Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Medan | SUMUT24
Baca Juga:
PT Faber-Castell Wilayah Sumatera menggelar Workshop bertajuk, “Mengenalkan waktu melalui gambar kepada anak” yang diikuti ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudatul athfal (RA), di Medan, kemarin. Hal ini disampaikan Marketing Promotion Faber Castell Fauzi Hasibuan kepada wartawan, Kamis (8/3).
Lebih lanjut dikatakan Fauzi Hasibuan, tujuan workshop ini untuk menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak, bisa dirangsang dengan menggambar. Bahkan menggambar tidak bisa dinilai sepele, sebab dapat membuat anak tertantang dan tidak cepat berputus asa jika keinginannya tidak terwujud.
Melalui workshop diharapkan dapat menularkan virus dan semangat menggambar pada anak didiknya.
Fauzi disela-sela acara workshop menyebutkan tajuk mengambar kali ini, adalah waktu seperti siang atau malam yang diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Medan, Deli Serdang, Karo, Binjai dan Langkat.
Fauzi menjelaskan, dalam membangkitkan kreativitas anak diusia dini bisa dilakukan dengan mewarnai atau menggambar. “Tapi ini harus merangsang diajari kreativitas anak. Antara mewarnai dan menggambar sebenarnya jauh lebih kreatif di menggambar,” ujarnya.
Dikatakannya, menggambar akan berpikir mereka akan menciptakan sesuatu. Membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. “Jika pun seandainya anak salah coret dalam menggambar, sianak harus bisa punya imajinasi dari yang salah coret ini bisa menjadi apa. Sehingga dia tidak cepat berputus asa,” ujarnya.
Lain halnya dengan mewarnai. Karena mewarnai sudah ada polanya. Sehingga disini sianak hanya memasukkan warna ke pola yang sudah disediakan.
“Ini sih oke kreatif tapi tidak sebanding menggambar. Mewarnai, hanya bermain di warna untuk pengembangan otak kanan. Tapi mengambar, imajinasinya harus jalan,” ujarnya.
Melalui workshop ini diedukasi agar tidak menjadi momok yang menakutkan. Karena ternyata dari angka maupun pun abjad, bisa digambar dengan beberapa binatang sesuai dengan tema yang berkaitan dengan sejumlah aktivitas dan mahluk-mahluk hidup.
“Ini sangat berhubungan dengan kreativitas. Kali ini, fokus kita pada aktivitas di malam hari, jadi ada juga seperti kurikulumnya.Sebagai upaya mengajarkan waktu kepada anak melalui gambar seperti kelelawar, rakun, burung hantu,” ujarnya.
Dalam menggambar tersebut, ujarnya, dilakukan tahap per tahap. Ini tujuannya, agar guru tidak beranggapan menggambar itu hal yang susah. “Namun menjadi hal yang menyenangkan dan gampang,” ujarnya.
Masih sebut Fauzi, workshop ini juga sebagai bentuk kepedulian PT Faber-Castell pada dunia pendidikan dengan meningkatkan kreativitas para guru. Sehingga bisa ditularkan ke anak didik.
“Kita punya mitra, sekolah yang sering dilakukan pelatihan bagi guru-gurunya. Saat ini, guru-gurunya pintar menggambar dan ini berdampak pada anak muridnya, jadi pintar menggambar,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTI) Medan, Fahmi saat membuka workhop yang digelar selama dua hari ini berpesan, agar pengelola pendidikan baik PAUD, TK maupun RA untuk memilih prodok yang aman dan tidak berbahaya buat anak-anak. (R03)
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
kota
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
HUT Bhayangkara ke80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
kota
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
kota
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
kota
Resmob Polres Padangsidimpuan Ringkus Pelaku Pencurian dengan Pemberatan, Motor dan HP Sempat Digasak dari Kantor PNM Mekar
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Turun Tangan! Konflik TPA Batu Bola & Irigasi Batunadua Akhirnya Ada Titik Terang
kota
Sekda Padangsidimpuan Pimpin Rapat Strategis Penetapan Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Daerah
kota
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
kota