Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
Serdang Bedagai|Sumut24
Menyikapi permasalahan isu yang menyebutkan bahwa ikan laut tercemar dan tidak aman dikonsumsi akibat bangkai babi yang terserang virus Hog Cholera, beberapa Kepala OPD di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Pemprovsu menggelar makan ikan bersama di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin, Senin (19/11).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat bahwa tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai.
Adapun beberapa Kepala OPD tersebut diantarayakni Kadis Kominfo Drs. H. Akmal, AP, M.Si, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Kadis Kelautan Perikanan Sri Wahyuni Pancasilawati S.P, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, Kadis Ketapang M. Aliuddin, SP, Kepala BPBD Henri Suharto, drh. Yusranaria Panjaitan dan Rustiati Harahap perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu.
“Kegiatan ini, guna memastikan bahwa ikan laut aman untuk dikonsumsi. Jadi, isu yang menyebutkan ikan laut tercemar dan tak aman dikonsumsi, hanya info sesat yang diembuskan oknum tak bertanggungjawab,â€ujar Kadis Kominfo Akmal M.Si.
Lebih lanjut disampaikan Kadis Kominfo, bahwa kegiatan makan ikan bersama yang diikuti oleh jajaran kepala OPD ini sebagai simbol, jika ikan yang ditangkap nelayan aman untuk kesehatan sekaligus menepis kabar bohong perihal terjangkitnya virus hog cholera terkontaminasi dengan ikan yang dipasarkan ke masyarakat.
“Jadi kami tegaskan, masyarakat jangan takut makan ikan. Karena tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai,â€ungkapnya.
Sedangkan Kadis Perikanan dan Kelautan Sri Wahyuni Pancasilawati S.P mengatakan, bahwa virus Hog Cholera hanya menyerang kepada babi tidak menular terhadap spesies lain. Jadi tidak ada hubungannya, apalagi ikan yang dikonsumsi masyarakat juga ditangkap jauh dari bibir pantai, yaitu sekitar 1-5 mil.
“Bangkai bangkai babi yang dibuang ini juga tidak sampai kelaut, seluruhnya tertahan di sungai. Jadi ikan ikan di laut tersebut aman untuk dikonsumsi,â€ujar Kadis Kelautan.
Sementara itu, ditempat yang sama, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut mengkonsumsi ikan, karena penularan virus kolera babi tidak bisa terjadi pada manusia atau kepada hewan beda jenis.
“Konsumsi ikan masih aman. Untuk itu tak perlu mengurangi selera dalam mengkonsumsi ikan. Nutrisi dan gizi yang bersumber dari ikan masih sangat diperlukan,â€ungkapnya.
Usai melakukan makan ikan bersama, rombongan OPD bersama-sama melakukan monitoring Sungai Bedagai untuk memantau, mengamankan dan mengubur bangkai babi yang terapung di atas aliran sungai.(Bdi)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota