Pemadaman Ganggu Aktifitas Masyarakat, DPRD Pertanyakan Keberadaan SUTT di Kawasan Pabrik Kayu

0
1053

MEDAN|SUMUT24
Ketua Komisi D DPRD Sumut, Muchrid Nasution mempertanyakan keberadaan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi, yang berada di kawasan Pabrik Kayu PT Canang Indah di Belawan.

“Kenapa dibangun di situ, apa jalur lain tidak ada. Apa jaraknya jauh sehingga apinya dibawa angin,” katanya, Senin (18/1).

Terkait hal itu, pihaknya akan memanggil manajemen PT PLN Wilayah Sumatera Utara untuk mempertanyakan keberadaan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menjadi penyebab padamnya listrik di Sumut dan Aceh pada Minggu (17/1) malam kemarin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut Zulfikar. Ia berpendapat, PLN tidak seharusnya memperbolehkan adanya bangunan yang menjadi lokasi usaha karena dapat mengganggu keberadaan SUTT tersebut.

Jika bangunan yang menjadi lokasi usaha tersebut dibangun setelah pendirian Sutet, berarti ada kesalahan dalam penerbitan IMB atas bangunan itu.

“Namun kalau bangunan itu berdiri terlebih dulu, berarti PLN yang bermasalah,” katanya seraya mengatakan jika pembangunan Sutet tersebut dilakukan setelah adanya bangunan dibawahnya, berarti PLN Sumut kurang melakukan survei dan studi dalam menentukan lokasi Sutet.

Kalau kondisi seperti itu terus-terusan dibiarkan, dikhawatirkan akan sering terjadi pemadaman listrik karena adanya gangguan jaringan transmisi.

“Kalau hanya itu lokasi yang tersedia, harus dicarikan jalan keluar,” kata Zulfikar.

Sebelumnya diberitakan, sekitar pukul 18.40 WIB Minggu (17/1) kemarin, terjadi kebakaran pada pabrik kayu PT Canang Indah yang berada di antara Tower 3 dan 4 dan mengakibatkan putusnya kabel SUTT 150 kV Belawan-Binjai yang menyalurkan daya dari Pembangkit Belawan ke Sistem Sumatera Bagian Utara. Kebakaran ini menyebabkan pembangkit di Sistem Sumatera Bagian Utara tidak dapat beroperasi.

Pemadaman yang dilakukan oleh perusahaan plat merah, pasca terbakarnya tower III dan IV, dirasakan sangat mengganggu aktifitas masyarakat di malam hari, tentu saja pemadaman ini akan membawa kerugian bagi home industri yang bekerja waktu malam, padahal setiap bulannya rakyat tidak pernah telat untuk membayar tagihan listriknya, ujar Sekretaris Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PKC PMII Sumut) Darwin Sipahutar kepada SUMUT24, Selasa (19/1).

Ironisnya pemadaman dilakukan saat waktu memasuki petang, dimana waktu ini adalah jam-jam sibuk bagi masyarakat. Oleh karenanya pihak PLN Wilayah Sumbagut harus bertanggung jawab serta meminta maaf kepada masyarakat luas atas pemadaman listrik ini, jika tidak, jangan salahkan kantor-kantor PLN akan menjadi sasaran dari kemarahan rakyat. Pemadaman sampai lima jam lamanya diwaktu petang(maghrib) dan subuh, membuat kita tidak percaya akan kinerja dari perusahaan plat merah tersebut dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PKC PMII) Sumatera Utara, mengutuk dengan keras perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh PLN dengan cara melakukan pemadaman listrik secara serentak sampai ke daerah pelosok di Sumatera Utara. Dan PKC PMII Sumut juga secara kelembagaan menjemput dan menerima setiap aduan masyarakat terkait dengan pemadaman listrik di Kota medan maupun di daerah Sumatera Utara lainnya. Terang Darwin Sipahutar.(Ism)