KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
MEDAN | SUMUT24 Dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-70 Universitas Sumatera Utara (USU) diisi dengan kuliah umum bertajuk Leadership General Lecturer Series yang menghadirkan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto sebagai pembicara kuliah umum sesi pertama dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf pada sesi kedua di Auditorium USU , Jumat, (9/9). Gubernur Lemhannas dalam kuliah umumnya mengusung tema “Penguatan Pertahanan Global dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sebagai Presidensi G20”. Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi mengatakan, tema tersebut dihadirkan untuk para mahasiswa dan seluruh peserta agar dapat memahami aspek-aspek strategis dalam penguatan pertahanan global serta bagaimana upaya peningkatan ekonomi secara signifikan. “Implementasinya diharapkan muncul inspirasi dari mahasiswa untuk dapat menyesuaikan kemauan dan aktivitas penyesuaian masa depan mereka terhadap tantangan yang akan datang,” ujarnya. Rektor menjelaskan, sehubungan dengan Presidensi G20 dan Dies Natalis ke-70, USU telah menyiapkan banyak diskusi menyambut G20 dan mahasiswa diharapkan memiliki willingness form berkaitan peran dan fungsi Indonesia pada gerakan tersebut. Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf membawakan tema “Keberagaman dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sebagai Presidensi G20.” Rektor Muryanto Amin menjelaskan, tema tersebut diusung karena Indonesia tidak hanya memiliki keberagaman dalam hal budaya, tetapi juga pada pandangan politik, keagamaan dan etnik. Karena itu, keberagaman yang hadir dalam kultur berbangsa dan relasi sosial harus dipahami. “Keberagaman yang hadir dalam kultur berbangsa dan relasi sosial harus dipahami secara bijak serta dimaknai sebagai kekuatan besar untuk mendukung pembangunan,†kata rektor. Rektor berharap, dengan materi keberagaman yang disampaikan menjadi kesempatan bagi mahasiswa USU untuk meningkatkan wawasan keilmuan dan menguatkan paham kebangsaan. “Kuliah ini diharapkan mampu memberi pemahaman bahwa keberagaman itu penting untuk bisa memperkuat Indonesia,†ujar Muryanto Amin. Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto dalam materinya menyampaikan tentang optimisme Indonesia untuk menjadi kekuatan pada ekonomi dunia dengan momentum G20. Kemudian tentang antisipasi kebijakan ekonomi karena Indonesia telah melalui titik-titik kritis dunia seperti pemulihan Covid, konflik Rusia-Ukraina, dan ketegangan antara Amerika dan China. “Dua hal yang pertama soal optimisme, ke depan kita berada di momentum yang tepat untuk melompat menjadi kekuatan ekonomi dunia, karenanya kita harus fokus untuk bisa melakukan adopsi ekonomi biru, ekonomi hijau serta transformasi digital,†jelas Andi. Menurutnya, materi pada kuliah umum ini sangat penting diberikan kepada mahasiswa, karena mahasiswa akan memiliki bayangan untuk berkarir dalam 20 tahun ke depan dan dapat menyesuaikan diri terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi dalam berbagai bidang. Kuliah Umum Ketua PBNU Sementara Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam materinya menyampaikan, ekonomi Indonesia hanya bisa bangkit ketika masyarakat turut aktif bergerak dan berkonsolidasi mengatasi masalah-masalah besar yang menjadi penghalang keharmonisan. Sebab agenda-agenda yang dibentuk oleh pemerintah kurang mampu membawa masyarakat bangkit dari kesulitan ekonomi yang dialami kini. “Pertama-tama ekonomi Indonesia ini maju bila masyarakat itu aktif bergerak karena pemerintah saja yang bergerak tidak cukup untuk bisa membawa masyarakat ini bangkit dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang kita alami,†jelas Gus Yahya. Kuliah Umum Ketua PBNU itu sendiri turut diapresiasi Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution yang menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena di Medan terdapat keberagaman suku dan agama sehingga materi yang disampaikan oleh KH Yahya Choli Staquf sangat dibutuhkan. “Kami Pemko Medan mengucapkan terima kasih kepada Gus Yahya yang telah memberi materi kepada mahasiswa di Medan dan Rektor USU sebagai penyelenggara. Kita ketahui bahwa Medan ini miniaturnya Indonesia, karena itu Medan membutuhkan materi yang disampaikan Gus Yahya,†ujar Bobby. Kuliah umum itu dihadiri lebih dari seribuan mahasiswa, Majelis Wali Amanat USU, Pimpinan USU, mulai dari level program studi, fakultas sampai universitas. (C04)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News