Rabu, 29 April 2026

Corona Virus VS Corona Politik

Administrator - Minggu, 22 Maret 2020 13:26 WIB
Corona Virus VS Corona Politik

Corona Virus VS Corona Politik

Baca Juga:

Oleh : Hasan Basri Siregar wartawan Harian Sumut24

Secara umum masyarakat menafsirkan Corona Virus sebagai Bakteri halus, yang hanya bisa dilihat alat khusus seperti mikroskop. Sedangkan alat mikroskop merupakan Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat). Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati ( melihat) organisme berukuran kecil (mikroskopis).

Sedangkan “Virus” itu sendiri adalah mikroorganisme patogen yang menginfeksi sel makhluk hidup. Virus hanya dapat bereplikasi di dalam sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Semua bentuk kehidupan dapat diinfeksi oleh virus, mulai dari hewan, tumbuhan, hingga bakteri dan arkea.

Lain halnya dengan Corona Politik, Corona Politik secara umum masyarakat awam akan mengartikan itu sebagai permainan kepentingan. Bila di politisasi kearah kepentingan ekonomi maka akan berdampak harga harga akan melambung seperti, sarung tangan, obat- obatan, masker dan lain sebagainya.

Lebih parah dan dahsyat nya lagi bila Corona Politik di arahkan kearea kepentingan ” Agama”. Para politikus akan mendramatisir Corona Virus itu sangat membahayakan, sampai-sampai beberapa mesjid ditutup, tempat keramaian di stop dan sekolah juga diliburkan. ujung ujungnya kitapun mengetahui anggaran APBN,APBD di gelontorkan……..

Seandainya setiap masalah itu muncul secara Buming, seperti kasus Corona Virus, kasus Jiwasraya, ditangani secara profesional oleh para ahli di bidangnya masing-masing, tentu hal itu tidak menimbulkan kehebohan dan ketakutan di tengah tengah- tengah masyarakat.

Oleh karenanya, marilah kita melihat persoalan itu secara profesional juga. Biarkan persoalan itu ditangani oleh ahli di bidangnya.kita yang tidak menguasai bidang itu jangan malah ikutan, apa lagi “membumbui” untuk kepentingan sesaat. yang pada akhirnya negri ini porak poranda.

Untuk itu, para stekholder berikanlah masyarakat itu Edukasi dengan keahliannya, jangan justru sebaliknya, seolah mereka berbicara dengan kepintarannya, padahal yang disampaikannya itu kebodohan nya.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Terbongkar! Sabu 22 Kg Jaringan Malaysia–Aceh Disamarkan dalam Tangki Mobil, Kurir Ditangkap di Parkiran Mal Medan
Polresta Deli Serdang Uji Kesiapan Lewat Simulasi Sispam Kota
Izin Undian Gebyar Pajak Sumut Belum Terbit, Pelaksana Event dan Pejabat Terkait Terancam Pidana
Polsek Medan Labuhan Ungkap Kasus Curas di Gang Jagung, Dua Pelaku Diamankan
Shohibul Anshor Siregar: LKPJ Medan 2025 Ungkap Kegagalan Struktural, Proyek Drainase Hanya Jadi "Pemborosan Negara"
Bawa Senjata Tajam Dua Anggota Geng Motor di Marelan Diamankan Polres Belawan
komentar
beritaTerbaru