Selasa, 03 November 2026

BRI ADA UNTUK NEGERI: DENYUT NADI EKONOMI RAKYAT DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

Administrator - Selasa, 03 November 2026 12:47 WIB
BRI ADA UNTUK NEGERI: DENYUT NADI EKONOMI RAKYAT DARI SABANG SAMPAI MERAUKE
Baca Juga:

Oleh: Ismail Nasution

Jika kita bertanya, bank apa yang paling dekat dengan denyut nadi rakyat Indonesia? Jawabannya hampir pasti: Bank Rakyat Indonesia atau BRI. Di saat bank lain fokus di gedung-gedung tinggi di pusat kota, BRI justru ada di pasar tradisional, di pelabuhan ikan, di ujung sawah, di warung kopi, hingga di pelosok pegunungan Papua. Inilah makna sejati dari slogan itu: BRI Ada Untuk Negeri. Bukan sekadar tagline pemasaran, melainkan sebuah janji historis yang telah dijaga selama lebih dari 128 tahun.

1. Akar Sejarah yang Tidak Pernah Lupa Daratan*

BRI lahir bukan di ruang ber-AC, melainkan dari keprihatinan. Pada 16 Desember 1895, Raden Aria Wiraatmadja mendirikan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren di Purwokerto. Tujuannya sederhana dan sangat mulia: membebaskan para priyayi dan rakyat kecil dari jeratan rentenir. Dari sebuah lumbung kecil di Banyumas itulah, semangat kerakyatan BRI tumbuh.

Sejarah ini penting untuk kita ingat. BRI tidak lahir untuk melayani konglomerat. Ia lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. DNA itulah yang membuat BRI tetap kokoh melewati masa kolonialisme, krisis moneter 1998 yang menumbangkan banyak bank besar, hingga pandemi Covid-19 yang melumpuhkan ekonomi dunia. Ketika bank lain sibuk menyelamatkan diri, BRI sibuk menyelamatkan UMKM.

*2. Penjaga Utama UMKM: Tulang Punggung Negeri*

Data BPS selalu menunjukkan fakta yang sama: lebih dari 97% lapangan kerja di Indonesia diserap oleh UMKM, dan kontribusinya terhadap PDB mencapai lebih dari 61%. Artinya, jika UMKM sehat, maka negeri ini sehat. Dan di sinilah peran BRI tidak tergantikan.

Hingga hari ini, BRI adalah bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Komitmennya jelas: lebih dari 80% total kredit BRI disalurkan untuk segmen UMKM. Ini bukan angka kecil. Ini adalah triliunan rupiah yang mengalir setiap hari ke tangan pedagang bakso, penjahit, petani, peternak lele, pengrajin ulos, hingga pemilik warung kelontong.

Saya melihat sendiri di Lubuk Pakam dan sekitar Deli Serdang. Seorang ibu yang awalnya hanya jualan kue dengan modal Rp500 ribu dari pinjaman Kupedes, kini bisa menyekolahkan anaknya sampai sarjana dan memiliki tiga karyawan. Seorang petani sawit rakyat yang dulu kesulitan pupuk, kini mendapat KUR dengan bunga ringan dan pendampingan. Itulah transformasi yang tidak terlihat di laporan keuangan, tapi terlihat di kehidupan nyata.

Program KUR (Kredit Usaha Rakyat) BRI adalah bukti paling nyata. KUR BRI bukan hanya soal uang. Ia adalah soal inklusi. Ia memberikan akses keuangan kepada mereka yang selama ini dianggap _unbankable_ oleh perbankan konvensional. Mantri BRI yang datang dengan sepeda motor ke desa-desa, duduk di balai desa, memeriksa usaha, memberikan edukasi literasi keuangan, itulah wajah perbankan yang sesungguhnya.

3. Transformasi Digital Tanpa Meninggalkan Wong Cilik

Banyak yang mengira bank yang fokus di desa akan gagap teknologi. BRI membuktikan sebaliknya. BRI justru menjadi pelopor transformasi digital paling masif di industri perbankan Indonesia.

Lihatlah BRImo. Hari ini, lebih dari 38 juta pengguna aktif menggunakan BRImo untuk transfer, bayar listrik, beli pulsa, hingga membuka deposito dari atas sawah. Artinya, petani di pedalaman tidak perlu lagi menempuh 2 jam ke kantor cabang.

Lihatlah AgenBRILink. Ini adalah mahakarya inklusi keuangan Indonesia yang diakui dunia. Saat ini ada lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di tempat yang tidak ada ATM dan kantor bank, ada AgenBRILink. Di warung, di kios pulsa, di rumah kepala dusun. Mereka bisa melayani tarik tunai, setoran, bayar BPJS, hingga top-up e-wallet. AgenBRILink bukan hanya agen, mereka adalah pahlawan ekonomi desa. Mereka menciptakan lapangan kerja baru dan membuat perputaran uang tetap di desa.

Inilah strategi hybrid yang cerdas: _phygital_. Fisik tetap ada, digital terus maju. BRI tidak memaksa nenek di kampung harus pakai aplikasi, tapi memberikan pilihan. Jika mau datang ke unit, ada Mantri yang menyapa dengan ramah. Jika mau lewat HP, ada BRImo yang siap 24 jam.

4. Lebih Dari Bank: Agen Pembangunan dan Kemanusiaan

BRI Ada Untuk Negeri juga berarti BRI ada saat negeri sedang susah.

Saat pandemi Covid-19, BRI menjadi garda terdepan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Miliaran rupiah restrukturisasi kredit diberikan untuk menyelamatkan UMKM agar tidak gulung tikar. Saat bencana alam gempa di Cianjur, banjir di Sumatera, erupsi Semeru, tim BRI Peduli selalu hadir pertama.

Melalui program BRI Menanam, BRI telah menanam jutaan bibit pohon produktif bersama kelompok tani. Ini bukan sekadar CSR, ini adalah investasi ekologi dan ekonomi jangka panjang.

Melalui Desa BRILian, BRI membina lebih dari 4.000 desa di seluruh Indonesia untuk menjadi desa yang mandiri, kreatif, dan naik kelas. Desa-desa itu dilatih manajemen keuangan, packaging produk, digital marketing, hingga akses pasar ekspor. Kita tidak hanya memberi ikan, tapi memberi kail dan mengajarkan cara memancing di pasar global.

Dan melalui Holding Ultra Mikro yang menyatukan BRI, Pegadaian, dan PNM, kini lebih dari 45 juta nasabah ultra mikro yang sebelumnya terjerat rentenir dan pinjaman online ilegal, kini bisa mendapat pembiayaan formal yang aman dan terjangkau. Emak-emak kelompok Mekaar PNM yang dulu pinjam dengan bunga 20% seminggu, kini bisa naik kelas menjadi nasabah BRI.

5. Menjaga Kedaulatan Ekonomi Bangsa

Di tengah gempuran bank digital asing dan fintech yang menawarkan bunga tinggi, BRI tetap menjadi benteng kedaulatan ekonomi. BRI adalah bank milik negara, milik rakyat Indonesia. Keuntungannya kembali untuk rakyat melalui dividen negara yang digunakan untuk membangun jalan, jembatan, sekolah, dan program-program pro rakyat.

BRI juga menjadi penjaga stabilitas ekonomi. Dengan jaringan lebih dari 8.000 kantor cabang dan unit kerja yang tersebar luas, BRI memastikan likuiditas dan perputaran uang tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi merata hingga ke pelosok.

Ini adalah bentuk nasionalisme ekonomi yang nyata. Bukan dengan retorika, tapi dengan kerja nyata melayani 100 juta lebih nasabah dari berbagai lapisan.

*Penutup: Harapan Untuk Masa Depan*

Tentu saja BRI tidak sempurna. Masih ada antrian di unit, masih ada keluhan layanan, masih ada tantangan kebocoran data dan kejahatan siber yang harus terus diperkuat. Inilah pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi. Transformasi harus diiringi dengan penguatan keamanan dan pelayanan yang humanis.

Namun satu hal yang tidak bisa kita pungkiri: Tanpa BRI, denyut ekonomi rakyat kecil akan melemah.

BRI Ada Untuk Negeri bukan berarti BRI sudah selesai. Justru ini adalah pengingat bahwa tugasnya belum selesai. Selama masih ada satu UMKM yang belum bankable, selama masih ada satu desa yang belum terjangkau keuangan, selama masih ada satu anak petani yang butuh beasiswa untuk sekolah, maka BRI harus tetap ada di sana.

Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa bukan diukur dari seberapa tinggi gedung pencakar langitnya, melainkan dari seberapa kuat pondasi ekonomi rakyat kecilnya. Dan di pondasi itulah, BRI telah berdiri tegak selama lebih dari satu abad, dan Insya Allah akan terus berdiri untuk satu abad berikutnya.

BRI bukan hanya bank. BRI adalah rumah bagi harapan rakyat Indonesia.

Ismail Nasution

Wartawan Sumut24.co

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
Bri
beritaTerkait
Ketua DPD Satgas AMPI Sumut Lantik Satgas dan Brigade Kartini AMPI Kota Binjai Priode 2026 - 2031, Ini Pesannya
Lebih dari Sekadar Modal, KUPEDES BRI Bantu Pelaku UMKM Besarkan Usaha hingga Buka Lapangan Kerja
Momentum Haornas Menumbuhkan Semangat Olahraga dan Pola Hidup Sehat 
BRI BO Sibuhuan Perkuat Sinergi Dengan BPPKAD Palas, Tingkatkan Layanan Pengelolaan Keuangan Daerah 
Insan BRILian Cabang Sibuhuan Terus Memperkuat Integritas Layanan Santun dan Profesional
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PN Sibuhuan
komentar
beritaTerbaru