Sabtu, 27 Juni 2026

Bisnis Pasar Digital Miliki Tantangan Besar

Administrator - Kamis, 07 November 2019 14:47 WIB
Bisnis Pasar Digital Miliki Tantangan Besar

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa dari total 260 juta jiwa penduduk yang bisa mengembangkan 5 sektor kunci ekonomi internet, seperti Online travel, Online media, Ride Hailing, E-Commerce dan Digital Financial Services.

Namun sayangnya, problem utama yang dihadapi juga sangat besar terutama sumber daya manusia (SDM), fasilitas, pasar (market), regulasi dan undang-undang serta modal.

Demikian dikatakan Gubes Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Prof Dr Ir Budi Santoso ME pada Seminar Nasional Inovasi yang diadakan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer Universitas Prima Indonesia (FTIK UNPRI) di Istana Koki Medan Jalan T Cik Di Tiro Medan, kemarin.

Hadir disana Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes, Dekan FTIK UNPRI Abdi Dharma SKom, Winda Nia Purba, Rektor Universitas Bina Sarana Informatika Dr Mochammad Wahyudi MM MKom MPd dan CEO Pak Tani Digital Yosephine Natalitha Sembiring SE.

Prof Budi Santoso menjelaskan di era industri 4.0 ditandai dengan perkembangan Bisnis Startup di Indonesia. Sedangkan dalam revolusi industri ada 5 tantangan besar yang dihadapi saat ini di Indonesia antara lain, lemahnya talenta, aturan yang terlalu birokratis dan rumit, konsumen yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan, konsumen yang latah dan jaringan logistik yang tidak handal.

Sementara CEO Pak Tani Digital Yosephine Natalitha mengaku pasar digital pertanian Indonesia masalah umum yang dihadapi sekira 26 juta petani yang didominansi oleh para petani senior berumur 35 tahun ke atas (petani tua 87,14% lebih sesuai data BPS 2015).

Ironisnya, generasi muda sudah tidak mau lagi menjadi petani muda penerus bangsa. Artinya, regenerasi Petani berkisar 2% per tahun. Mereka hanyalah petani kecil dengan lahan dibawah 0,5 hektar luasnya.

Sedangkan petani guram 50% lebih dan besarnya pendapatan yang didapat oleh petani sering kali tidak sanggup mencukupi untuk kebutuhan tabungan.

Menurutnya, penyebab utama rendahnya harga komoditi petani tidak mampu memberikan harga penawaran yang terbaik dari komoditinya sendiri. Rendahnya posisi tawar sering tidak mampu untuk mendapatkan supplier akan alat, bahan pertanian yang diperlukannya.

“Minimnya akses supplier naik, turunnya harga suatu komoditas tidak dapat diprediksi dengan tepat, fluktuasi harga komoditi, keterbatasan akses informasi, permodalan dan kolaborasi serta minimnya akses transporter,” jelasnya.

Kondisi penetrasi digital sudah 50% tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi dan internet menjadi kebutuhan, sehingga menciptakan peluang untuk membangun startup pertanian. Karenanya, pertumbuhan berbagai startup pertanian di Indonesia menjadi bukti bahwa pertanian sangat layak untuk diinvestasikan di masa depan.

Dekan FTIK UNPRI Abdi Dharma SKom mengatakan, transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Namun, transformasi ini bisa menjadi sebuah tantangan yang cukup berarti.

“Melihat tantangan tersebut, FTIK UNPRI mempersiapkan SDM para dosen untuk menghasilkan lulusan FTIK yang handal. Karena itu, kami selalu menggelar berbagai seminar,” kata Abdi.

Sementara Rektor menyampaikan apresiasi kepada Dekan FTIK dan seluruh panitia karena dinilai sukses dan meriah. “Saya berharap melalui acara seperti ini, nama FTIK UNPRI lebih dekat di hati masyarakat,”kata Chrismis.

Ditempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, UNPRI harus mampu menghasilkan lulusan FTIK yang memiliki nilai tambah sesuai kebutuhan pasar kerja. Artinya lulusan FTIK UNPRI yang berkarakter, kompeten dan inovatif.

Apalagi saat ini kita telah memasuki dunia digital sehingga segala hal memungkinkan dapat dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet.

Sebagaimana yang kita ketahui dari media, bahwa berdasarkan riset lainnya dapat diketahui Asia Tenggara memiliki potensi pasar online yang sangat luar biasa untuk bisnis mendatang. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Semangat ‘Tampakna do Rantosna’, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
Modus Check-in Hotel Sindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
komentar
beritaTerbaru