Selasa, 18 Agustus 2026

Ustad Dianiaya, GNPF Ulama Sumut 2 Minta Tegakkan Hukum Seadil-Adilnya

Administrator - Jumat, 08 Februari 2019 12:35 WIB
Ustad Dianiaya, GNPF Ulama Sumut 2 Minta Tegakkan Hukum Seadil-Adilnya

MEDAN I SUMUT24.co Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara (Sumut) 2 menyatakan keprihatinan dan kemarahannya terhadap kasus yang menimpa Ustad Nursarianto.

Baca Juga:

Hal itu dikatakan Ketua GNPF Ulama Sumut 2, Ustad Heriansyah kepada Wartawan di Medan, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, ini adalah bentuk arogansi etnis Tionghoa. Berulangkali dilakukan tidak ada proses hukum. Sama halnya dengan kasus anggota TNI tempo lalu, yang juga dipukuli etnis tersebut dan tidak ada tindak lanjutnya.

“Ini akan terus terjadi, kasus pemukulan yang korbannya anggota TNI saja tidak ada proses hukumnya, apalagi masyarakat biasa. Ini akan terus berulang, sampai umat Islam tak berdaya dan semakin lemah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Ustad Nursarianto adalah juga merupakan seorang ulama dan tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan-kegiatan Islam. Karena itu, lanjut Ustad Heriansyah, pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kita prihatin, miris, bahkan marah mendengar kasus ini. Di negara lain saja, jika ada tokoh masyarakat yang disakiti seperti itu, apalagi yang melakukan adalah orang pendatang, maka akan langsung muncul kepermukaan berbagai polemik yang diangkat ke publik, bahkan langsung menjadi isu SARA,” bebernya.

Dalam hal ini, kata Ustad Heriansyah, pihaknya akan menunggu terlebih dahulu tindakan dari pihak kepolisian. “Ini sedang dalam proses, kita tunggu dulu. Kita berharap kasusnya cepat diproses serta proporsional. Tegakkan hukum seadil-adilnya. Kasus ini jangan diulur-ulur lagi, karena ini layaknya seperti api dalam sekam, tinggal tunggu meledaknya. Jangan sampai memancing kemarahan umat Islam,” tegasnya.

Jika kasus ini tidak segera diproses, lanjutnya, maka umat akan bertindak dan bergerak melakukan protes secara besar-besaran. “Sudah cukup-cukup umat Islam ini terzholimi. Kita jadi etintas yang paling lemah di negeri ini, sehingga kerap menjadi korban,” ungkapnya.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sentuhan Profesional Dimensi Cakrawala Indonesia Semarakkan Gebyar HUT ke-81 RI Bersama POR-TGM Medan
HUT RI ke-81, Pemkab Solok Gelar Beragam Lomba Antar-OPD
Resmi Peroleh SKT di Kesbangpol Sumut, Ketua DPW FP NTT: Kami Siap Berkolaborasi
Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT
Wayang “Abiyasa Madeg Brahmana” Tandai Purna Tugas Prof. Dr. Lasiyo di Fakultas Filsafat UGM
Spanduk “Irsyadi dan Kroni-Kroninya Kuasai Pemerintah Aceh” Muncul di Simpang Surabaya
komentar
beritaTerbaru