Selasa, 07 April 2026

36 Rumah Hancur Usai Diseruduk Kapal Tongkang di Kalsel, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah

Administrator - Senin, 24 April 2023 06:18 WIB
36 Rumah Hancur Usai Diseruduk Kapal Tongkang di Kalsel, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah

 

Baca Juga:

Kalsel I Sumut24.co

Masyarakat dihebohkan dengan video yang viral, dan memperlihatkan sebuah kapal tongkang batu bara yang menghancurkan puluhan rumah warga. Kejadian tersebut terjadi di Desa Kaladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Terlihat dalam video yang beredar, warga yang merekam detik-detik kapal tongkang tersebut sampai histeris. Bukan hanya rumah warga, namun juga warung-warung yang terbuat dari bangunan non permanen itu sampai hancur lebur.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, sebelum kapal tongkang tersebut menabrak rumah warga, cuaca sedang buruk. Gerimis dan angin sangat kencang melanda wilayah tersebut.

Cuaca buruk, utamanya angin kencang itu membuat dua kapal tongkang yang sedang ditambatkan talinya sampai lepas. Tak hanya itu, jangkar penambatnya juga ikut tercabut lepas.

“Sementara, ada 36 rumah hancur,” kata Kepala Desa Kaladan, Muhammad Faleh.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kendati demikian, kerugian yang muncul akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Hantaman kapal tongkang CMB dan Rimau sekira pukul 16.30 WITA tersebut juga membuat puluhan alat transportasi air milik warga ikut hancur. Bahkan RT yang ikut terdampak juga tak sedikit yakni RT 03, 04, 05, dan 06.

Video tersebut juga dibagikan sejumlah akun Instagram kondang, salah satunya @net2netnews pada Sabtu, 22 April 2023. Warganet ikut prihatin atas insiden tersebut, dan berharap masyarakat yang rumahnya jadi korban bisa mendapat ganti rugi.

“Semoga diganti yang sesuai,” ucap seorang warganet di akun Instagram @net2netnews.

“Pusing dah tuh bosnya,” kata warganet lainnya.

Kejadian ini bukanlah yang pertama kali di area tersebut. Pasalnya pada Agustus 2021 lalu kecelakaan kapal tongkang menimpa lima rumah warga di Desa Sungai Salai Hilir.

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Wahyudi Rahman mendesak adanya kajian ulang terkait regulasi sistem transportasi sungai. Dia berharap musibah tersebut tak lagi terjadi di wilayah tersebut.

Wahyudi mengatakan bahwa jalur transportasi air untuk angkutan batubara sangat rentan kecelakaan. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Petugas Pandu dan Sistem Telekomunikasi Pelayaran atau Vissel Traffict Service (VTS), serta Kapal Assist berfungsi membantu kapal melakukan olah grafik ketika melintasi wilayah perairan yang menjadi pemukiman masyarakat pesisir sungai.red

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru