti Era Digitalisasi

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara Dr Muryanto Amin SSos MSi mengatakan, mau tidak mau media dan perguruan tinggi harus mengikuti era digitalisasi. Karena, jika tidak mengikuti prubahan, media dan perguruan tinggi akan ditinggalkan masyarakat.

“Saat ini banyak sekali muncul media-media baru yang banyak berinovasi di era digitalisasi. Orang-orang juga tidak membaca satu pemberitaan saja. Nah, jika media mainstream tidak mengikuti perkembangannya, maka akan tertinggal dari media baru tersebut,” kata Muryanto Amin, kemarin.

Begitu juga perguruan tinggi, harus cepat merespon perubahan digitalisasi. “Kita tidak mungkin bertahan dari zona-zona yang nyaman. Sementara, di luar sana orang-orang sudah harus berpacu mengejar ketertinggalannya. Dosen, misalnya, harus mampu memanfaatkan teknologi informasi agar tidak dianggap bodoh oleh mahasiswanya,” kata Muryanto.

Diakuinya, saat ini USU sendiri memang sudah berada di kluster satu rangking perguruan tinggi nasional. Peringkatnya juga meningkat dibandingkan tahun lalu. Namun, jika tidak berubah dan tidak mampu meningkat lagi, maka USU bisa terlempar diganti dengan universitas lain.

“Ya, salah satunya adalah digitalisasi tadi. Sumber ilmu kan tidak hanya bisa didapatkan dari dosen saja. Tapi, dari mana-mana, termasuk digital. Tugas dosen lebih pada membina karakter mahasiswanya agar tidak jadi orang yang individualis. Apalagi, universitas itu institusi yang menguasai anak-anak usia produktif. Kalau perguruan tinggi gagal mengelola usia produktif, maka kita akan mengalami defisit pembangunan,” katanya.

Untuk itu, kata Muryanto, Perguruan Tinggi dan media harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

“Belajar harus sepanjang hayat. Fungsi perguruan tinggi hanya memberi fasilitas dan memberi koridor. Tapi, substansi materi lebih canggih dari dosen, dekan, program studi bahkan rektornya. Jadi, harus ada perubahan. Karena, bisa kita lihat sudah ada perusahaan yang merekrut karyawannya tidak lagi melihat pendidikannya, tapi skillnya,” katanya. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Semangat ‘Tampakna do Rantosna’, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
Modus Check-in Hotel Sindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
komentar
beritaTerbaru