Kamis, 22 Oktober 2026

Ketua PAC PP Bukit Malintang : Sesalkan Sikap Bupati, Selama Ada Perusahaan Masyarakat Terotak-kotak

Administrator - Minggu, 16 Mei 2021 09:26 WIB
Ketua PAC PP Bukit Malintang : Sesalkan Sikap Bupati, Selama Ada Perusahaan Masyarakat Terotak-kotak

 

Baca Juga:

Madina I Sumut24.co Ketua Pimpinan anak cabang pemuda Pancasila kecamatan bukit malintang M Efendi menyayangkan pernyataan Bupati Mqndailing Natal Drs Dahlan Hasan Nasution di salah satu Media Online

Berikut pernyataan Bupati Madina yang di kutip di salah satu media online, “Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, sebagaimana kita diketahui PT. SMGP kembali ditimpa musibah kebakaran pada Jum’at (14/05/2021) dan hal ini tentunya tidak satu pun yang menghendaki.

“Bupati Mandailing Natal sangat menyayangkan ungkapan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal Ahmad Arjun Nasution pada salah satu Media Online yang mengatakan PT. SMGP diminta ditutup sementara. “Apakah saudara Arjun sudah memikirkan nasib para pekerja manakala Perusahaan tidak beroperasi, sementara setelah terjadi musibah naas pada 25 Januari 2021, masyarakat yang bekerja di PT. SMGP hampir 2 Bulan tidak bekerja yang tentunya tidak memperoleh gaji, Apakah Saudara Arjun dapat menalangi kebutuhan masyarakat yang bekerja di PT. SMGP,” ujar Dahlan. Lanjut Dahlan, apakah saudara Arjun sudah memikirkan pribadinya selaku salah satu aktor pelaku Tambang Emas Ilegal di Kecamatan Batang Natal, yang akibat perbuatannya mengakibatkan Bumi Mandailing Natal rusak yang lebih tepatnya disepanjang Sungai Batang Natal yang telah hancur lebur akibat ulah Penambangan Emas Ilegal.” (Di kutip dari salah satu media Online)

Ketua PAC PP Bukit Malintang M Efendi mengatakan PT SMGP bekerja amatiran jika pihak perusahaan Menyebutkan Korselting listrik berarti Perusahaan membuat bahan yang tak layak pakai. Hal ini diungkapkan ketua PAC PP Bukit Malintang pada awak media di malintang Minggu (16/5 2021).

Ketua PAC PP Bukit Malintang Juga mempertanyakan pada Bupati Madina sebagai mana bupati mempertanyakan pada ketua MPC PP Madina Akhmad Arjun Nasution di salah satu media online.

“Apakah bupati Madina menghitung berapa nyawa yang sudah hilang setelah kehadiran PT.SMGP dimandailing Natal Ini, Hitung dulu pak mulai tahun 2015 sampai saat ini”

Ketua PAC menambahkan “soal Pekerja sebelum ada Perusahan tersebut apakah masyarakat madina sekitar ada yang mati kelaparan akibat kurang kerjaan. Tidak pak bupati. bahkan masyarakat sekitar perusahaan rukun. Setelah adanya perusahaan masyarakat bisa di bilang terkotak kotak.

Bengitu juga dengan masalah Tambang di aliran sungai Batang Natal. Kalau di bandingkan pak bupati antara Tambang di aliran sungai Batang Natal dan di PT SMGP. Lebih banyak masyarakat menggantungkan hidup di tambang aliran sugai dari pada di PT SMGP. Berapakah jumlah masyarakat yang bekerja di PT.SMGP, tanya ketua PAC PP Bukit malintang.

Sudah selayaknya PT. SMGP di tutup sementara. Tahun 2015 akibat PT SMGP terjadi kerusuhan mengakibatkan korban nyawa. Tahun 2018 dua korban kolam penampungan milik PT SMGP. Dan pada tahun ini 5 korban nyawa puluhan yang orang yang di rawat akibat kebocoran gas beracun milik PT SMGP. Dan baru baru ini ribuan orang was was (trauma) akibat kebakaran di PT SMGP. Apakah ini semua masih kurang. Apakah masih kurang nyawa yang melayang baru Pemda menutupnya, pungkas m Efendi. (Irfan)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perpisahan Konsul Jepang, Rico Waas Dorong Peluang Kerja Sama Baru dengan Medan
Peringati Hari Santri, Ibnu Hajar Ajak Santri Karya Nyata untuk Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Ketum PP TPI Medan Ismet Danial Nasution Ajak Santri Perkuat Akhlak dan Nasionalisme
Melalui Subuh Keliling, Kapolresta Deli Serdang Sampaikan Pesan Kamtibmas Dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat
TP PKK Kabupaten Asahan Ukir Prestasi, Raih Juara II Lomba Vlog KILAS Tingkat Sumut
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Di Tanjungbalai, Wali Kota Siapkan Pendampingan Hukum
komentar
beritaTerbaru