Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Baca Juga:
- Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
- Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
- Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
MEDAN I SUMUT24 Hampir semua partai politik di Indonesia semuanya masih berorientasi kekuasaan. Betapa tidak setiap kebijakan yang digaungkan sedikit banyaknya pasti berdampak kepada masyarakat. Itulah Parpol di Indonesia ini masih saja berorientasi kekuasaan. Demikian dikatakan Pemerhati Sosial dan Politik Shohibul Anhsor Siregar kepada SUMUT24, Kamis (13/2).
Menurutnya, begitujuga untuk partai politik di Indonesia ada agenda tetap konflik. Pertama, saat pergantian pengurus (kongres, musyawarah tingkat pusat maupun daerah).
Kedua, penentuan caleg. Ketiga, penentuan figur untuk jabatan-jabatan eksekutif. Campur tangan pemerintah dalam konflik setiap partai itu terus berlangsung bahkan sejak zaman Soekarno.
Semua partai politik berorientasi kekuasaan dan karena itu partai yang berpotensi melawan pemerintahan akan disikapi dengan kekuasaan. Berapa banyak parpol dibubarkan zaman Soekarno.
“Bagaimana Soeharto menata kepartaian agar semuanya tunduk meskipun secara formal semua partai tetap terkesan sebagai institusi demokrasi. Semuanya itu melukiskan pengalaman demokrasi dan politik yang menegaskan keniscayaan kekuasaan,” ungkapnya.
Lebihlanjut Direktur Nbasis tersebut, Golkar adalah partai yang dibangun Pak Harto dan sudah tercatat berulangkali gagal mempertahankan soliditas hingga lahir partai-partai baru seperti Gerindra, Hanura, Nasdem dan lain-lain.
PAN sendiri pernah gagal mengakomodasi gejolak internal hingga melahirkan Partai Matahari Bangsa (PMB) meskipun hanya pernah ikut sekali pemilu dan bubar selamanya. Dalam kasus PAN terlihat adanya polarisasi yang menajam tak hanya menjelang kongres.
Meski tidak persis sama apa yang dialami PKS kelihatan dalam PAN dengan barisan yang menginginkan konsistensi sikap reformatif atau kencenderungan pragmatis.
Berapa pun kandidat yang maju pada kongres itu dapat diklasifikasi kepada dua kategori, yakni reformatif dan pragmatis.
Pertarungan itu akhirnya dimenangkan oleh kalangan kedua. Bahkan kalangan reformatif seakan tak bergaung sama sekali.
PAN sudah agak lama membangun tradisi yang kurang demokratis sehingga permusyawaratan di daerah kurang menghargai aspirasi yang digantikan oleh argumen komando.
Mungkin masuk akal juga alasan demi eliminasi money politic dalam musyawarah pergantian pengurus dan span of control yang kuat dari pusat.
Tetapi dampaknya sangat besar dan luas. Bahwa tanpa disadari kini PAN mengalami kerugian besar dengan tradisi baru itu dengan apatisnya kader idealis dan keraguan yang semakin besar atas keamanahan yang terus diharapkan oleh kinstituen kepada partai ini.
Ditambahkan Dosen Fisipol UMSU tersebut, Apa pengaruhnya untuk pilkada Medan 2020. Dugaan PAN bergabung ke Bobby Nasution itu tidak aneh.
Tetapi kader idealis dan konstituennya sama sekali tak dapat dijamin bersedia menerima putusan itu, dan kondisi itu tentu saja diketahui persis oleh penentu sikap partai di daerah maupun di pusat.
Di sini urusan dapat dipilah sebagai urusan pragmatis elit partai dan urusan prnajaman peran advokasional partai untuk rakyat.
Dalam situasi seperti ini kerugian kerap tak dihitung dari sisi degradasi kepercayaan konstituen.
Calon yang didukung dan diantarkan ke KPU pun bisa saja tak menyadari bahwa ia hanya diberi tiket politik usungan atau yang ditengah masyarakat lazim disebut “perahu sewaan” belaka. (W03)
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota
Camat Medan Amplas Pimpin Upacara di TPI, Bagikan 640 Bingkisan untuk Siswa
kota
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota