Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
Medan I Sumut24
Bimtek Nasional kepala desa maupun perangkat desa Pemkab Palas di Hotel Soechi, Senin (11/11) Dinilai menghamburkan uang negara, Pasalnya Bimtek tersebut selain peserta sepi juga tak jelas apa yang mau dibimtekkan. sempat terjadi aksi kucing-kucingan dilakukan petugas penyelenggara bimbingan teknis (Bimtek) Kabupaten Padanglawas yang berlangsung di Hotel Soechi, Jalan Cirebon, Medan, Senin (11/11/2019) lalu. Panitia penyelenggara kegiatan Bimtek kepala desa maupun perangkat desa di Kabupaten Padanglawas tampak ketakutan dan berusaha menyembunyikan kegiatan itu. Tak ada satupun petugas yang mau memberikan keterangan sekaitan kegiatan tersebut, berapa pesertanya, siapa pemateri bahkan berapa banyak yang hadir. Alih-alih memberi keterangan, kerisihan mulai tampak ketika panitia melarang wartawan untuk mengambil gambar situasi penyelenggaraan Bimtek. Setidaknya ada tiga ruangan di lantai lima Hotel Soechi yang digunakan untuk pelaksanaan Bimtek Administrasi Desa Pemkab Palas itu.
Ketiga pintu itu lantas dijagai rapat oleh penyelenggara Bimtek tersebut. Tujuannya agar wartawan tidak bisa mengambil foto pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Tolong, bang. Jangan ambil-ambil foto begitu,†kata perempuan berjilbab merah muda yang di meja ruangan Bimtek. Agaknya, dari apa yang dilakoni perempuan ini, ia merupakan salahsatu panitia pencatat kehadiran peserta Bimtek Kabupateb Palas.
Ketika dirinya ditanyai soal kegiatan Bimtek itu, berapa jumlah peserta yang hadir, perempuan ini terus mengelak. Ia berdalih kegiatan mereka hanya menjalankan perintah. “Saya tidak berwenang memberi jawaban, tanya ke pimpinan saya saja. Saya juga kurang tahu berapa orang yang hadir,†ujarnya. Sementara itu, salah seorang peserta Bimtek itu, Kepala Desa Binanga, Kecamatan Barumun Tengah, Dullah Sakti yang dikonfirmasi dalam kesempatan tersebut mengatakan biaya Bimtek itu mencapai Rp6 juta per kepala desa. Namun ketika ditanya lebih lanjut ada berapa banyak peserta yang ikut, ia tak tahu menahu. Sementara itu, di hari terakhir pelaksanaan Bimtek, Selasa (12/11/2019) tampak tak banyak peserta yang hadir. Ruang Bimtek cenderung sepi. Sejumlah bangku kosong dan hanya beberapa peserta yang mengikuti bimbangan adminstrasi tersebut. Menurut salahsatu peserta yang namanya yang tidak ingin disebutkan, mengatakan kekosongan itu karena ada beberapa peserta yang tidak mengikuti kegiatan bimbingan tersebut. “Ada sebagian peserta yang hanya berada di kamar dan keluar tidak mengikuti bimtek,” katanya saat ditanyai. Untuk diketahui, Pemkab Padang Lawas (Palas) mengumpulkan seluruh camat untuk menginstruksikan kepala mengikuti Bimtek Administrasi Desa dengan dana kelas nasional di Hotel Soechi, Medan. Namun, kegiatan bimtek itu mendapat kritikan dari salah satu pemerhati Anggaran Pemerintah Desa Kabupaten Palas, Hans, karena diduga menyalahi aturan. Menurut Hans, dalam undangan disebutkan aparatur desa se-Kabupaten Padang Lawas mengikuti Bimtek Nasional penggunaan buku administrasi desa, berbiaya Rp6 juta.
“Seharusnya pun anggaran standar bimtek setiap aparatur desa untuk tingkat nasional senilai Rp5 juta bukan Rp6 juta,” ungkapnya kepada wartawan di Medan, Sabtu (9/11). Ia menjelaskan, bimtek yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) ini, seharusnya diadakan di Sibuhuan atau di tingkat lokal saja. Hal ini lantaran Bimtek yang dilaksanakan hanya soal penggunaan buku administrasi desa. Menurut Hans, kuat dugaan ada andil Sekda kabupaten Palas dalam mobilisasi peserta di Bimtek yang terkesan dipaksakan dilaksanakan di Kota Medan. “Jelas Bimtek yang diadakan di Medan terlampau dipaksakan. Sebab, masuk dalam kategori tingkat nasional. Seharusnya itu bisa dilakukan tingkat lokal saja dengan anggaran Rp3 juta,” tuturnya. Diadakannya bimtek di Kota Medan, malah terang dia, akan menjadi temuan dan melanggar biaya bimtek standar nasional.
“Kita ketahui bersama bahwa dana yang dimasukkan dalam APBDes untuk kegiatan ini hanya untuk bimtek lokal dengan diadakannya di luar daerah, maka otomatis membutuhkan biaya perjalanan dinas sementara untuk dana perjalanan sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Palas, Arpan Nasution, saat dikonfirmasi wartawan, memang membenarkan diadakannya bimtek seluruh desa se Kabupaten Palas di Hotel Soechi Kota Medan. Namun, saat disinggung mengenai anggaran dananya kenapa sebesar Rp,6 juta, Arpan berdalih agar menanyakannya kepada Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Palas. katanya.(W05)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota