Baca Juga:
LANGKAT l SUMUT 24
Lahan persawahan Daerah Irigasi (DI) Timbang Lawan kecamatan Bahorok sedang persiapan lahan untuk penanaman. Pematangan /persiapan lahan, petani rame -rame turun ke sawah seakan tidak ingin ketinggalan pola tanam.
Hal demikian diuraikan Abdul Munir PA, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada Rabu, 16/10 di kediamannya di dusun Pulau Pisang desa Timbang Lawan.
Kata Munir, petani sudah komit mengembangkan swasembada pangan. Berdasarkan kesimpulan rapat kelompok tani (poktan) belum lama ini disepakati petani turun ke sawah 3 Kali /tahun.
Selama ini hanya 5 kali /2 tahun, sehingga lahan kosong tidak menghasilkan produksi. Awalnya di uji coba oleh beberapa poktan dan setelah dieavalusi ternyata mampu mendongkrak nilai ekonomi keluarga petani urai Munir.
Menurutnya benih varitas ciherang masih mendominasi karena dianggap sesuai dengan kultur lahan petani. Pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari dinas pertanian tetap berlangsung kordinasi dan monitoring tandas Munir.
Butuh Treser
Menjawab wartawan Munir mengaku petani butuh mesin perontok gabah/treser. Belum ada mendapat bantuan alat dimaksud. Sehingga disaat musim panen setidaknya padi petani menginap dilapangan 2-3 hari.
Pasalnya dikerjakan secara manual akibatnya gabah kurang segar yang berkaitan dengan mutu dan nilai jual terutama dimusim penghujan ujarnya.
Berkaitan itu, petani Timbang Lawan sangat berharap pemkab Langkat dapat memberikan bantuan treser sehingga pebgelolaan hasil panen bisa tercapai maksimal imbuh Munir.(mit)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News