Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Catatan : Ali Sati Nasution
Baca Juga:
BERKISAR pada akhir abat ke-18-19 hingga 20, Huta Siasiantar (sekarang Kota Siantar) Kabupaten Mandailing Natal pernah menjadi pusat perada-ban Syiar Islam di wilayah Mandailing sekaligus ibukota Keresidenan Mandailing Angkola.
Keberadaannya semakin strategis sebagai pusat Pemerintahan, Ekonomi, Informasi dan Peradaban. Ini terjadi berkat pengaruh dan perjuangan Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar Sebagai Raja Panusunan Nasution, sekaligus sebagai Kepala Kekuriaan Huta Siantar.
Sutan Kumala, yang lebih dikenal dengan gelar Syang Yang Dipertuan Hutasiantar, beliau bekerja sama dengan Asiten Residen Belanda: Alexander Philippus Godon; melaksanakan pembangunan prasarana ekonomi selama 9 tahun (1848-1856). Sutan Kumala berhasil memajukan keseahteraan masyarakat Mandailing.
Prospek pembangunan kesejahteraan itu termasuk pembangun prasana jalan dan pasar.Waktu itu Pasar yang berkembang adalah Tano Bato Kayulaut, berikut pembangunan jalan ke Natal.
Tentunya tidak mengherankan, pada masa itu anak keturunan Sutan Kumala banyak yang menyebar ke berbagai daerah, bukan saja di Sumatera Utara,bah-kan hingga ke daerah Riau dan Malaysia, luar negeri.
Sutan Kumala Nasution (Sang Yang Dipertuan) Hu-tasiantar sangat sangat perhatian terhadap ajaran Islam dan dekat dengan ulama, dibuktikan sewaktu menjemput Syeikh Zainal Abidin Hasibuan ke Barumun Padang Lawas unuk tinggal dan menjadi guru agama Islam di Hutasiantar, beliau langsung ikut ke Barumun. Sebagai pusat informasi,dari Huta Siantar menyebar pemberitahuan ke kampung-kampung dan raja-raja huta bahwa di Kekurian Huta Siantar telah menyediakan guru-guru agama Islam ternama.
Di kemudian hari muncullah nama Syeh Abdul Fatah (makamnya tempat bernazar) dan Syekh Zainal Abidin Hasibuan. Kedua makam ini berada di Pagaran Sigatal.Pada masa Itu Hutasiantar banyak melahirkan ulama besar di Mandailing. bahkan sewaktu Sang Dipertuan berangkat ke Mekkah beliau membawa Abdul Qodir yang masih berusia sekitar 12 tahun.
Keberadaan Abdul Qodir di Mekkah untuk menuntut ilmu yang pada akhirnya menjadi Syekh dan Imam Besar Masjidil Harom, orang pertama Asia Teng-gara menjadi Imam di Masjidil Harom.Majelis pengajiannya banyak dikunjungi murid-muridnya dari belahan timur dan barat. Terkenal dengan Syekh Abdul Qodir Al-Mandily.
Sutan Kumala Syang (Yang Dipertuan Hutasiantar) Anak Baginda Mangaraja Enda I Panyabungan To- tonga dari istri pertamanya (Namora) boru Lubis dari Desa Roburan Dolok. Kisah permaisuri Baginda Mangara Enda Namora boru Lubis mengandung suatu riwayat yang spesifik. Namora boru Lubis setelah kawin dengan Baginda Mangaraja Enda, lama baru mendapat keturunan.
Setelah melalui pemeriksaan orang pintar, walau umurnya sudah mulai tua, tetapi diisyaratkan kembali Marulak Ari ke Desa Roburan Dolok. Oleh rombongan Baginda Mangaraja Enda hal itu dapat dipenuhi,upacara adat kebesaran Marulak Ari kembali dilakukan.
Saat berangkat dari Bondul Nipintu (gerbang pintu sebelah dalam) rumah ayah dari Namora boru Lubis bernama Datu Tolpang Lubis, Namora boru Lubis disuruh marambit (menggendong batu). Itu dilaku-kan mulai dari Desa Roburan Dolok hingga ke Panyabungan Tonga.
Percaya atau tidak, setelah itu beberapa bulan kemudian Namora boru Lubis berbadan dua.Anak yang dikandungnya Sutan Kumala Syang Yang Dipertuan. Setelah beliau dewasa dinobatkan menjadi raja.
Dikutip dari karya tulis Ali Sati Nasution yang belum dibukukan : Klan Nasution Ibarat Bahtera Nabi Nuh,Penuh Muatan…
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Antusiasme Tinggi! 111 Pendaftar Ikuti Verifikasi Seleksi Polri 2026 di Padangsidimpuan
kota
Balita Hilang di SPBU Hutalombang, Polres Padang Lawas Sigap Memulangkan ke Orang Tua
kota
Bupati Madina Dorong Pelestarian Tradisi Lubuk Larangan untuk Ekosistem dan Masyarakat
kota
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News