Penggerebekan Penyelundupan Pakaian Bekas

ASAHAN | SUMUT24
Penangkapan penyelundupan pakaian bekas yang dilakukan oleh petugas gabungan Bea Cukai bersama TNI Angkatan Laut diperairan Laut Kuala Bagan Asahan Kabupaten Asahan berakhir bentrok.

Seorang warga atau massa diduga pendukung mafia penyelundup pakaian bekas tewas tertembak dan dua orang lainnya terluka akibat terkena serpihan peluru petugas.

Pasca peristiwa penembakan tersebut sempat memicu emosi keluarga korban dan warga dengan mendatangi kantor Bea Cukai Pelabuhan Teluk Nibung Tanjung Balai, Jum’at (22/1).

Beruntung Pihak kepolisian dari Polres Asahan dan Polres Tanjung Balai yang langsung terjun ketengah tengah warga dengan kesigapan dan cepatnya dapat menenangkan situasi dan meredam emosi massa sehingga kejadian yang tidak diinginkan dapat terhindar.

“Benar telah terjadi penembakan dan memakan satu korban tewas, dan saat ini sedang dalam penyelidikan,” Kata Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan mengatakan pihaknya sedang meminta keterangan saksi saksi dan akan melakukan otopsi kepada korban penembakan yang terjadi diperairan Laut Kuala Bagan Asahan Kabupaten Asahan.

Dari keterangan yang dihimpun kejadian bermula ketika salah seorang pegusaha pakaian bekas diduga mengumpulkan puluhan warga dengan maksud untuk menghalangi petugas yang ingin menggagalkan penyelundupan pakaian bekas. Mereka berangkat dari Patembo Sei Nangka Kecamatan Sei Kepayang sekitar pukul 20.00 Wib, Kamis (21/1). Mereka menggunakan kapal boat menunggu masuknya kapal yang diduga membawa pakaian bekas dari Negara tetangga.

Keesokan hari kapal yang diduga membawa pakaian bekas tiba di Lampu Putih Perairan Kuala Bagan Asahan dan massa langsung naik ke atas kapal tersebut, Pada hari Jum’at tanggal 22 Januari 2016 pukul 05.00 wib, selanjutnya diduga datang Kapal Patroli Bea Cukai bersama anggota TNI-AL untuk melakukan penindakan namun terjadi perlawanan. Diduga massa melakukan pelemparan terhadap kapal Bea Cukai sehingga kapal Patroli Bea Cukai mundur.

Kemudian kapal Patroli Bea Cukai bersama anggota TNI-AL datang kembali untuk melakukan penindakan sekitar pukul 05.30 wib, Jum’at (22/1) dengan melakukan penembakan peringatan beberapa kali terhadap kapal yang diduga membawa barang barang ilegal yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka dan berhasil mengamankan kapal yang dicurigai tersebut

Selanjutnya massa yg berada di kapal tersebut diturunkan ke atas kapal Speed Boat untuk menuju darat di Panton Bagan Asahan, Korban dibawa massa ke RSU Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai. Kemudian kapal yang membawa pakaian bekas tersebut diamankan oleh Kapal Patroli Bea Cukai, dengan rincian kapal pertama berisi pakaian bekas lebih kurang 300 bal, kapal kedua berisi pakaian bekas lebih kurang 250 bal.

Adapun nama korban penembakan berinisial AES Laki-laki (39) warga Kelurahan Pantai Burung Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai, mengalami Luka tembak pada wajah (mulut) tembus kebelakang, (Peluru belum diketahui jenisnya) dan meninggal dunia.

Selain itu, F Perempuan (28) warga jalan Pantai Olang Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Tanjung Balai mengalami luka tembak dibagian pinggang sebelah kiri dan D Perempuan (34), warga jalan Pantai Olang Kelurahan Sirantau Kecamatan Datut Bandar Kota Tanjung Balai, dengan Luka tembak pada jari manis sebelah kiri. Korban langsung dilarikan ke RSU Tengku Mansyur Tanjung Balai.

Pasca peristiwa penembakan tersebut puluhan massa mendatangi kantor bea cukai Pelabuhan Teluk Nibung untuk melakukan aksi unjuk rasa. Massa berhasil dikendalikan oleh petugas kepolisian Polres Asahan yang ditugaskan di kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung Kota Tanjung Balai. (teci)