BAKOPAM SUMUT BAGIKAN MASKER DAN SEMBAKO KEPADA WARGA TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA
BAKOPAM SUMUT BAGIKAN MASKER DAN SEMBAKO KEPADA WARGA TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA
News
SIMALUNGUN I Sumut24.co Gelaran Festival Toba Kaldera Unesco Global Geopark yang berlangsung Sabtu (20/11) di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, berlanjut hingga malam hari. Seribuan pasang mata antusias menyaksikan berbagai penampilan para peserta menyuguhkan hiburan musik tradisional dan cerita legenda Toba di areal terbuka.
Baca Juga:
- BAKOPAM SUMUT BAGIKAN MASKER DAN SEMBAKO KEPADA WARGA TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA
- Brigjen TNI Fadjar Beserta Rombongan Satgas PRR Sumut -Aceh Kunjungi Titik Jalan longsor Pasca Bencana Di Kab Pakpak Bharat
- Hari Kedua HUT Pemkab Labuhanbatu, Bupati Didampingi Pj Sekda Kunjungi Stand Milik Pemerintah Desa
Sejatinya festival tersebut digelar sejak pagi hingga sore hari. Namun berbagai penampilan memukau para peserta unjuk kebolehan, ternyata berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Sehingga acara, harus dilanjutkan malam hari sampai selesai.
Namun event yang berlangsung, semakin mengundang perhatian pengunjung yang datang ke lokasi wisata Parapat. Secara bertahap, jumlah pengunjung yang tadinya berkisar seratusan orang, bertambah banyak pada malam harinya. Apalagi saat akhir pekan, menjadi waktu yang pas untuk orang mengisi waktu liburan di malam hari.
Kondisi ini menurut Ketua Panitia Pelaksana Festival Toba Kaldera Unesco Global Geopark, Debbie Panjaitan, sangat menggembirakan. Karena antusias masyarakat untuk menyaksikan berbagai atraksi yang digelar di kota wisata itu sangat luar biasa. Silih berganti, pengunjung dari berbabai daerah maupun warga setempat, memadati kawasan Open Stage untuk menikmati hiburan, ditambah lagi dengan sajian kuliner dari pedagang yang menydiakan makan dan minum di lokasi.
“Ini (festival) pertama kali kita gelar sejak Danau Toba ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG). Merupakan hal yang luar biasa, karena minat masyarakat begitu tinggi,†kata Debbie di lokasi acara, Sabtu (20/11) malam.
Menurutnya ini momentum yang harus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah kabupaten termasuk pelaku seni budaya. Sehingga jika bisa dilaksanakan setiap pekan atau setiap bulan, akan bisa mendatangkan kembali para wisatawan, setidaknya domestik, mengingat masa pandemi Covid-19 masih membatasi perjalan antar negara, sehingga untuk wisatawan mancanegara (wisman) sulit diharapkan.
“Konsep pengelolaan Geopark itu adalah konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Jadi ketiga hal itu ada pada event ini. Pertama kita tapilkan seni budaya tradisional, melibatkan yang anak-anak generasi muda juga, sebagai upaya mendidik mereka, dan juga membuat para pedagang mendapatkan manfaat ekonomi di dalamnya,†tambah Debbie.
Debbie juga berhararp, event dengan konsep dimaksud bisa dilakukan di seluruh kabupaten se kawasan Danau Toba. Karena modal awal untuk mengundang orang datang ke danau supervolcano ini sudah ada, yakni pemandangan indah dari berbagai sudut. Sehingga dibutuhkan pengelolaan dari segi pelayanan, hingga produk kebudayaan yang akan membuat wisatawan merasa terhibur dan nyaman berkunjung lebih lama.
Seorang pengunjung asal Kota Pematangsiantar, Octavia Situmorang mengaku senang bisa kembali melihat hiburan di Kota Parapat. Sejak masa pandemi, kegiatan seperti ini baru bisa mereka nikmati sat kemarin. Karena itu diriya berharap pemerintah bisa terus berbenah agar pariwisata di kawasan Danau Toba bisa lebih maju.
“Ya kita merasa terhibur bisa datang ke sini, dengan ada acara seperti ini. Kalau bisa setiap pekan ada yang seperti ini. Tetapi maunya, pemerintah setempat harus memperbaiki lagi tempat ini, termasuk kebersihannya agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,†ungkapnya.
Sementara sejumlah pedagang mengaku beruntung bisa berjualan di lokasi yang ramai pengunjung. Apalagi selama masa pandemi, mereka kekurangan pembeli. Sehinga jumlah wisatawan sangat berpengaruh pada penjualan mereka. “Kalau bisa yang seperti ini sering dibuat. Jadi makin banyak pengunjung datang. Dan omset penjualan kami bisa bertambah,†sebut Lina, pedangan minuman di lokasi acara.
Selain itu di sela acara festival tersebut, panitia kerap mengingatkan seluruh pengunjung dan pedagang agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Bahkan beberapa personel terus berkeliling membawa masker untuk dibagikan kepada warga yang belum menggunakan alat pengaman di masa pandemi tersebut. W03
BAKOPAM SUMUT BAGIKAN MASKER DAN SEMBAKO KEPADA WARGA TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas Percepatan Rehabilitas dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumut Aceh, Brig
News
sumut24.co Labuhanbatu, Perayaan HUT Kabupaten Labuhanbatu ke 81 begitu semarak dan meriah, perayaan tersebut diadakan selama tiga hari dim
News
sumut24.co ASAHAN, Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) KORPRI Kabupaten Asahan Tahun 2026 resmi berakhir. Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H.,
News
DELI SERDANG Prof. M. Abdiyanto mengajak seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk menyatukan gerak dan langkah dalam memajukan Padepok
Politik
Medan Sumut24.co Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh warga untuk terus merawat rasa persatuan di tengah keberagaman
Kota
SIMALUNGUN Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, MA, terpilih sebagai Mudir (Ketua Harian) Jamiyyah
Umum
MAKASSAR Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, secara resmi melantik jajaran Pengurus PWI Sulawesi Selatan
News
Medan sumut24.co Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta respon cepat terhadap perubahan kualitas udara, Pemerintah
kota
Semarakkan HUT Golkar, DPD Partai Golkar Padangsidimpuan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Doorprize Hingga Bagi Sembako
News