Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
MEDAN I SUMUT24.co Tak masuknya nama pendiri PAN Amien Rais dalam kepengurusan DPP PAN sebagai Dewan Kehormatan tak perlu diperdebatkan yang penting bagaimana partai matahari dapat terus bersinar menyinari bumi pertiwi ini.
Baca Juga:
- Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
- Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
- Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
Pemerhati Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar menegaskan, Tidak ada yang perlu disesalkan ketika Amien Rais sebagai pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tidak diposisikan pada jabatan strategis kepengurusan baru pasca Kongres kemarin.
Lebihlanjut Fungsionaris Muhammadiyah itu, Kenyataan itu tidak perlu memerosotkan soliditas PAN. Apalagi akan mendorong kalangan internal melakukan gerakan separatisme yang akan melahirkan PAN reformasi. Itu cara-cara lama yang amat tidak sehat.
Tunggu saja Ketua Umum Zulkifli Hasan salah menjalankan kepemimpinan ke depan, kritisi, lawan dan jatuhkan, dengan cara-cara demokratis. Jangan pula lupa bahwa jika konstitusi PAN memperkenankan seseorang seperti Zulkifli Hasan untuk menjabat Ketua Umum selama ia berkeinginan, terimalah itu sebagai bagian intergral dari watak demokrasi yang difahami, dianut dan dibakukan dalam jatidiri PAN. Hadapi ia dalam setiap kongres dan jika kalah jangan cepat-cepat frustrasi.
Ditambahkan Direktur Nbasis itu, Mungkin orang lupa bahwa jika Amien Rais sejak awal tidak pernah berkeinginan untuk mengabadikan posisi dirinya sebagai premus interpares (penentu tertinggi) dalam tubuh PAN. Padahal itu sangat mudah baginya, dan tradisi politik di Indonesia sangat mendukung itu sejak zaman Mataram. Lihat saja partai-partai lain yang mensakralkan figur tertentu sebagai resep tunggal kelanggengan partai yang akhirnya sangat berpengaruh atas buruknya capaian demokratisasi Indonesia secara menyeluruh.
Di Indonesia ada dua macam partai, yakni partai moderen dan partai tradisional. Partai moderen berusaha mangadopsi nilai-nilai terluhur demokrasi meski di sana-sini tetap saja ada kekurang sempurnaan. Sedangkan partai tradisional selalu lebih menganggap kekuasaan sebagai tujuan utama yang difahami seolah mandat langsung dari Tuhan dan tak boleh dikoreksi. Penelantaran atas nilai-nilai demokrasi tidak menjadi soal, walaupun sejatinya partai itu adalah instrumen demokrasi.
Lebihlanjut Dosen Fisipol UMSU tersebut, PAN boleh memilih sebagai partai moderen atau tradisional, dan sesungguhnya pelajaran untuknya sudah lebh dari cukup untuk menentukan sikap ke depan apakah sebagai pelengkap dalam proses politik kebangsaan dan kenegaraan atau sebagai katalisator efektif. Pertanyaan itu pantas diajukan kepada PAN mengingat historicalbackground pendirian dan klaim sebagai partai reformasi.(red)
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota
Camat Medan Amplas Pimpin Upacara di TPI, Bagikan 640 Bingkisan untuk Siswa
kota
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota