Senin, 06 April 2026

Bupati Tapsel Dolly Pasaribu: Tegur Kadis Perkim Terkait Dugaan Kegiatan Lepas dari Pengawasan

Administrator - Kamis, 26 Oktober 2023 14:31 WIB
Bupati Tapsel Dolly Pasaribu: Tegur Kadis Perkim Terkait Dugaan Kegiatan Lepas dari Pengawasan

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Salah satu proyek dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sedang menuai kekhawatiran karena diduga kurang mendapat pengawasan yang memadai.

Salah satu Kegiatan ini berlangsung di Desa Sihuik-huik, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel. Proyek tersebut terlihat kurang transparan karena plak proyek tidak dipasang dengan jelas,TapselTapsel, Kamis 26/10/23

Melalui pengamatan langsung di lokasi proyek, terlihat bahwa pekerjaan rehap jembatan baru saja selesai, namun ada dugaan bahwa pengerjaannya tidak dilakukan dengan teliti. Terlihat pula bahwa campuran material bangunan diduga tidak sesuai standar.

RH Nasution, seorang pemerhati pembangunan wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), mengungkapkan keprihatinannya terkait hal ini. Ia berencana untuk mengirim surat kepada kepala dinas terkait dan kepada Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu dan bahkan ke APH (Aparat Penegak Hukum),Ia berharap agar mereka serius dalam mengawasi proses pembangunan ini, tanpa harus menunggu laporan dari pihak yang bisa dianggap hanya “Asal Bapak Senang (ABS).”

“Dugaan adanya proyek-proyek yang tidak terawasi dengan baik dari Dinas Perkim dapat merugikan negara,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) serius dalam menangani masalah ini. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi kerugian negara.

“Kepada APH, kami berharap serius dalam melakukan pengawasan untuk mencegah kerugian negara dan untuk memastikan bahwa hukum di Republik Indonesia yang kita cintai dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kadis Perkim Kabupaten Tapsel, Mara Tua Harahap, belum memberikan tanggapan terkait beberapa proyek, termasuk salah satunya di Desa Sihuik-huik. Hal yang sama berlaku saat ada pertanyaan mengenai proyek MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang diduga kurang mendapat perhatian meskipun diduga memiliki anggaran yang berbeda ada yang sebesar Rp 150,Rp 200 bahkan ada yang mencapai Rp 600 juta yang saat ini masih jadi pertanyaan publik.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PROLETAR SURATI KAPOLRESTABES MEDAN, KAPOLDASU HINGGA KAPOLRI: PERTANYAKAN LAMBANNYA PENANGANAN LAPORAN
KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Rico Waas Siap Kenalkan Potensi Medan ke Mata Dunia
Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Ini Himbauan Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Turun Langsung Pantau Pos Pengamatan
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
Ketua RANZ Medan Bantah Pemko Lamban Tangani Sampah, Ibrahim : Program PSEL Sudah Berjalan
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
komentar
beritaTerbaru