Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24
Di era industri 4.0 saat ini, merupakan senjakala media massa, khususnya cetak, di mana sejumlah media mengalami penurunan oplah atau tiras penjualan ke publik.
Demikian dikatakan Ketua PWI Sumut, Hermanshah, dalam kegiatan ‘Kemah Kerja Jurnalistik (KKJ) yang digelar Kantor Humas, Protokoler, dan Promosi USU di Niagara Parapat, Sabtu (16/11).
Menurut Herman, sapaan akrabnya, hal ini akibat maraknya media sosial (medsos) dan lainnya, sehingga menggerus keberadaan media cetak.”Kondisi ini merata mulai dari daerah hingga nasional, bahkan di internasional seperti di negara Korea Selatan,” katanya.
Dikatakannya, hal ini merupakan tantangan berat bagi media cetak untuk terus bertahan dan tetap terbit menyapa pelanggannya.
Karenanya agar media cetak bisa bertahan, di sejumlah negara maju termasuk Korea mereka mulai bermetamorfosis (berubah bentuk) , menciptakan kemampuan inovasi teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan seluruh proses bisnis korporasi.
Kondisi ini juga melahirkan fenomena industri baru dengan meleburnya batas antara berbagai jenis media massa seperti koran, majalah, radio, televisi dan film yang saat ini semuanya bisa hadir bersama dalam satu ruang yang difasilitasi internet melalui kemudahan akses digital.
“Kesemuanya disebut konvergensi media. Jika ini dilakukan, hal ini akan mengurangi tekanan derasnya digitalisasi di media 4.0,” katanya sembari menyatakan hal ini mendorong proses ketika teknologi mobile dan digital dengan mendorong industri media menuju arah baru untuk melakukan integrasi, sinkronisasi dan konglomerasi.
Kondisi ini, ungkapnya, menyebabkan ancaman pengangguran akibat otomisasi, kerusakan alam akibat eksploitasi industri dan maraknya hoax akibat mudahnya penyebaran.
Karenanya, lanjutnya, ke depannya perlu peningkatan SDM wartawan sebagai kunci menghadapi perubahan cepat era revolusi industri 4.0. Selain menyiapkan kemajuan teknologi juga mutlak pengembangan SDM.
“Wartawan juga dituntut tidak hanya kompeten, tetapi juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan cepat yang terjadi. Era distrupsi, transportasi menjadi penting. Perusahaan harus lebih adaptif terhadap perubahan yang sedemikian cepat guna menjawab fenomena “masa depan adalah hari ini”. Di era ini, daya adiktif lah yang menjadi kunci keberhasilan,” katanya.
Turut menyampaikan paparan Dekan Fisip USU Dr Muryanto Amin dan Denny S Batubara dari Berita satu TV.(C04)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota