Orang Sumut Garda Terdepan Dukung Presiden Jokowi Sikat Pungli

59

MEDAN I SUMUT24

Dekan Fakultas Hukum USU Prof Dr Budiman Ginting SH MHum mengatakan, orang Sumut harus berada di garda terdepan mendukung program Presiden Jokomi di periode ke dua, siap menghajar para birokrat yang melakukan pungli.

“Para birokrat kita harus merubah mentalnya yang korup, menjadi bermental patriot,” kata Budiman Ginting di Medan, Senin (15/7) mengomentari berita Presiden Jokowi di periode ke duanya, siap hajar pungli dan tidak ada toleransi bagi pengganggu Pancasila.

Dikatakan Budiman, ia sangat respect (menghormati dan menghargai) program Jokowi ini. Dan menurut Budiman, ia sebagai dosen di perguruan tinggi sering menyinggung dalam kuliahnya, bahwa biaya tidak terduga (pungli) akan membuat para investor malas datang ke Indonesia. “Kalau Jokowi berjanji, kita yakin bisa diberantas pungli itu setahun ke depan. Nanti, tahun depan, kita tagih pada Jokowi, pungli itu harus dibasmi,” kata Budiman.

Dengan layanan perizinan bagi para investor, yang kini sudah online single submission (OSS), diharapkan secara langsung dapat terdeteksi dimana kendala izin itu. Harus bebas hambatan dan lancar, sehingga investor datang dan merasa nyaman. “Investor bawa modal, teknologi dan buka lapangan kerja, harus kita bantu. Budaya yang menyatakan, “kalau bisa dipersulit , ngapai dipermudah”, mental ini harus dihilangkan,” katanya.

Untuk berhasilnya program ini, Pak Jokowi harus sering-sering “Sidak”, khususnya ke Sumut dan jangan lagi pandang bulu. “Kalau manusianya tidak bisa dibina, supaya dibinasakan dan penjarakan saja. Daripada menghambat program kepala negara. Ini harus kita dukung. Saya yakin ini bisa dicapai,” tegas Budiman.

Terkait dengan pengganggu Pancasila yang disebut Presiden Jokowi, tidak ada toleransi, dijawab Prof Budiman, itu memang harus dideteksi dan ditangkal secara dini, terhadap pembawa paham liberal dan ideologi negara lain. Itu harus dicegah. “Pancasila yang merupakan falsafah hidup bangsa, harus kita tegakkan, sehingga bangsa kita tidak tercerai berai atau hancur. Perlu diperkuat nilai-nilai budaya bangsa kita,” katanya.

Diharapkan Budiman, Pak Jokowi lebih memberdayakan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke,Simalungun, sehingga bisa lebih optimal. Juga menambah kemampuan energy listrik Sumut. (C04)

Loading...