TEBINGTINGGI | SUMUT24.co
Baca Juga:
Ketiadaan kebutuhan pangan bagi masyarakat dapat menimbulkan kerusuhan dan penjarahan. Masyarakat yang semula hidupnya damai dan aman, tapi ketika terjadi bencana alam, dapat merubah situasi dan kondisi tersebut.
Seperti kejadian bencana alam di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah yang dikarenakan tidak adanya ketersediaan panggan, sehingga masyarakat sempat melakukan penjarahan. Dan ini tidak hanya terjadi di dalam negeri, tapi juga di luar negeri
Hal itu disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan saat membuka rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Tebingtinggi, Selasa (13/11) di gedung Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Tebingtinggi.
Wali Kota yang juga selaku nara sumber dalam rapat itu mengatakan, “Ketahanan pangan bila dikaitkan dengan kedaulatan pangan ini menjadikan kita berpikir bagaimana perut penduduk rakyat Indonesia 265 juta jiwa harus terisi dan tidak bisa kosong. Ini merupakan tanggungjawab kita bersama terutama dewan ketahanan pangan.”
Dengan adanya ketahanan pangan ini, kata Umar Zunaidi, Pemko Tebingtinggi menjalin kerjasama dengan Pemkab Sergai dan nantinya juga dengan kabupaten lainnya. Karena bagaimanapun harus ada jaminan ketersediaan pasokan pangan demi kelangsungan hidup orang banyak.
“Mekanisme harus dibentuk, distribusi harus cepat dan tepat sasaran. Kita harus memastikan semua itu dengan sebaik-baiknya. Begitu juga dalam hal kualitas dan mutu merupakan bahagian yang harus diperhatikan, serta Tebingtinggi memiliki produk organik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut diwakili Prof Dr Ir Bilter Sirait mengatakan, kita harus meningkatkan ketahan pangan, ditribusi serta kualitas guna memenuhi gizi masyarakat yang seimbang, masyarakat harus menyadari pola konsumsi pangan yang baik dan aneka ragam pangan yang dibutuhkan tubuh agar kuat dan sehat.
Rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan itu turut dihadiri Ketua Dewan Ketahanan Pangan Sumut, Kadis Pertanian dan Ketapang Tebingtinggi Marimbun Marpaung, Kadis Perdagangan Gul Bakhri Siregar dan Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia. (TAV)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News