Rabu, 10 Juni 2026

Bau Tak Sedap Akibat Tumpukan Sampah Luar Biasa, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Palas Apa Kerjanya Ya....

Administrator - Minggu, 13 Agustus 2023 11:36 WIB
Bau Tak Sedap Akibat Tumpukan Sampah Luar Biasa, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Palas Apa Kerjanya Ya....

Palas | Sumut24.co

Baca Juga:

Beberapa lokasi di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) dipenuhi sampah yang menumpuk sehingga menyebabkan bau tidak sedap, bahkan bau busuk dan penumpukan sampah tersebut menyebabkan lingkungan sekitar terkesan kotor.

Salah satu warga Kabupaten Padang Lawas, yakni Bapak Hasibuan atau yang akrab disapa dengan Hasibuan yang menyoroti hal ini. Kepada awak media pada hari Minggu, tanggal 13 Agustus 2023, ia mengungkapkan bahwa penanganan sampah ini seharusnya sudah menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Padang Lawas.

“Kami selalu mengamati bahwa di beberapa tempat di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas selalu terjadi penumpukan sampah yang terkadang sudah berhari – hari tidak teratasi dengan baik, salah satu tempat terjadinya penumpukan sampah tersebut adalah di simpang jalan menuju SMK Taruna Bangsa”, ujarnya.

Ia juga melanjutkan bahwa tumpukan sampah tersebut telah menyebabkan bau busuk sehingga menganggu warga yang melintas di jalan tersebut.

“Tumpukan sampah itu sudah lama saya perhatikan dan baunya sudah menjadi busuk, hal ini kan sudah membuat kita terkesan abai terhadap kebersihan lingkungan dan tentunya berpengaruh terhadap kesehatan kita sebagai warga serta saya juga sudah resah dengan keadaan ini karena saya juga sering membersihkan tempat itu, maka kami meminta kepada Saudara Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas untuk segera menyelesaikan masalah penumpukan sampah di beberapa tempat di Kabupaten Padang Lawas ini”, tegas Bapak Hasibuan Mampu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurs Besar SAMPAL (PB SAMPAL) Kabupaten Padang Lawas, Freddi Manda Syaputra didampingi beberapa pengurus menyampaikan,masalah sampah ini harus segera diatasi demi terciptanya kebersihan lingkungan dan dalam rangka menjaga kesehatan kita semua sebagai warga.

“Saya mau nanya apa ya kerja dari dinas Lingkungan hidup…?”,ujarnya sambil berpikir kwalitas dari dinas tersebut.

Lanjutnya, Kami harap Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui Dinas Lingkungan Hidup sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan persampahan di Kabupaten Padang Lawas untuk segera mengatasi dan menyelesaikan persoalan penumpukan sampah ini, sampah yang menumpuk itu akan menimbulkan bau yang tidak enak dan dapat menyebabkan banjir serta hal ini kan tak baik untuk kesehatan kita, ujar Freddi.

Freddi juga menjelaskan bahwa penanganan sampah ini harus dimulai dari hulu ke hilir dan harus bersikap rasional juga dalam penanganannya.

“Sesungguhnya kenapa terjadi penumpukan sampah di beberapa tempat itu kan karena sampah tersebut memang sengaja dibuang oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, orang yang tidak bertanggungjawab tersebut adalah juga warga Kabupaten Padang Lawas sendiri yang sengaja membuang sampah di tempat itu dan sudah menjadi kebiasaan yang memang butuh pekerjaan ekstra untuk mengatasinya”, kata Freddi.

Kemudian saat ini, dengan kondisi dan fakta yang ada yakni mulai dari terus bertambahnya jumlah penduduk, luas wilayah Kabupaten Padang Lawas hingga pola hidup masyarakat yang konsumtif menyebabkan kita tidak bisa lagi hanya menangani sampah dengan pola-pola lama misalnya sampah diangkut dan dibuang ke TPA.

Penanganan sampah hari ini juga harus dibarengi dengan tindakan pengawasan, edukasi kepada masyarakat, hingga perlunya dilakukan kajian atau studi kelayakan terhadap strategi penanganan sampah di Kabupaten Padang Lawas ke depan, Tegas Freddi.

Sebelum ditutup, Freddi Manda Syahputra selaku Ketua SAMPAL berpesan khususnya kepada dinas lingkungan hidup agar perhatikan sesuai tupoksi dan sosialisasikan penanganan sampah yang baik dan benar kepada masyarakat sesuai amanah dari kementerian khsususnya Lingkungan Hidup.(zal)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air: Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel–Padangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang
UNIQLO Hadirkan Koleksi Kapsul Musim Panas 2026 UNIQLO F.RISSO, Pakaian Sehari-hari dengan Sentuhan Seni Italia Tersedia mulai 22 Juni 2026
Delapan Bulan Terputus, Warga Medan Krio Desak Perbaikan Jembatan Penghubung
komentar
beritaTerbaru