RUPS Bank Sumut 2026: Pemda Perkuat Modal, Bank Sumut Siap Akselerasi Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Medan Komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat peran PT Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui Ra
Ekbis
Medan I Sumut24. CO Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut) telah menutup 8 sumur bornya sejak tahun 2022. Penutupan sumur bor itu karena kualitas air yang dihasilkan tidak memenuhi standar atau di bawah standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).
Baca Juga:
- RUPS Bank Sumut 2026: Pemda Perkuat Modal, Bank Sumut Siap Akselerasi Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
- Pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan Berlanjut, Rico Waas Hadiri Paripurna Jawaban Fraksi DPRD Medan
- Beri Hunian Yang Lebih Layak, Wakil Wali Kota Medan Sarankan Apersi Bangun Rumah Susun Bagi Warga Pinggiran Sungai
“Kadar Ferrum atau Fe (kadar besi) nya cukup tinggi,” kata Direktur Air Minum Perumda Tirtanadi, Harun Alrasyid, di Kantor Ombudsman Sumut, Jalan Sei Besitang No.3, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/5/2023).
Penjelasan ini disampaikan Harun Alrasyid pada acara Halalbihalal Ombudsman Perwakilan Sumut bersama anggota Komunitas Jejaring Ombudsman dan Jurnalis.
Menurut Harun Alrasyid, tingginya kadar besi membuat air yang dihasilkan bau karat dan airnya menguning.
“Inilah salah satu alasan mengapa kami menutup sumur bor yang selama ini memasok kebutuhan air minum sebagian warga Medan,” jelasnya.
Alasan lainnya ditutup, menurut Harun Alrasyid, karena di kawasan sumur bor yang ditutup itu sudah bisa disirkulasikan jarigan air yang diproduksi Tirtanadi.
“Karena sudah bagus air kita di sana, beberapa instalasi sudah mulai dilalui semua jaringan perpipaan. Airnya kita sirkulasikan, dan setelah yakin tidak ada masalah, sumur bornya kita tutup,” terang Harun Alrasyid.
Tetapi, ada beberapa sumur bor yang harus ditutup meski solusi pengganti pendistribusian air belum ada.
“Karena kualitas airnya sudah sangat parah. Dan, kedua, selama ini kita kan sewa. Mau kita perpanjang namun si pemilik lahan menaikan harga sewa yang tidak masuk akal. Mau kita beli, dikasih harga tak masuk akal,” jelasnya
Lokasi-lokasi sumut bor yang digunakan selama ini menurutnya, juga bukan milik Tirtanadi. Jadi, ketika itu bermasalah, Tirtanadi akan mencari lokasi lain. Sehingga lokasi yang belum dialiri jaringan perpipaan, akan dialiri dengan sumur bor.
Pihaknya saat ini memprioritaskan penambahan instalasi. Seperti yang sudah ada di Brayan, dengan kapasitas 500 liter per detik, kemudian di Johor. Selain itu di Pancurbatu juga akan dibangun instalasi kecil 2×40 liter per detik.
“Mudah-mudahan di daerah Selatan sudah mulai terlayani,” jelasnya.
Dalam menghasilkan kualitas air layak minum, Tirtanadi kata Harun mengikuti standar Permenkes No 492 tahun 2010. Yang antara lain nilai Nephelometric Turbidity Unit (NTU) atau tingkat kekeruhan air di bawah 5 NTU.
“Namun, dalam pelaksanaannya kami membuat di bawah 2 NTU. Kemudian, sisa klor hanya 0,5. Sisa klorin inilah yang membunuh mikroorganisme atau bakteri dalam air,” terangnya.
Sementara di pengolahan, zat kimia yang ditambahkan adalah poly aluminium chloride. Dan, harga zat ini ini menurut Harun cukup mahal. Untuk sekali tender harganya mencapai miliaran rupiah untuk satu instalasi.
“Jadi, air yang diproduksi Tirtanadi aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Harun Alrasyid juga mengatakan bahwa air yang keluar dari instalasi bisa diminum langsung tanpa harus dimasak. Namun, setelah masuk pipa, air bisa saja terkomtaminasi oleh jaringan pipa yang sudah tua.
“Karena itu air yang masuk ke rumah warta harus dimasak,” ujarnya.
Mengenai produksi air minum Tirtanadi, menurut Harun masih berkisar 7.500 liter per detik sementara kebutuhan air mencapai 11.000 liter per detik.
“Kita masih minus 3.500 liter per detik,” katanya.
Namun, ke depan kebutuhan air minum dan permasalahan yang dihadapi warga selama ini seperti air keruh dan sering mati, akan terselesaikan. Karena pihaknya saat ini sedang menambah kapasitas air.
Seperti instalasi Sunggal yang merupakan instalasi terbesar, saat ini kapasitas produksinya sebesar 2.400 liter per detik akan ditambah menjadi 3.000 liter per detik. Dan, diperkirakan siap akhir tahun 2023. Kemudian instalasi Delitua juga akan ditambah 300 liter per detik plus di Pancur Batu 2×40 liter per detik.
Selanjutnya, yang saat ini sedang dikerjakan adalah Bendungan Lau Simeme yag dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Dari bendungan itu nantinya akan didapat air sebanyak 2.000 liter per detik.
“Mudah-mudahan ini akan dapat membantu mengatasi kebutuhan air minum masyarakat Sumut,” kata Harun Alrasyid
Menutup akhir pertemuan, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, adanya pertemuan ini menjawab permasalahan yang selama ini banyak dikeluahkan masyarakat ke Ombudsman. (red-1)
Medan Komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat peran PT Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui Ra
Ekbis
Medan, Sumut24.co Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan de
kota
Medan Sumut24.coWakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap memiliki gagasan dalam memberikan hunian yang lebih layak bagi warga yang ber
kota
Komandan Seskoad Tinjau Trauma Healing hingga Renovasi Fasilitas di KKL Wilhan Cisarua
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam semangat kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera B
kota
sumut24.co Labuhanbatu, Bupati Labuhanbatu dr, Hj, Maya Hasmita Sp,Og memutasikan dokter gigi Artika Rambe dari Puskesmas Negeri Lama ke Pu
News
5 Tahun Beraksi! Terbongkar Modus Mantan Polisi dan Istri Diduga Jalankan Skema Penipuan di Internal Polres Padangsidimpuan
kota
Medan Sumut24.co Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya soal penindakan hukum,
kota
Bank BRI Padangsidimpuan Lalai? Skandal Pinjaman &039Gelap&039 Seret 34 Polisi, Modus Gadai SK Terkuak, Rp10,2 Miliar Raib
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim gabungan TNI AL dan Imigrasi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non pros
News