Baca Juga:
Tapsel I Sumut24.co
Pembangunan Menara Pandang Kebun Raya Sipirok yang berada di Perkantoran Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dinilai tidak begitu relevan.
Menara Pandang setinggi 31,5 meter itu berbiaya lebih dari Rp 13 miliar dan baru selesai pada Februari 2021 lalu.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tapanuli, Buyung M. Kholil, menyesalkan pembangunan menara pandang yang bersumber dari dana CSR salah satu perusahaan.
Menurutnya, Menara Pandang tersebut kurang relevan dan penting dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat.
“Kedepannya saya harap pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan dalam perencanaan pembangunan harus memberikan manfaat kepada warga terlebih banyak infrastruktur kita seperti jalan hampir 301 KM rusak parah yang langsung berdampak,†kata Buyung.
Buyung M. Kholil menjelaskan, menara pandang yang dibangun tersebut cukup megah dilengkapi dengan eskalator (lift) untuk memudahkan pengunjung naik ke atas.
Namun, masih banyak kondisi fisik jalan yang rusak tidak sebanding.
“Bayangkan jika dianggarkan pembangunan jalan, berapa desa yang tertinggal bisa kita bantu aksesnya. Jadi menurut saya, warga datang naik lift Kemana-mana, baru pulang kedesanya jalan kaki karena jalan rusak. kan..lucu,†tegas Buyung yang juga Sekretaris PAN Tapsel.
Lebih lanjut, Politisi PAN ini meminta Pemkab Tapsel untuk mengelola dana CSR belasan miliar untuk membantu masyarakat dalam hal yang mendesak terlebih saat pendemi covid-19.
“Itu harapan kita, sesuaikan dengan kebutuhan daerah. Gunakan dan arahkan uang itu untuk proyek yang medesak,†tutup Buyung M. Kholil.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News