Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke-63 Prof. Ganjar Razuni
Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke63 Prof. Ganjar Razuni
kota
Oleh : H Syahrir Nasution
Baca Juga:
“ How Democracies Dieâ€, begitulah saya teringat sewaktu membaca buku tentang suatu Negara yang dilanda Erosi Demokrasi. Kejadian ini benar terjadi di Brazil atas kejatuhan Lula Da Silva Presiden Brazil , yang membuka jalan untuk Jair Bolsonaro ketampuk kekuasaan .
Kejatuhan Lula Da Silva tersebut serta Erosi Demokrasi di Brazil , merupakan upaya “ PENYINGKIRAN “ terhadapnya melalui Peradilan yang Kontroversil atas tuduhan Korupsi walau pada tahun : 2021 Mahkamah Agung Membatalkan Hukumannya tersebut. Didalam buku itu HOW DEMOCRACIES DIE menyebutkan bahwa ada tiga tahap untuk “ melemahkan DEMOKRASI itu secara perlahan perlahan dantidak disadari.
PERTAMA : Kuasai Wasitnya , artinya Ganti para Pemegang Keluasaan di Lembaga yang “ Netral “ dengang pendukung Rezim “ Status Quoâ€. KETIGA : Ganti Aturan Mainnya, artinya : Ubah Peraturan Negara ( UNDANG UNDANG ) untuk “ Melegalkan Penambahan dan MELANGGENGKAN Kekuasaan.
KEDUA : Singkirkan Pemain Lawan , artinya Singkirkan Lawan Politik dengan jalan KRIMINALISASI dengan alasan KORUPSI , Gratifikasi ataupun Penyuapan dan Skandal kasus.
Pelemahan Demokrasi seperti itu, yakni secara perlahan perlahan ( “ Step By Step dan Massif ) dapat menyebabkan “ SHIFTING BASELINE SYNDROMEâ€, yaitu Perobahan secara bertahap dan Perlahan sehingga Public menjadi “ Terbiasa “ dengan KONDISI barunya yang SEBENARNYA “ Burukâ€.
Dari kondisi yang penuh oleh praktek yang dulunya dipandang tidak Normal dan tidak boleh dinormalkan dalam DEMOKRASI , tapi karena “ Kebobrokannya “ berlangsung “ Perlahan Perlahan “ / Massif maka tanpa disadari dianggap menjadi KEWAJARAN YANG BARU.
Dari Ketiga tahap yang tertera dalam buku tersebut , maka Dunia belajar bahwasanya DEMOKRASI itu tidak boleh “ TAKEN FOR GRANTEDâ€, tetapi harus terus DIRAWAT . [8/1 07.55] Syahrir Nst: Pesan pentingnya dari isi buku itu , bila terlambat mengoreksi dan merawatnya , maka akan menjadi terlalu berat untuk dikembalikan pada “ Relnya “ . Penyimpangan terhadap Demokrasi walaupun hanya kecil , namun Continue terhadap Etika dan Praktik Demokrasi , akan menjadi meluas dan melebar bila Kebobrokan itu dibiarkan .
Dari isi cerita dalam buku ini jelasnya DEMOKRASI itu harus dijaga dan dirawat sesuai dengan Konstitusi yang berlaku dari suatu Negara . Demokrasi bukanlah untuk diberikan secara “ cuma cuma maupun HADIAH “ bagi seseorang yang mabuk Kekuasaan . Sehingga DEMOKRASI jangan sampai di perjual belikan seperti barang dagangan , “ DEMOCRACIES IS NOT FOR SALE & NOT TAKEN FOR GRANTEDâ€.
Comitmentnya itu tentu harus dibuktikannya serta harus “ Dikawal “ oleh Rakyatnya sendiri. Lula Da Silva akhirnya , dilantik menjadi Presiden kembali setelah mengalahkan Jair Bolosonaro dalam pemilihan tahun yang lalu, Ianya berjanji menghadirkan kembali program sosial dan menghentikan “ Deforestri “.
* Managing Director : Political and Economic Consulting Institute Indonesia – PECI Indonesia.
Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke63 Prof. Ganjar Razuni
kota
Di Balik Pujian Pensi AlHikmah, Wakil Wali Kota Medan Beri Warning Soal Narkoba dan Judol
kota
Medan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali berhasil membongkar praktek pembuatan narkotika jenis vape, atau yang le
Hukum
sumut24.co ASAHAN, Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Kepolisian Resor Asahan menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor
News
Bupati Madina Saipullah Nasution Minta Perusahaan Sawit Buka Data, CSR Harus Kembali untuk Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
kota
Sawah Sudah Direhabilitasi, Air Belum Mengalir Bupati Madina Saipullah Nasution Minta Irigasi Batang Gadis Segera Dikeruk
kota
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Bupati Tapsel Gus Irawan Bidik Pembangunan Lebih Tepat Sasaran
kota
Kapolda Sumut Dorong Humas Polri Kuasai Ruang Digital dan Rebut Kepercayaan Publik
kota
Sambut Hari Bhayangkara ke80, Kapolres Tapsel Datangi Gereja dan Masjid, Tebar Pesan Persatuan dan Kepedulian
kota
Pesan Menyentuh H. Purnadi untuk 23 Santri AlShoulatiyah Jangan Berhenti Belajar!
kota