Jumat, 26 Juni 2026

Pertarungan Sengit Bobby Nasution vs Dahnil Simanjuntak Menuju Medan I

Administrator - Senin, 09 September 2019 15:16 WIB
Pertarungan Sengit Bobby Nasution vs Dahnil Simanjuntak Menuju Medan I

 

Baca Juga:

Medan|SUMUT24 Pendiri dan Komisaris Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menyebut akan terjadi pertarungan yang sengit apabil Dahnil Anzar Simanjuntak dan Bobby Nasution sama-sama maju pada kontestasi Pilkada Medan 2020.

“Apabila bang Dahnil dan mas Bobby maju dalam sebuah kompetisi yang sama, itu seru banget sama saja seperti The Real Medan Final, mudah-mudahan mas Bobby bisa maju,” katanya saat menghadiri peresmian Begawan Kopie milik Dahnil Anzar Simanjuntak, Sabtu malam (7/9).

Disebutkannya, secara popularitas, Dahnil Anzar Simanjuntak sudah cukup dikenal. Namun, tantangannya adalah bagaimana untuk bisa memobilisasi pendukungnya agar mau datang ke TPS pada hari pencoblosan. Sebab, di Pilkada Medan 2015, tingkat partisipasi masyarakat hanya berkisar 27 %.

“Kalau menurut saya itu tantangannya, kalau saya survei apapun tentang popularitas, elektabilitas, kalau partisipasi masyarakat kecil, nanti akan sulit, bayangkan aja ada wali kota dipilih 27% dari jumlah DPT, itu kecil sekali,” urainya.

Dahnil, kata dia, memilili ciri khas kata-kata yang menyebut tentang perubahan, Indonesia lebih baik, Indonesia harus berubah.

“Kalau saya lihat itu harus digunakan di Medan. Pengalaman bang Dahnil keliling Indonesia bisa diterapkan, dan aset terbesar Dahnil, yakni emak-emak. Bagaimana emak-emak mengajak keluarganya untuk memilih Dahnil, bukan tidak mungkin Medan akan punya wali kota baru,” jelas pengamat politik yang sering muncul di televisi itu.

Mengenai petahana yang kemungkinan akan kembali bertarung di Pilkada 2020, Hendri menilai masyarakat akan melihat kinerjanya.

“Petahana yang dilihat kerja nyatanya, kerjanya sampe mana, kalau kerjanya biasa aja, siap-siap gantian,” tegasnya.

Mengenai kans Bobby bertarung di Pilkada Medan, ia menilai itu akan baik bagi proses demokrasi. “Apapun yang diputuskan mas Bobby, maju silahkan, kalau tidak maju itu hak dia,” tuturnya.

Persoalan terbesar yang akan dihadapi Bobby, dikatakan Henri adalah bagaimana mendapatkan izin dari Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi merupakan tipe pemimpin yang jujur, kemudian tidak ingin ada catat citra.

“Kalau mas Bobby maju ada kesamaan antara mas Bobby dengan pemimpin yang senang sekali mengajukan kerabat terdekatnya untuk menjadi kepala daerah. Itu semua kembali berpulang kepada mas Bobby,” tuturnya.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dorong Minat Mahasiswa Jadi Entrepreneur, UNPRI Gelar Talkshow Kewirausahaan Dan Teken MoU dengan 3 Perusahaan
PLN Perkuat Kapasitas Masyarakat Sekitar PLTA Asahan 3 Melalui Pelatihan Agro-Elektro Organik Terpadu
Putra, Pengedar Pengedar Narkoba Dibekuk Reskrim Polsek Bilah Hilir
Meriahnya Pembukaan Turnamen Sepak Bola Antar Instansi, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Asahan
Wajib Pajak Medan Keluhkan Kacaunya Sistem Coretax Tampilan Baru
Kuasa Hukum Medan Surati Kapolri, Ombudsman hingga Presiden Soal Dugaan Penggelapan Mobil
komentar
beritaTerbaru