PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
News
Baca Juga:
LUBUK PAKAM – Pemanfaatan biomassa menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan perekonomian desa di Kabupaten Deli Serdang. Limbah pertanian, perkebunan, dan industri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi bahan baku energi bernilai ekonomi.
Peluang tersebut dibahas dalam Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Optimalisasi Sumber Daya Alam di Desa Guna Mencapai Swasembada Energi" di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Jumat (23/10/2026).
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menilai biomassa merupakan potensi yang belum sepenuhnya mendapat perhatian. Ia berharap FGD ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan biomassa di Deli Serdang dan menjadi contoh bagi daerah lain.
"Biomassa ini merupakan harta karun yang terkadang belum diperhatikan secara langsung oleh masyarakat. Padahal, potensinya besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan energi terbarukan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, memaparkan potensi dan kesiapan daerah dalam mendukung pengembangan biomassa.
Lom Lom menjelaskan, Deli Serdang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dan industri. Berbagai hasil samping kegiatan tersebut, seperti sekam padi, jerami, tongkol dan batang jagung, serta tandan kosong kelapa sawit, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa.
"Yang perlu kita ubah bukan hanya cara mengolahnya, tetapi juga cara kita melihat sisa pertanian, perkebunan, dan industri. Bukan semata-mata sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya dan peluang usaha," ujarnya.
Menurutnya, pengembangan biomassa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah desa, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan untuk membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian desa.
Pemanfaatan biomassa untuk energi bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Deli Serdang. Pengembangan pembangkit listrik berbasis biomassa dengan memanfaatkan kayu karet dari peremajaan kebun pernah dilakukan di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan. Pengalaman tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Deli Serdang untuk terus mengembangkan biomassa sebagai sumber energi alternatif.
Lom Lom juga menekankan pentingnya membangun rantai pasok biomassa yang profesional dan berkelanjutan, mulai dari petani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, BUMDes, pengepul, pengolah, pengujian kualitas, transportasi, hingga pembeli akhir.
Ia berharap FGD tersebut menghasilkan tindak lanjut yang konkret dan terukur, antara lain penyusunan rencana pengembangan rantai pasok biomassa, identifikasi BUMDes dan koperasi yang siap menjadi pelaku usaha, penetapan titik pengumpulan biomassa di kecamatan dan desa, serta pembangunan kemitraan dengan pihak pembeli.
"Desa jangan hanya menjadi penyedia bahan baku. Kita harus memastikan masyarakat desa juga memperoleh nilai tambah dari pengolahan dan pemanfaatan biomassa," tegasnya.
Pengembangan biomassa, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Deli Serdang, yakni mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Komisaris Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Nikson Silalahi, menjelaskan bahwa biomassa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pencampur atau pengganti sebagian batu bara dalam proses pembangkitan listrik.
Menurutnya, potensi biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan di Deli Serdang membuka kesempatan bagi petani, Gapoktan, koperasi, dan BUMDes untuk terlibat dalam rantai pasok energi sekaligus mengembangkan usaha produktif di desa.
PLN EPI berperan memastikan ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik, termasuk melalui pengembangan pasokan biomassa guna mendukung transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.
Nikson menyebutkan, berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penyediaan 100.000 ton biomassa per tahun berpotensi melibatkan sekitar 1.000 orang dalam kegiatan ekonomi. Pemanfaatan biomassa dalam skala tersebut juga disebut berpotensi mendukung pengurangan emisi karbon.
Karena itu, ia mendorong kerja sama konkret antara PLN EPI, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.
Pemaparan para narasumber turut memperkaya pembahasan mengenai pengembangan biomassa dari berbagai aspek, mulai dari pemanfaatan potensi desa hingga penguatan kebijakan dan ekonomi masyarakat.
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Hokkop Situngkir, memaparkan potensi desa sebagai pilar kemandirian energi masa depan, khususnya dalam mendukung ketersediaan bahan baku biomassa. Sementara itu, guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, Soni Sisbudi Harsono, membahas hilirisasi limbah biomassa menjadi produk energi terbarukan bernilai tinggi.
Dari sisi kebijakan, Staf Khusus Menteri Desa Bidang Kebijakan Publik pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Andi Rahmah, menjelaskan strategi dan kolaborasi desa dalam membangun ekosistem biomassa berkelanjutan, mulai dari pemanfaatan potensi lokal hingga pembentukan rantai pasok energi nasional.
Aspek sosial budaya dibahas Andrey Ikhsan Lubis, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan pada kementerian terkait. Ia memaparkan pentingnya partisipasi dan penerimaan masyarakat dalam pengembangan ekosistem biomassa. Adapun Rizky Rahmawati Lubis, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, menyampaikan arah kebijakan pengembangan ekonomi desa untuk mendukung pemanfaatan potensi tersebut.
Melalui seminar dan FGD tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berharap potensi biomassa dapat dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Optimalisasi sumber daya lokal diharapkan tidak hanya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.
PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
News
Dua Anak di Desa Percut Keluar dari Stunting, Jelita Kader Harus Tetap Lakukan Pemantauan
News
Jabidi Ritonga LKP PKB Sumut Siapkan Instruktur Orientasi Politik, Perkuat Kader Hadapi Pemilu 2029
News
Musda ke IV Partai Golkar Palas Digelar 29 Oktober,Dihadiri Ketua DPD Golkar Sumut
News
Deli Serdang Dukung Penanaman 1.997 Bibit Pohon Lintas GenerasiPERCUT SEI TUAN &ndash Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung upaya peles
News
Biomassa Jadi Peluang Baru Penguatan Ekonomi Desa Deli Serdang
News
Polresta Deli Serdang Melalui Kapolsek Tanjung Morawa Sampaikan Belasungkawa dan Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban Tabrakan
News
Ikan Nila Berlendir, 41 Santri Diduga Keracunan Usai Peringatan Hari Santri di Deli Serdang
Kota
Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Bobby Nasution Siapkan Ruang Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa
News
Lantik 15 Pejabat Bapenda, Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Optimalisasi PAD
News