NEGRI LAMA | SUMUT24
Baca Juga:
Distributor Gas Elpiji 3 kg dari kabupaten masing-masing Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) ‘perang’ dengan distributor yang ada di Kabupaten Labuhanbatu guna mencari pangkalan khususnya di daerah pesisir pantai, seperti di Kecamatan Bilah Hilir dan Panai Hulu.
Hal ini dianggap bermasalah disebabkan distributor elpiji 3 kg dari Labura dan Labusel itu hanya dapat beroperasi di kabupaten masing-masing bukan ‘menjarah’ kavlingan distributor lain.
Demikian diungkapkan Sekretaris Persatuan Wartawan Bilah Hilir (Perwabih) Sofyan Ritonga didampingi Abdi kepada beberapa wartawan di salah satu warung di Negeri Lama, Jumat (21/7) sore.
Hasil temuan di lapangan, lanjut Sofyan, harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketentuan Pertamina seharusnya @ Rp.15.000, namun dijual diberbagai pangkalan @ Rp. 17.000 – 18.000,-
Selain itu timpal Abdi, isi gas elpiji seharusnya 3 kg, namun ketika ditimbang menjadi 2,7 kg. “Ini jelas merugikan masyarakat,†tukas Abdi.
Pihaknya meminta agar pimpinan kecamatan mengambil sikap guna menertibkan hal ini selain sudah lama berlangsung dan warga dirugikan.
Camat Bilah Hilir Saparuddin SH ketika dimintai komentar melalui selularnya mengatakan akan memanggil para pengusaha pangkalan guna melakukan kroscek akan situasi yang ada sekaligus melakukan pendataan agar lebih transparan dan akuntabel.
“Pengusaha pangkalan akan dipanggil, didata agar transparan serta akuntabel,†ujar Saparuddin diujung telepon genggamnya.
Dari hasil itu, lanjutnya akan ketahuan mana pangkalan yang riil dan mana pangkalan yang abu-abu guna mengindari kerugian para warga yang membutuhkan gas elpiji sebagai salah satu kebutuhan dasar warga khususnya di daerah ini. (w28)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News