Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UIP SBU Perkuat Komitmen Percepatan Penyelesaian PLTA Peusangan
sumut24.co TAKENGON , Menjelang peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) m
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Perang pernyataan antar-fungsionaris Partai Golkar terkait Gubsu Edy Rahmayadi, disimpulkan sebagai manuver politik “Pohon Beringin”.
“Publik bisa saja terkecoh dan terikut rendong, ada yang kemudian membela Gubsu Edy Rahmayadi dan banyak pula yang menyatakan setuju Golkar tak lagi mencalonkan mantan Pangkostrad itu di Pilkada 2024,” ujar aktivis sosial, H. Idrus Djunaidi, S.H., menanggapi wartawan di Medan, Selasa (30/11/2021).
Tokoh muda yang juga pernah aktif di Satgas Partai Golkar (sebelum berubah nama menjadi AMPG/Angkatan Muda Partai Golkar) ini lantas melontarkan argumentasinya. Jika partai bentukan Presiden Soeharto itu menilai Edy gagal menjalankan amanat pembangunan, maka itu tak terpisahkan dari Wagubsu.
“Kan mereka diajukan satu paket pada Pilkada 2018 lalu, dengan label Eramas. Jika pemerintahan Eramas gagal di Sumut, maka itu kegagalan keduanya. Jika Golkar benar-benar menolak mencalonkan Edy kembali, maka seyogianya Ijeck (Wagubsu H. Musa Rajekshah) juga tak lagi dicalonkan,” tukas Idrus.
Menurut dia, pernyataan menolak pencalonan kembali Edy dilatari fakta tiga tahun kepemimpinan Eramas. Dalam refleksi September lalu, tepat tiga tahun kepemimpinan Eramas, banyak pihak menyimpulkan Sumut tidak bergerak signifikan ke arah lebih baik.
“Artinya, Eramas gagal! Nah, dalam kondisi ini, Golkar tidak mau terimbas. Khususnya, imbas terhadap kader utamanya yang saat ini menduduki tampuk pimpinan di DPD Golkar Sumut,” ungkapnya.
Di akhir tanggapan, Idrus berharap Golkar berlaku fair. Jika publik menilai Eramas gagal, itu tak terlepas dari tanggungjawab Golkar sebagai partai pengusung.
Diketahui, perang pernyataan soal Edy Rahmayadi dimulai dari Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut, H. Hardi Mulyono. Dikutip sejumlah media, Hardi mengatakan Partai Golkar dipastikan tidak akan lagi mendukung Edy Rahmayadi dalam perhelatan Pilgubsu mendatang.
Berhari-hari selanjutnya, muncul pernyataan dari fungsionaris Golkar lainnya. Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, salah satunya.
Menurut Ilham, pernyataan Hardi merupakan pendapat pribadi yang tidak bisa disebut mewakili partai.
Hal senada dilontarkan Wakil Ketua DPD Golkar, Irham Buana Nasution. Dalam konteks berpendapat seperti itu, sebutnya, Hardi tidak bertindak merepresentasikan Partai Golkar.
Tanggapan Ilham dan Irham Buana kemudian dibalas lagi oleh Hardi. Dia menegaskan bahwa Dewan Pertimbangan Partai Golkar sudah berketetapan mengusulkan Ijeck untuk dicalonkan Golkar pada Pilkada 2024, masih dengan argumentasi bahwa Edy tidak layak dicalonkan kembali.(W02)
sumut24.co TAKENGON , Menjelang peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) m
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., melakukan peninjauan langsung terhadap tiga lokasi pembangunan infra
News
Bupati Solok Lantik Masheri Yanda Boy sebagai Pejabat Sekretaris Daerah
kota
Sertijab Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok dari Jefrizal, S.Pt., M.T. kepada Masheri Yanda Boy, S.H.
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, meringkus seorang Warga Negara (WN) Malaysia, yang merupakan pemasok sekaligus penge
Hukum
Jejak Internasional Dibongkar Satresnarkoba Polrestabes MedanWNA Terseret Jaringan Peredaran Narkoba di Indonesia
kota
Dede Irwanda, Tokoh Muda Potensial di Panggung Politik Medan Marelan
kota
Dua Hektare Terbakar! Babinsa Koramil 021209/Sosa dan Warga Berjibaku Lawan Karhutla di PT SRL Palas
kota
Paluta Raih Predikat &ldquoInovatif&rdquo, 11 OPD/UPTD Diguyur Penghargaan
kota
Korban Kebakaran Panyabungan Julu Segera Dapat Bantuan, Wabup Atika Minta Data Rampung 1 Hari
kota