Selasa, 17 Maret 2026

Makna "Makanan"

Administrator - Minggu, 01 Maret 2020 06:46 WIB
Makna

Makna “Makanan” Oleh : Hasan Basri Siregar (Hari’S)

Baca Juga:

Mendengar kalimat “Makanan”, tergambar di benak kita hidangan lezat, lengkap berbagai jenis lauk pauk tersusun di meja hidangan. Dan kitapun ingin atau sedang menyantap nya.

Atau seseorang disudut sana berkata, itu ada makanan, ” Gas terus, sikat katanya”. Makan itu bisa jadi berbentuk “harta benda” Jabatan, atau Wanita, Baik dilakukan dengan cara, sikut-sikutan atau sampai bunuh-bunuhan. Yang penting katanya, Makanan itu bisa didapat.

Disebelahnya Nun di pojok ruangan rumah, duduk seorang pria bersahaja yang sudah banyak makan ” asam garam” kehidupan. Pria berumur kisaran enam puluhan itupun berujar, nampaknya saja mereka itu makan, padahal sebenarnya mereka itu sebagian tak tau makanan, sebutnya pelan. Kecuali, hanya untuk kebutuhan isi perutnya saja.

Ulas pria bersahaja itu setelah meneguk air putih dari gelasnya, saya ceritakan hal ini, hanya untuk mengambil jalan paham, apakah makan itu, Halal, ( disukai Allah dan rasul-nya) dan Haram, ( dibenci, Allah dan rasul-nya) tapi sangat disukai Setan dan pengikutnya.

Untuk itu, tuturnya yang penuh dengan makna, seorang yang sedang melakukan olahraga, apa pun jenis olahraga yang di tekuninya, untuk mengolah bagian-bagian tubuh tertentu, hal itu adalah bagian dari makanan, karena disitu kita telah menghidupkan sel-sel otot tubuh melalui gerakan olahraga, terangnya.

Selanjutnya tambah pria pemilik empat Kebun itu, perut, yang berhubungan dengan ” nafsu”. Keinginan memenuhi kebutuhan isi perut, perhatikan (Halal, Haram) setiap nutrisi yang masuk kedalam nya. Sebab darah, daging, akan mengalir dan tumbuh berdampak langsung ke karakter dan sifat kita akibat dari makanan yang kita telan.

Kemudian Sambung pria sembilan cucu itu, rajin membaca, mujakarah ( berkumpul tukar fikiran dalam hal wawasan) mendengar nasehat orang tua, mendatangi ahli ilmu di majelis ulama, hal ini juga makanan, yakni makan akal, katanya memberi penerangan.

Dan sebut kakek usianya genap enam puluh enam ini sambil bebisik pelan, membaca ” Kitab” ( Al-Qur’an) baik membaca sendiri maupun dibacakan, (dengarkan sungguh-sungguh) bersedekah, menyebut namaNya dengan lemah lembut ( Berzikir) ini adalah makanan sesungguhnya sebab, Qolbu ( Hati) akan hidup, bergetar bergemuruh menandakan kita telah memberi makan melalui proses zikir.

Sebelum beliu beranjak, akupun minta edukasinya bagaimana kalau makanan itu tidak kita penuhi, tandanya cukup terang ungkap beliu,yang tanpa sadar aku menyebutnya guru itu, coba selama tiga hari berturut-turut jangan ada sebutir makanan ataupun minuman masuk ke perut mu, ujarnya ber-Argumen. Maka akan kelaparan dan lemah. Sel-sel akan mati akibat tak olahraga, tubuh lemah sebab tak makan, akal buntu karena malas belajar dan hati akan membatu sebab tak pernah berzikir tutupnya. Semoga ada manfaatnya, Ditulis hari Minggu (1/3/2020) jam 9 pagi. (Hari’S).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Posko SIAGA Layanan Telkomsel Selama Periode Mudik di Medan dan Sekitarnya
Forkopimda Bersama BAIS TNI Gerebek Gudang Diduga Penimbunan BBM Solar Bersubsidi di Medan Marelan, Aneh Polisi Kemana
HUT Toba Berlangsung Sukses, Bupati dan Wakil Bupati Sampaikan Terimakasih
Waka Polres Tapanuli Selatan Cek Pos Pelayanan Gunungtua, Pastikan Pengamanan Idul Fitri 1447 H Siap
Tradisi Mangulosi dan Arak-Arakan Bendi Warnai Penyambutan Rektor Baru UIN Syahada Prof Sumper Mulia Harahap
Polres Padang Lawas Turun ke Jalan, Bagi-Bagi Takjil untuk Pengendara Jelang Berbuka
komentar
beritaTerbaru