Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
kota
Tanahkaro|Sumut24 Kepala staf presiden (KSP) melalui Kedeputian IV (Komunikasi politik dan Diseminasi lnformasi) bekerja sama dengan Kementerian Sosial selaku pengampu Sub-Klaster Shelter pada Klaster Nasional Pengungsian dan Perlindungan, menyelenggarakan Sesi “Pembelajaran dan Tantangan dalam Permukiman Pasca Bencana†dalam Workshop Nasional Shelter dan Permukiman pada I9 – 23 Agustus 2019.
Baca Juga:
Sebagai kebutuhan strategis pasca-bencana penyediaan pemukiman/perumahan merupakan langkah pemerintah yang dari waktu ke waktu perlu ditingkatkan‘ Pembelajaran dan perbaikan kebijakan permukiman/perumahan pasca bencana dilakukan, salah satu di antaranya dengan mengambil pengalaman-pengalaman lapangan dari Kabupaten/Kota dan Provinsi yang telah melakukan tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi di sektor pemukiman/perumahan.
Kegiatan ini dibuka oleh kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo, dengan bertujuan Mendukung masyarakat bertransisi secara aman, nyaman, bermartabat, dan berpusat pada masyarakat, hal ini dikatakannya, selasa (20/8) pukul 10.00 Wita di Hotel Santika Mataram saat resmi membuka acara.
Setelah acara resmi dibuka, kemudian dilanjutkan lokakarya dengan ditampilkan narasumber Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Sekda Sulawesi Tengah Dr. H Mohamad Hidayat, Msi dipandu oleh KSP (kepala staf Presiden) diwakili Roy Abimanyu Tenaga ahli Madya KSP selaku moderator.
Dalam giliran Bupati Karo Terkelin Brahmana sebagai pembicara menerangkan, historis awalnya Gunung Sinabung erupsi pada tahun 2010, namun ditahun 2011-2012 relatif tenang dan muncul lagi ditahun 2013 erupsi, tahun 2014, tahun 2015, tahun 2016, tahun 2017, 2018 dan 2019 ini masih berjalan penanganan erupsi Gunung Sinabung. Paparnya
Menurut Terkelin, didalam pasca bencana erupsi Gunung Sinabung, Pemkab Karo sudah menerapkan kesiapsiagaan, darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Ketiga giat ini dasar Pemkab Karo bekerja penanganan erupsi Gunung Sinabung, walaupun keberhasilan kita capai tapi banyak tantangan dan rintangan, namun kalau dijelaskan satu persatu, tidak siap seminggu menceritakannya,” ungkap bupati disambut para peserta dengan tepuk tangan.
Untuk mengatasi erupsi Pemda Karo telah melakukan upaya relokasi, menghindari korban jiwa, masyarakat yang tinggal di desa berjarak 3 km, 5 km dan 7 km dari jarak Gunung Sinabung diungsikan ke posko posko, kata Bupati
Barulah dikerjakanlah Relokasi tahap I jumlah 370 KK ( di Siosar) dana siap pakai 2015. Relokasi Tahap II 1.682 KK (Mandiri) hibah RR 2015, Relokasi Tahap II lanjutan 181 KK (Mandiri) Hibah RR 2017 dan Relokasi tahap III 1.038 KK (Siosar) Hibah RR 2018, ini sedang dikerjakan, sebutnya
Dan sampai saat ini, Pemkab Karo terus bekerja untuk menyelesaikan tahap III yang sedang berlangsung di Siosar. Disebutkan sesuai arahan kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo tadi , agar pembangunan tetap dilanjutkan. Nanti saya tetap kordinasi dengan Menteri PMK, kapan kami ke Karo akan kami jadwal ulang, sebab sebelumnya memang ada rencana kita datang namun belum terlaksana.
“Iya, lanjut saja dulu membangunnya. Jangan gara gara kami belum datang semua terganggu, nanti saya lebih intens kordinasi lagi dengan Menteri PMK, iya,” kata letjen TNI Doni Monardo mengingatkan Bupati Karo.
Sementara Roy Abimnayu tenaga ahli Madya staf Kepresidenan sebagai moderator mengapreisasi penjelasan Bupati Karo yang menyentuh segala lini dan sektor. Patut kita ajung jempol bahwa sampai saat ini masih berlangsung menangani erupsi Gunung Sinabung, Pemda Karo selalu bekerja untuk yang terbaik bagi masyarakatnya. Sekali lagi cara penanganan ini dapat kita aplikasikan di daerah kita masing masing, ujar Roy Abimanyu
Usai acara focus group diacusion melalui lokakarya, Asisten I Drs Suang Karo-karo dan Kalak BPBD Karo Ir Martin Sitepu sangat berterimaksih kepada panitia penyelenggara yang telah mengundang Bupati Karo sebagai pembicara, yang dinilai cukup berhasil dalam penanganan bencana dibandingkan bencana di daerah lain.
“Jarang acara seperti ini kita diundang, apalagi top pembicara. Bupati Karo saat tampil pembicara tadi di forum, Pemkab Karo bersedia bagi daerah lain berkenan datang untuk belajar penanganan bencana dan menjadikan referensi daerah rawan bencana,” ucap Suang dan Martin disaksikan , Ketua TP. PKK Kab. Karo Ny. Sariati, kasi BPBD Nius Abdi, S. hut. (lin)
Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
kota
Brimob Polda Sumut Siaga Awasi Arus Mudik Balik di Terminal Amplas
kota
Polda Sumut Perkuat Pengamanan Arus Balik, Kapolda Ikuti Arahan Langsung Kapolri dari Parapat
kota
Polda Sumut Perkuat Pengamanan Arus Balik Lebaran 2026 dan Destinasi Wisata
kota
BOP Tegaskan Semangat NonBlok, Tidak Memihak, Namun Aktif Jaga Perdamaian Dunia
kota
Polres Padangsidimpuan Jadi Penengah, Perselisihan Warga Manunggang Julu dan Sigalangan Diselesaikan Secara Kekeluargaan
kota
Libur Lebaran Aman! AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung Patroli ke Pusat Keramaian dan Wisata Padangsidimpuan
kota
Cerita Jumat Berkah di Asmat Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Duduk Satu Meja, Bangun Kebersamaan
kota
Gagal Total! Sabu 11 Gram Disembunyikan di Popok Bayi Terbongkar di Lapas Gunung Tua
kota
Cegah Kemacetan dan Gangguan Kamtibmas, Polres Palas Gelar Apel Pagi di Barumun
kota