Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Para sejarawan dan pemerhati budaya diharapkan segera melakukan riset dan membukukan sejarah Kesultanan Bilah. Sehingga para generasi muda saat ini dan generasi mendatang mengetahui tentang sejarah Kesultanan Bilah.
Kesultanan Bilah adalah salah satu Kesultanan yang terdapat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama. Raja pertamanya adalah Raja Tahir Indra Alam pada tahun 1623, yang menamai kerajaannya dengan nama Kerajaan Bilah.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sabrina dalam pertemuan dengan Keluarga Majelis Pernobatan Sultan Bilah X, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Lantai 9, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan, Kamis (22/8).
“Untuk budayawan, ada baiknya sejarah ini segera kita buat buku. Soal teknis dan risetnya nanti kita bisa menunjuk Dinas Perpustakaan untuk membantunya,” ucap Sabrina
Hadir mendampingi Sekda, Asisten Pemerintahan Umum HM Fitriyus, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ria Nofida Telaumbanua dan Kepala Biro Bina Sosial (Binsos) M Yusuf. Sementara dari Keluarga Majelis Pernobatan Sultan Bilah X yakni OK Muhammad Muchlis (Ketua Penabalan), Tengku Muchrizad (Pemangku Adat Sutan Bilah), Tengku Riswansyah (pemerhati budaya), dan Guslan Riswaldy (setia usaha).
Pada kesempatan itu, Sabrina juga meminta pada seluruh keluarga dan panitia Majelis Pernobatan Sultan Bilah X, usai acara penabalan Sultan untuk segera menyusun silsilah keturunan Kesultanan Bilah. “Silsilah ini menurut saya sangat penting, agar kita tau semua keturunan dari kesultanan ini,” ujar Sabrina.
Sebelumnya, Ketua Penabalan OK Muhammad Muchlis menyatakan, kunjugan mereka ingin bermusyawarah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tentang rencana penabalan salah satu keturunan Raja Bilah yang akan diselenggarakan 9 September 2019, di salah satu masjid di Negri Lama, Bilah Hilir, Labuhanbatu.
“Kita ingin bersinergi dengan pemerintah provinsi. Kita ketahui juga berdasarkan pernyataan gubernur, beliau akan menghidupkan kembali kebudayaan Melayu di Sumut. Jadi kita meminta arahan dan nasehat dari pemerintah untuk penobatan Sultan Bilah Tengku Muhammad Risfansyah cucu dari Tengku Asnan yang merupakan Tengku besar terakhir di Bilah,” ucap OK.(W03)
Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
kota
Brimob Polda Sumut Siaga Awasi Arus Mudik Balik di Terminal Amplas
kota
Polda Sumut Perkuat Pengamanan Arus Balik, Kapolda Ikuti Arahan Langsung Kapolri dari Parapat
kota
Polda Sumut Perkuat Pengamanan Arus Balik Lebaran 2026 dan Destinasi Wisata
kota
BOP Tegaskan Semangat NonBlok, Tidak Memihak, Namun Aktif Jaga Perdamaian Dunia
kota
Polres Padangsidimpuan Jadi Penengah, Perselisihan Warga Manunggang Julu dan Sigalangan Diselesaikan Secara Kekeluargaan
kota
Libur Lebaran Aman! AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung Patroli ke Pusat Keramaian dan Wisata Padangsidimpuan
kota
Cerita Jumat Berkah di Asmat Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Duduk Satu Meja, Bangun Kebersamaan
kota
Gagal Total! Sabu 11 Gram Disembunyikan di Popok Bayi Terbongkar di Lapas Gunung Tua
kota
Cegah Kemacetan dan Gangguan Kamtibmas, Polres Palas Gelar Apel Pagi di Barumun
kota