RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
kota
Solok I Sumut24
Baca Juga:
- RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Temu Kenal Kajari Baru Paluta, Kapolres Tapsel Dorong Soliditas Forkopimda Demi Masyarakat
- Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Padangsidimpuan Bangun Bak Air Bersih untuk 1.000 Warga Joring Lombang
Dalam rangka menurunkan angka kematian Balita ,Dinas Kesehatan Kota Solok gelar pertemuan Manajemen Terpadu Balita Sakit MTBS ,,Kegiatan ini di ikuti oleh Kepala Puskesmas beserta petugas Pembina Posyandu, Pengelola Anak, Pengelola Program Ibu dan Bidan Koordinator se-Kota Solok,acara berlangsung di Aula Dinas kesehatan Kota Solok
Pertemuan tersebut dihadiri Kabid P2 dan Kesmas dr. Pepy Ledy Soffiany dan Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Ns. Aprinur Azwira, S.Kep dilaksanakan selama dua hari (2-3 Juli 2019) di aula Dinas Kesehatan.Berdasarkan data SDKI 2017 diperkirakan 763.145 Balita meninggal di Indonesia, kematian terbanyak pada Balita adalah karena Diare, Pneumonia, DBD, Campak dan Malaria.
Salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan bayi dan Balita dilakukan melalui penerapan program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).
Tujuan dari MTBS adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang terkait dengan penyebab utama penyakit pada Balita, melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di unit rawat jalan fasilitas kesehatan dasar.
Sementara, narasumber pada pertemuan ini menghadirkan Nazli Nazir, S.ST dan Menda Nengsih, S.ST dari Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar. Dalam sambutannya, Kabid P2 Kesmas dr. Pepy Ledy Soffiany mengatakan sejak tahun 1996 Departemen Kesehatan bekerja sama dengan WHO mengembangkan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Indonesia.
“Sasaran utama penerapan MTBS adalah Perawat, Bidan atau Bidan Desa yang menangani Balita sakit. Tentunya Dokter Puskesmas perlu juga terlatih agar dapat melakukan supervisi penerapan MTBS di wilayah kerja Puskesmas,†tutur Kabid P2 Kesmas.
“Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak,†jelasnya.
Narasumber Nazli Nazir, S.ST, narasumber menjelaskan beberapa point tentang apa itu Manajemen Terpadu Balita Saki yang merupakan pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana Balita sakit yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat dasar.
Manfaat dan keuntungan MTBS yaitu keterpaduan tatalaksana kasus (untuk program ISPA dan Diare), mengurangi missed opportunities (untuk program Imunisasi), memperbaiki penanganan malaria pada Balita (untuk program Malaria), memberi konseling pemberian makan dan ASI (untuk program Gizi), pedoman tatalaksana pengobatan yang baku (untuk program Pengobatan), mencari pertolongan kesehatan secara tepat (untuk program Promkes).
Adapun tambahan materi dari narasumber Menda Nengsih, S.ST, Ia menambahkan tentang apa saja tatalaksana Balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun, yaitu, penilaian dan klasifikasi Balita sakit umur 2 bulan -5 tahun, penilaian dan klasifikasi Batuk dan sukar bernapas, penilaian dan klasifikasi Diare.
Tindakan dan pengobatan Balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah tindakan dan pengobatan Balita sakit yang memerlukan rujukan, seperti memberi dosis pertama antibiotik, memberi obat untuk malaria berat, memberi parasetamol untuk demam tinggi, mencegah agar gula darah tidak turun, memberi vitamin A pengobatan dan memberi tindakan pada penderita DBD. (Yose)
RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
kota
Temu Kenal Kajari Baru Paluta, Kapolres Tapsel Dorong Soliditas Forkopimda Demi Masyarakat
kota
Sambut HUT Bhayangkara ke80, Polres Padangsidimpuan Bangun Bak Air Bersih untuk 1.000 Warga Joring Lombang
kota
Jelang Hari Bhayangkara ke80, Polres Palas Tabur Bunga di TMP Paringgonan, AKBP Dodik Jangan Lupakan Jasa Pahlawan
kota
Sah! Adiaman Nasution Nahkodai KNPI Padang Lawas 20262029, Pemuda Diajak Bersatu Majukan Daerah
kota
Jelang HUT Bhayangkara ke80, Kapolres Padangsidimpuan Santuni Warakawuri Almarhum Bripka Dazwir
kota
GOKIL! Rapat Bahas TPA Batubola Ricuh, Dua Asisten Pemko Padangsidimpuan Terlibat Adu Mulut di Gedung DPRD
kota
ABPEDNAS Sumut Klaim Sudah Terbentuk di 23 Daerah, Fokus Kawal Dana Desa dan Restorative Justice
News
sumut24.co ASAHAN, Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api) Kabupaten Asahan menggelar unjuk rasa di Kanto
Hukum
ABPEDNAS Sumut dan Kejari Deli Serdang Perkuat Sinergi, Dorong Pembentukan Rumah Restorative Justice di Desa
kota