Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Baca Juga:
Sidikalang | Sumut24
Kendali di beberapa tempat di Kabupaten Dairi masih mengalami kesulitan terhadap akses air bersih namun kabupaten ini siap merubah pola hidup sehat masyarakatnya melalui kebiasaan yang dimulai sejak dini oleh para kanak-kanak yang diharapkan nanti menularkan kebiasaan baik ini kepada keluarga dan lingkungannya, demikian kebulatan tekad dari para peserta Training of Trainee (ToT) bagi para Kepala Sekolah dan guru yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi pada pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi yang didukung oleh Heartindo selaku pelaksana teknis dan operasional .
Sebastianus Tinambunan, SH. MPd yang merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi menyambut baik kegiatan yang termasuk jarang di daerah penghasil kopi ini serta menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi siap membantu sekolah yang benar-benar dapat merealisasikan sekolah sehat di tempatnya. Kabupaten Dairi menyambut baik uluran kerjasama ini dan kiranya dapat berkelanjutan lagi, ujar Sekda Dairi pada hari pertama pembukaan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Dairi.
Selanjutnya Dede Hariani SKM selaku program Manager HeartIndo menyampaikan kepada para kepala sekolah Dasar yang hadir dalam pelatihan tersebut bahwa program ini tidak hanya di Propinsi Sumatera Utara saja, melalui mitra lokal Heartindo, kami juga melakukan nya di Aceh. Kebiasaan pola Hidup Sehat harus dibiasakan sejak dini, sejak masa anak-anak. Awalnya memang susah merubah kebiasaan yang salah tetapi dianggap lazim oleh masyarakat. YUI menargetkan sebanyak 1160 SD di Propinsi Sumatera Utara mendapatkan dampak langsung dari program ini, dan untuk Propinsi Aceh dialokasikan 40 SD yang berada di Kabupaten Aceh Selatan ujar Waila lagi.
Pada hari pertama acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Dairi dr. Nitawati Sitohang. Dan Kepala Dinas Pendidikan Dairi Dra. Rosema Silalahi bahwa tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Dairi masih rendah terutama dikawasan pedalaman yang masih jauh teredukasi terutama dalam penanganan Buang Air Sembarangan (BABS).
Pelatihan selama tiga hari yaitu pada tanggal 12 hingga 14 Oktober 2016 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, kemudian Monitoring dan Evaluasi (MonEv) ke sekolah diadakan pada tanggal 15 Oktober ujar Dede Hariani SKM selaku Project Manager Heartindo didampingi oleh Linda Sitohang selaku staff dari Dinkes Dairi yang membantu proses pelatihan tersebut. Pada pelatihan ToT ini dijabarkan antara lain Kriteria Sekolah sehat, Simulasi Cuci Tangan pada air Mengalir serta sikat gigi yang baik dan benar. Pada hari pertama, tercatat ada delapan puluh empat Kepala Sekolah dari lima Kecamatan yaitu Kecamatan Berampu, Parbuluan, Pegagan Hili, Sidikalang dan Kecamatan Silima Pungga-pungga.
Selanjutnya pada hari kedua pelatihan ToT dihadiri oleh tujuh puluh sembilan Kepala Sekolah dari empat Kecamatan yaitu Kecamatan Gunung Sitember, Lae Parira, Sumbul dan Kecamatan Tanah Pinem. Sedangkan pada hari terakhir yaitu pada hari ketiga tercatat delapan puluh enam Kepada Sekolah atau Guru UKS atau Olahraga dari Kecamatan Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu, Siempat Nempu Hilir, Silahi Sabungan, Sitinjo dan Tingga Lingga mengikuti dengan antusias pelatihan tersebut hingga selelai.
Dalam pelatihan selama tiga hari tersebut, ada dua ratus limapuluh dua sekolah dari lima belas kecamatan di Dairi yang hadir dan siap menularkan ilmu yang didapat kepada guru dan murid disekolah masing-masing.
Pada hari ke empat tim Sekolah Sehat di Dairi tim melakukan Monitoring dan Evaluasi (MonEv) di Kecamatan Sidikalang. MonEv ini dilaksanakan agar kami dapat mengetahui seberapa besar daya serap guru dan siswa terhadap Sekolah Sehat terutama pada kehidupan mereka sehari-hari ujar ujar Marina selaku Tehnical Officer dari HeartIndo.
Dua hari sebelumnya HeartIndo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh Selatan dan Akademi Kebidanan Medica Putro Bungsu melaksanan pelatihan yang sama bagi empat puluh guru SD dari berbagai kecamatan dalam wilayah adminstratif Kabupaten Aceh Selatan di Tapaktuan.(rel)
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
kota
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
HUT Bhayangkara ke80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
kota
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
kota
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
kota
Resmob Polres Padangsidimpuan Ringkus Pelaku Pencurian dengan Pemberatan, Motor dan HP Sempat Digasak dari Kantor PNM Mekar
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Turun Tangan! Konflik TPA Batu Bola & Irigasi Batunadua Akhirnya Ada Titik Terang
kota
Sekda Padangsidimpuan Pimpin Rapat Strategis Penetapan Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Daerah
kota
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
kota