Selasa, 17 Maret 2026

ANKM-I Kabupaten Batubara Gelar Diskusi, Ini Kata Ketua umum DPP ANKM-I, Rahman Ghafiqi

Administrator - Minggu, 17 Juli 2022 13:36 WIB
ANKM-I Kabupaten Batubara Gelar Diskusi, Ini Kata Ketua umum DPP ANKM-I, Rahman Ghafiqi

Batubara| Sumut24.co Aliansi Nelayan Kecil Modern Indonesia (ANKM-I) Kabupaten Batubara menggelar diskusi dan temu ramah di Cafe Dumin Kecamatan Tanjungtiram Kabupaten Batubara, Jumat (15/7).

Baca Juga:

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua umum DPP ANKM-I, Rahman Ghafiqi, Sekretaris MH, . Adam Malik, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Mutiara Keadilan Armansyah SH MH serta pengurus ANKM-I Kabupaten Batubara.

Ketua Umum Rahman Ghafiqi, SH dalam sambutannya mengucapkan terimah kasih atas semangat para kawan-kawan dalam membahas tentang aturan dan kesejahteraan nelayan.

“Diskusi ini sangat baik, disini ANKM-I dan LBH Mutiara Keadilan Kota Medan membahas soal aturan-aturan yang bersangkutan dengan nelayan baik itu hak, tanggung jawab,soal alat tangkap, dan kesejahteraan nelayan serta pandangan hukum untuk nelayan,” kata Rahman yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Rahman yang dididampingi ketua LBH Mutiara Keadilan Armansyah, SH, MH menjelaskan, sebagai perkumpulan nelayan yang rata-rata diinisiasi oleh para nelayan pukat teri, sampai saat ini dianggap sebagai nelayan yang alat tangkapnya tidak ramah lingkungan.

“Problem alat tangkap yang tidak ramah lingkungan selalu menjadi ketakuan hal melakukan penangkapan di laut, tetapi dari hasil diskusi ini kita akan lakukan kajian-kajian akedimisi untuk menetukan apakah ini berdampak pada ekosistem biota laut,” terangnya.

Dirinya juga menganggap pelarangan alat tangkap bertolak belakang dengan perekonomi nelayan dan ciri khas kota medan yaitu Teri Medan.

“Teruntuk Batubara, nelayan disini kebanyakan pukat teri. Kalau ini dilarang pasti berdampak dengan ekonomi masyarakat serta ikon Teri Medan bakal hilang,” tuturnya.

Selain itu, ujarnya, ANKM-I juga akan menyampaikan aspiriasi dan keluhan para nelayan kepada pihak Pemerintahan dan DPR.

“Kita berharap agar pemerintah benar-benar fokus dalam melakukan tindakan pasti terhadap penyelesaian konflik antara nelayan-nelayan kecil dengan para nelayan tradisional karen mereka harus dibina dan disejahterahkan oleh Negara bukan disingkirkan, tegas Rahman. rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polres Sergai Ungkap Kasus Penculikan Anak dan Pembunuhan di Pulau Gambar, Dua Tersangka Ditangkap
Posko SIAGA Layanan Telkomsel Selama Periode Mudik di Medan dan Sekitarnya
Forkopimda Bersama BAIS TNI Gerebek Gudang Diduga Penimbunan BBM Solar Bersubsidi di Medan Marelan, Aneh Polisi Kemana
HUT Toba Berlangsung Sukses, Bupati dan Wakil Bupati Sampaikan Terimakasih
Waka Polres Tapanuli Selatan Cek Pos Pelayanan Gunungtua, Pastikan Pengamanan Idul Fitri 1447 H Siap
Tradisi Mangulosi dan Arak-Arakan Bendi Warnai Penyambutan Rektor Baru UIN Syahada Prof Sumper Mulia Harahap
komentar
beritaTerbaru